
Sepanjang pagi sang gadis cantik kebingungan dengan keadaan yang belum pernah ia alami sebelumnya. Namun berbagai pesan yang di kirim oleh sang kekasih akhirnya bisa membuat dirinya untuk jujur jika ia memang terlalu malu untuk menerima panggilan video call dari sang lelaki ketika baru bangun dari tidur yang panjang.
Dan kini, ia sudah berdiri di dekat jendela kamarnya. Tubuhnya yang sintal sudah di balut dengan baju yang cukup cantik untuk di pakai pergi kencan di hari kedua mereka menjalin hubungan.
Rok mini 10 cm di atas lutut dengan model knife pleated khas Korean style bermotif kotak-kotak dengan warna dasar abu-abu di match dengan atasan polos berbentuk sabrina lengan panjang yang longgar di bagian perut hingga pinggang berwarna senada. Membalut kulit putih mulusnya di bagian pundak terekspose sempurna. Apalagi tidak ada tali apapun yang terlihat di sana.
Sepatu sneakers berwarna putih membalut sepasang kaki. Menampakkan putih mulus betis jenjangnya yang ramping.
Tas kecil berwarna macaron cream menggantung di pundak kanan, dan menyilang di depan dada sampai pinggang sebelah kiri.
Jam tangan kecil di pergelangan tangan kirinya menunjukkan pukul 08.00 WIB. Di mana itu adalah waktu yang di janjikan untuk sang kekasih akan datang menjemput.
Sejak tadi sang gadis memandangi pagar besi yan menjulang tinggi. Menunggu pagar itu terbuka dan mobil putih memasuki area halaman rumahnya yang teramat luas.
Cla meletakkan telapak tangan kirinya di depan dada. Sejak tadi, ketika waktu semakin mendekati angka 8, maka jantungnya akan semakin berdebar. Dan kini waktu sudah menunjukkan pukul 8 tepat, dan benar saja, jantungnya semakin bekerja keras kerena kegugupan seiring berjalannya detik.
15 menit sudah, Cla berdiri di sana. Sejak sang kekasih mengirim pesan...
*Aku berangkat, Baby...*
Tersenyum gugup dan di barengi rasa tidak percaya, "Aku tidak menyangka rasanya seperti ini..." gumamnya merasakan debar yang seolah tiada habisnya.
Bersamaan dengan debar yang semakin meningkat, Cla melihat pintu pagar besi setinggi tiga meter terbuka secara otomatis setelah tombol di tekan oleh security yang bertugas. Jantung berdebar kian kecang, menanti mobil apa yang akan muncul di depan sana.
Dan... BMW 4 Series Coup berwarna putih mulai menunjukkan moncongnya secara perlahan. Seketika sudut bibir Cla terangkat sempurna, seiring dengan mobil itu mulai memasuki area halaman rumah untuk menuju tempat parkir mobil yang kosong.
Melihat kedatangan mobil Arsen, sungguhlah Cla merasa tengah kedatangan tamu kehormatan dari negeri dongeng. Sungguh mendebarkan dan menggetarkan jiwanya yang sedang jatuh cinta.
Cla meletakkan kedua telapak tangan di dada. Menarik nafas panjang, dan menghelanya secara perlahan. Menguarkan segala gugup dan tegang yang ada di dalam tubuhnya.
Hanya melihat Arsen secara samar dari kaca buram bagian depan mobil saja, Cla sudah sedemikian salah tingkah. Bagaimana jika ia sudah duduk di samping sang pemuda, dan adegan yang ia harapkan kembali terjadi?
__ADS_1
Sembari mengatur nafas, ia menunggu sang pemuda keluar dari balik pintu kemudinya. Dan ketika melihat wajah tampan rupawan yang di balut dengan baju casual dengan brand yang tidak main-main, sepasang mata Cla memandang tak berkedip.
Tidak menyangka makhluk hidup yang menjadi idola dimana-mana itu kini adalah kekasihnya. Datang utuk menjemput dirinya.
Tidak menyangka, jika pemuda itu akhirnya kembali muncul di rumahnya setelah sekian tahun tidak ada kabar.
Cla bergegas ke arah cermin besar untuk memastikan ulang penampilannya pagi itu rapi dan tidak memalukan tentunya.
"Have fun, Cla!" ucapnya menatap wajahnya sendiri.
***
"Selamat pagi, Aunty Calina!" sapa Arsen setelah di bukakan pintu oleh pelayan dan menghadap Nyonya di rumah mewah bak istana itu.
"Hai! pagi Arsen!" balas Mommy Calina yang tengah duduk sendiri di ruang tamu yang menyatu dengan ruang tengah. "Duduklah!" ucap Mommy Calina.
Arsen tersenyum ramah, "Terima kasih, Aunty!" kemudian ia duduk sesuai perintah tuan rumah.
"Kata Cla... kalian mau jalan-jalan?" tanya Mommy Calina.
Karena sesungguhnya ia pun berat harus menjalani hubungan jarak jauh yang jauhnya tidak main-main.
"Hmm...." Mommy Calina menghela nafas panjang. "Aunty hanya bisa berpesan, kelak jika kalian berjauhan... kalian harus bisa saling menjaga perasaan. Jangan mudah curiga dan jangan meremehkan kepercayaan yang di berikan satu sama lain." ucap Mommy Calina menyampaikan apa yang tadi pagi juga beliau sampaikan pada sang putri ketika anak gadisnya itu meminta ijin untuk pergi bersama kekasihnya.
"Arsen tau, Aunty," jawab sang pemuda mengangguk yakin.
"Mbak? Panggilkan Cla di kamarnya, ya!" ucap Mommy Calina pada pelayan yang mengantarkan minun untuk Arsen.
"Cla di sini, Mommy..."
Suara yang lembut terdengar dari arah tangga teratas. Dan itu membuat semua yang ada di lantai bawah, di ruang tengah menoleh ke arah sumber suara. Dan gerakan lambat bagai adegan sebuah film pun terjadi.
__ADS_1
Cla menuruni tangga dengan sedikit menundukkan kepalanya. Terlalu malu untuk melihat ke arah di mana Arsen tengah duduk dengan memandangi dirinya takjub. Meski sesungguhnya hati dan mata ingin sekali menatap wajah tampan yang teramat ia cintai saat ini.
Mommy Calina tersenyum tipis dengan mata berbinar, melihat satu-satunya putri di rumah itu turun dari lantai dua dengan anggunnya dan dandanan yang menawan untuk pertama kali.
Meski baju yang di kenakan Cla di anggap terlalu terbuka di bagian pundak, tapi masih di batas wajar untuk anak muda jaman sekarang. Toh baju itu tidak memperlihatkan lekuk tubuh Cla.
Jika Mommy Calina tersenyum melihat Clarice yang tampil dengan sempurna, Arsen justru terpaku, membeku bagai patung es yang tengah duduk di sofa empuk dan siap untuk meleleh karena kehangatan yang tengah berjalan mendekat.
Matanya tak berkedip melihat betapa cantik Cla di pagi itu. Begitu indah dan cerah merona, secerah mentari pagi yang siap menemani keduanya menghabiskan hari itu.
' Aku tidak salah menyukai mu di hari pertama aku melihatmu.. Dan mencintaimu di hari-hari setelah kita sering bertemu... '
' Aku tidak pernah menyesal sudah mencintai mu dalam diam selama bertahun-tahun, Baby... '
Lirih sang pemuda di dalam hati.
Tubuh molek nan indah yang sedang mendekati dirinya, bagai bidadari yang sedang turun ke Bumi untuk memberi warna baru di dalam hidupnya yang teramat monoton oleh pendidikan.
"Anak Mommy terlampau cantik!" ujar Mommy Calina begitu Cla sampai di dekat meja ruang tamu yang berdampingan dengan ruang tengah yang berukuran besar.
Cla tersenyum manis dan salah tingkah mendengar pujian sang Ibu yang memang sudah sering ia dengar. Hanya saja kali ini ada nada yang berbeda dari nada bicara sang Ibu. Seperti ada persetujuan yang tak terucap.
"Daddy di mana, Mommy?"
"Daddy di sini!" suara berat khas Daddy Kenzo muncul dari balik pintu ruang kerja yang ada di lantai bawah.
Sontak semua yang ada di sana menoleh pada satu-satunya pemimpin keluarga yang ada di rumah mewah itu.
"Arsen?" panggil Daddy Ken ketika sudah berdiri di samping anak gadisnya kemudian merangkul pundak Cla, menatap lekat pada sang putri satu-satunya yang teramat ia sayangi.
"Y..Y..Ya, Uncle?" Arsen sampai tergagap ketika tiba-tiba mendengar namanya di sebut oleh Ayah kekasihnya yang terkenal sangat dingin.
__ADS_1
Dari gelagat yang di tunjukkan, jelas sang Daddy hendak kembali memberi petuah. Entah petuah ringan maupun petuah yang berat untuk Arsen.
...🪴 Bersambung ... 🪴...