Cinta Dalam Rindu

Cinta Dalam Rindu
Ct. 50 ( Sepi di Antara Keramaian )


__ADS_3

Suara seorang wanita yang sangat khas terdengar dari pengeras suara Bandara, di saat dua anak muda tengah panas-panasnya membahas sesuatu yang membuat sang gadis merasa khawatir.


Melepas kekasih yang tampan rupawan di negeri se-bebas Amerika Serikat tentu bukanlah hal yang mudah untuk perasaannya yang baru saja berbahagia. Apalagi sudah jelas ia ketahui, jika ada gadis pirang asli yang tengah berusaha mendekati sang kekasih.


Berbeda dengan dirinya yang pirang karena di cat oleh ahli kecantikan.


"Aku harus pergi, Sayang..." pamit Arsen menarik pelan pundak Cla dan memeluknya.


Wajah gadis di dalam pelukan itu terlihat sangat sedih, bahkan tidak ada senyum yang terukir. Semua hanya tentang wajah masam karena menahan sesak.


"Janji, ya? jangan dekat-dekat si pirang itu..." lirih Cla.


"Hmm..." mengangguk, menabrakkan pelan dagunya pada puncak kepala sang kekasih. "Aku akan selalu berusaha menjaga jarak dengan mereka.."


Cla melingkarkan tangannya di tubuh sang kekasih. Mewakili rasa keberatan yang ia rasakan dengan perginya sang kekasih dari tanah air.


Sengaja mendekatkan detak jantungnya dengan detak jantung Arsen. Sama-sama berdebar dan sama-sama merasa nyaman, seolah menemukan tempat terbaik untuk pulang.


"Aku sayang kamu sejak dulu... Dan aku mencintaimu seja dulu pula.." ucap Arsen lirih dan serius. "Sekarang aku sudah mendapatkan kamu, aku tidak akan menyia-nyiakan semua itu... Aku berjanji, Baby..." lanjut Arsen mencium kening Cla dengan sangat lembut dan dalam.


Bibir tipisnya bersamaan dengan hidungnya yang menempel di kening Cla, mencium keharuman yang selalu terasa di sekujur tubuh sang gadis jelita. Membuat wajah tampan Arsen terlihat sangat teduh. Meski tak tau seperti apa setelah ini mereka menjalani kisah cinta dengan status Long Distance Relationship.


"I'll back for you..." gumam Arsen mengakhiri kecupan di kening sang kekasih.


"Aku akan selalu menunggumu..." gumam Cla mendongakkan kepalanya. Menatap sendu tapi juga penuh cinta pada wajah tampan sang kekasih.


"Oh ya, satu lagi!" seru Arsen.


"Apa?"


"Jangan lupakan ciuman pertama kita..." bisik Arsen di dekat telinga Cla sambil terkikik nakal tanpa suara.


Sontak wajah cantik putih mulus tergelak tanpa suara dengan warna merah merona di pipi mendengar bisikan Arsen yang membuatnya teringat kembali pada suasana pantai semalam.


Di mana... Yaa begitulah. Semua terasa begitu indah dan tanpa di minta pun, pasti tidak akan pernah terlupakan oleh sang gadis.


"Mau mengulangnya?" tanya Arsen menatap nakal pada sang gadis yang langsung salah tingkah di buatnya.

__ADS_1


Reflek, Cla yang gemas mencubit pinggang sang kekasih dengan senyum malu-malu. "Bahkan pesawat kamu siap berangkat, bisa-bisanya mau mengulang ciuman kemarin..." gerutu Cla di antara senyuman salah tingkahnya.


"Rasanya... kalau sebentar juga tidak apa," jawab Arsen. "Toh, kamu sudah pintar!" ujar Arsen terkikik mengingat betapa malam kemarin satu jam lebih di gunakan keduanya untuk mengulang dan mengulang ciuman mereka.


Dari Cla yang tidak tau apa-apa, akhirnya bisa mengatur nafas dan menggerakkan bibirnya yang tak kalah dari Arsen.


"Jangan sembarangan... Ini tempat umum," ucap Cla. "Banyak CCTV!" lanjutnya berbisik di telinga Arsen.


Arsen tergelak gemas akibat bisikan Cla. Bagaimana tidak, bisikan itu benar-benar membuat bulu kudunya berdiri. Suara Cla menyisir bulu-bulu halus yang ada di sekitaran telinga Arsen. Seolah menggugah apa yang tengah tertidur di dalam dirinya.


Tanpa meminta persetujuan, Arsen langsung menarik tubuh Cla untuk mendekat, dan menyambar bibir tipis berbalut lipstick tipis bernuansa strawberry.


Sangat cepat dan singkat, sesuai dengan yang di perkirakan oleh sang lelaki. Karena restauran yang tidak terlalu tertutup itu membuat banyak orang lebih mudah untuk melihat mereka jika ada yang lewat.


Akan tetapi bagi sang pemuda, peduli setan! Ini akan menjadi detik-detik terakhir untuk mereka berpisah. Dan entah kapan ia bisa mengulang ciuman semacam ini.


Beruntung, restauran itu cukup sepi, hanya ada mereka berdua dan dua orang laki-laki yang duduk membelakangi keduanya. Posisi yang sangat menguntungkan untuk Arsen yang sedang terbakar rasa ingin.


Meski singkat, nyatanya ciuman itu sudah berhasil membuat Arsen mendapat manis strawberry dari bibir sang gadis. Dan dengan gerakan yang cepat pula ia bisa memasukkan lidahnya ke dalam mulut sang gadis, hingga bertemu untuk bergerak lembut dengan di sertai gigitan-gigitan manja.


Pulp...


Bibir Arsen berpisah dengan bibir Cla yang lembut nan ranum. Menyisakan basah di sana akibat lidahnya yang menyisir lembut bibir Cla.


Jika Arsen mengeringkan bibirnya dengan cara menyesap habis dan memasukkan ke dalam mulutnya, maka ibu jarinya bergerak untuk menghapusnya secara perlahan dan lembut.


"Aku berangkat, Baby..." gumam Cla.


"Hemm..." Cla memaksa kepalanya untuk mengangguk meski terasa sangat berat. "Hati-hati..." ucap Cla mengusap rahang Arsen.


"Kamu juga..." balas Arsen mengecup kening Cla dengan lembut. Rasanya tidak ingin momen ini berakhir dengan sesingkat ini.


"Em.." Cla mengangguk pelan lagi.


Dan keduanya pun berdiri untuk mengantar Arsen kembali berjuang di negeri rantau. Untuk menempuh ilmu yang konon katanya lebih bagus dari pada di negeri sendiri.


Sebelum memasuki pintu yang akan mengantarnya untuk sampai pesawat, Arsen dan Cla berpelukan terlebih dahulu. Kembali merasakan detak satu sama lain.

__ADS_1


Tak bisa berkata-kata, selain pelukan yang menggambarkan betapa keduanya sesungguhnya tak ingin saling berjauhan. Ingin tetap seperti ini, tapi waktu terus berjalan.


"Aku mencintaimu dengan sangat!" ucap Arsen menatap penuh cinta sepasang mata Cla. "Sangat-sangat mencintaimu..." lanjutnya kembali mengecup kening Cla.


"Aku juga sangat mencintai mu..." balas Cla yang masih melingkarkan tangan di pinggang Arsen. "Ingat janji kita..." ucap Cla menahan rasa ingin menangis.


"Always!" jawab Arsen yakin. "See you soon, Baby... Aku akan selalu merindukan mu..."


"See you too..." balas Cla dengan sepasang mata yang mulai berkaca-kaca. "Aku bahkan sudah merindukan kamu sejak sekian tahun yang lalu..." lirihnya semakin membuat kelopak mata di penuhi dengan air mata.


"Don't cry, please..." lirih Arsen tak sanggup melihat genangan air mata di pelupuk mata sang kekasih.


"Baru kemarin kita bersenang-senang... sekarang kamu sudah harus pergi lagi..." ucapnya dengan air mata yang sudah tidak bisa lagi di bendung dengan cara apapun. Semakin di larang untuk menangis, maka usahanya untuk membendung air mata semakin tipis.


Ibu jari kembali bergerak untuk mengusap bulir air mata Cla hingga bersih. Kemudian ia daratkan kecupan di kedua mata Cla yang lembab dan masih ada titik-titik air di bulu mata sang kekasih.


"Aku tidak suka melihat air jatuh dari sepasang mata ini..." gumam Arsen.


Cla menarik nafas panjang, menenangkan dirinya supaya tidak kembali meneteskan air mata kembali. Hingga suara pemanggilan untuk penerbangan Arsen kembali berbunyi.


Mau tak mau, suka tak suka, bisa tak bisa, sanggup tak sanggup akhirnya Cla melepas pelukan dengan hati yang sangat berat.


"Bye...Baby.." ucap Arsen untuk kesekian kalinya. Bedanya kini ia sudah berjalan menuju pagar yang akan mengantarnya untuk memasuki pesawat. Tangan melambai dengan senyum cerah, meski tidak secerah hatinya yang berat meninggalkan kekasih yang sudah bertahun-tahun ia tunggu untuk bisa di miliki.


Dengan tangan beratnya, Cla melambaikan tangannya dengan senyuman yang di paksakan. Tubuhnya sudah merasa begitu lemah seiring dengan langkah sang kekasih yang semakin jauh, hingga punggung tegap itu menghilang di antara calon penumpang yang lain.


Untuk sesaat, sang gadis membiarkan dirinya berdiri membeku di tempat di mana terakhir ia di peluk oleh sang kekasih. Seolah membuat dirinya masih berada di dalam pelukan lelaki yang sama.


Bandara terlihat begitu ramai, tapi tidak begitu yang di rasakan sang gadis. Ia merasa kesepian, di tengah keramaian yang ada.


Beberapa menit kemudian, dengan langkah gontai ia melangkahkan kakinya menuju lokasi di mana ia bisa melihat jajaran pesawat yang siap untuk terbang landas meninggalkan tanah air.


"I love you, Arsen... Terima kasih sudah datang untukku..." lirihnya menatap pesawat bertuliskan Qatar Airways yang sedang bersiap untuk take off. Pesawat itulah yang akan membawa terbang sang kekasih menuju negeri Paman Sam.


Meninggalkan dirinya dengan rindu yang akan semakin menggunung setiap harinya.


...🪴 Bersambung ... 🪴...

__ADS_1


__ADS_2