Cinta Dalam Rindu

Cinta Dalam Rindu
Ct. 80 ( Buku Ini ... )


__ADS_3

Selain duduk di balkon, Cla menghilangkan kebosanannya dengan mengobrak abrik meja belajar Arsen. Di mana ada rak buku dengan berbagai jenis buku yang tertata rapi di sana. Serajin itu sang pemuda menatanya sesuai jenis buku, lalu sesuai abjad, untuk mempermudah dirinya menemukan buku yang di inginkan.


Meja belajar berwarna coklat itu ada di dalam kamar sang pemuda, berada di dekat jendela kamar dengan kursi membelakangi tempat tidur. Dan sebuah lampu belajar ada di sana.


Beberapa buku sudah di keluarkan Cla, namun akhirnya di kembalikan. Karena hampir semua buku hanya berhubungan dengan mata kuliah sang pemuda yang membuat Cla semakin pusing karena bukan bidangnya.


Sampai akhirnya ia menemukan sebuah judul buku yang ia yakini sebagai judul sebuah novel berbahasa inggris.


"Sejak kapan Arsen suka membaca novel?" gumam Cla, sembari membaca judulnya dalam hati.


' Love in dreams! '


Cla duduk di kursi belajar Arsen ketika merasa judul satu ini cukup menarik. Mungkin Arsen membacanya karena sedikit banyak mengisahkan tentang perjalanan cinta mereka. Di mana cinta mereka pernah hanya tergambar dalam mimpi. Sebelum akhirnya bisa bersemi seperti hari ini.


"Pantaskah dia aku sebut pujangga cinta karena membaca sebuah novel yang mengisahkan dirinya? Cinta dalam mimpi..." kikik Cla ketika mulai membaca sinopsis yang ada di sampul bagian belakang.


"Hmm... Sepertinya memang tidak berbeda jauh dengan kisah kita, Sayang!" gumam Cla ketika mengakhiri membaca sinopsis dan langsung membuka BAB 1.


"Seperti kamu... aku juga akan membacanya!" gumam sang gadis bersemangat.


Maka gadis itu mulai membaca satu persatu lembaran yang ada, hingga ia merasa ingin buang air kecil.


"Di mana pembatasnya?" gumam Cla tak menemukan pembatas di halaman pertama. Ia juga tak melihat lembar yang sedikit terbuka akibat terdapat sekat buku.


Akhirnya ia ingat-ingat BAB baru yang akan ia baca, BAB 4. Kemudian ia tutup buku itu, dan di balik. Menggunakan ibu jari, Cla menggerakkan dengan cepat satu persatu lembaran novel.


Supaya jika memang di dalam novel itu terdapat sekat, maka sekat itu akan jatuh ketika sampai di halaman tempat sekat itu berada. Dan jatuhlah sebuah lembaran berukuran 6x8 cm.


"Nah! Ada!" gumam Cla mengambil lembar putih yang jatuh ke lantai. "Kecil amat!"


Meraih lembaran itu untuk ia masukkan ke dalam sekat BAB 4. Namun saat ia membaliknya dan menyelipkan pada buku, ternyata lembar itu bukanlah sekat novel. Melainkan...


"Sebaiknya aku tandai pakai ini sajalah!" ucap Cla meraih bolpoin di kotak pensil. Dan menyimpan lembaran yang jatuh tadi.


***


Setelah buang air kecil, dengan wajah sedikit masam, Cla kembali meraih novel yang tadi ia baca. Karena jalan ceritanya juga seru, Cla memilih untuk melanjutkan membaca dan membawanya ke sofa ruang tamu.


Waktu terus berlalu hingga akhirnya ia terlelap di sofa dengan buku novel yang terjatuh di dadanya. Di mana terakhir kali Cla melihat jam dinding sudah pukul 10 malam waktu New York. Dan mengira mungkin Arsen tidak akan pulang malam ini.

__ADS_1


Namun ternyata sang pemuda tiba ketika jam dinding menunjukkan pukul 12 malam. Dengan berjalan kaki, Arsen tiba di apartemen setelah berjalan keluar lab dengan tergesa-gesa, karena tidak sabar untuk bisa bertemu sang kekasih. Karena Cla tidak membalas chat sejak  tugasnya selesai tadi.


Begitu tiba di apartemen, hal pertama yang di temukan Arsen adalah sang kekasih tertidur di sofa, dengan sebuah buku yang berada di dalam pelukan.


Arsen berjongkok di sisi sofa setelah meletakkan tas ranselnya di sofa single. Menghadap sang kekasih yang terlelap dalam damai. Memeta wajah indah dan nyaris sempurna Cla yang sudah dua hari ini bisa ia nikmati secara nyata.


Bibirnya tersenyum tipis, dan jemari terangkat membelai wajah Cla yang mulus. Punggung jari telunjuknya meraba lembut pipi kiri Cla ke atas dan ke bawah beberapa kali. Kemudian menyelipkan rambut yang berantakan, ke belakang telinga.


Mengecup kening sang kekasih, di lanjut dengan mengecup pipi kanan nya.


"Kenapa kamu tidur di sini, Baby?" tanya Arsen lirih tanpa berniat membangunkan Cla.


"Dingin, bukan? hmm?"


Pandangan Arsen akhirnya teralihkan oleh sampul pada buku yang ada di dalam pelukan sang kekasih. Begitu membaca satu kata judul yang ada, Arsen langsung ingat jika itu adalah sebuah judul novel yang sangat tidak asing baginya.


Dengan perlahan, Arsen mengambil buku itu dari dekapan sang kekasih. Membaca judul novel itu untuk kesekian kalinya.


"Buku ini..." gumamnya mengingat sesuatu.


Menghela nafas berat sembari duduk di lantai dan bersandar pada meja, Arsen melipat halaman yang terbuka, lalu ia membuka halaman pertama novel, dan berlanjut dengan membaca judul dari setiap episodenya.


"Bagaimana kamu bisa menemukan buku ini, Sayang?" Arsen menoleh Cla yang masih terlelap.


' Pada suatu masa... buku ini aku dapatkan dri sebuah kisah. Karena judul buku ini sama dengan kisah kita... Aku merasa perlu membacanya. Tapi... Semua tidak seperti yang aku harapkan... '


Ucap sang pemuda dalam hati.


' Waktu terus berlalu, Sayang... kamu tidak perlu membaca novel ini, bukan? '


Menghela nafas panjang, "Sebaiknya kamu tidur di kamar, Sayang!" gumam Arsen berdiri, kemudian memasukkan satu lengannya di tengkuk sang kekasih, dan satu lagi di bawah paha Cla yang masih memakai celana pendek miliknya.


Perlahan ia letakkan Cla di atas tempat tidurnya, menyelimuti dengan pelan tubuh ramping yang langsung menggeliat begitu berada di tempat yang sangat nyaman untuk tidur.


"Good night, Baby... maaf, hari ini aku sangat lama.." gumam Arsen mengecup kening Cla dengan lembut dan dalam.


Saat hendak berdiri untuk berpindah tidur di sofa. Sebuah tarikan ia rasakan di lengannya yang kekar. Kembali menoleh, begitu melihat lengannya di peluk erat oleh sang kekasih.


"Baby...." panggil Arsen meminta sang kekasih untuk melepas tangannya.

__ADS_1


Namun yang terjadi, Cla semakin menarik lengan Arsen, hingga wajah Arsen tertarik mendekat dan berhadapan dengan wajah cantik Clarice.


"Baby... aku mau ganti baju.." lirih Arsen.


"Emmm... kamu di sini saja..." rengek Cla, entah sadar atau tidak. Karena mata sang gadis masih terlelap begitu erat.


"Sayang?" panggil Arsen menahan senyum tipis di bibirnya. "Aku juga lelah.. Aku mau tidur..."


"Tidur di sini..." Cla menarik tangan Arsen lebih kuat sembari bergeser ke sisi tengah, bahkan tanpa membuka mata. Hingga Arsen jatuh di atas kasur.


Arsen bukan lelaki selemah itu hingga sekali tarik langsung jatuh. Hanya saja, ia selalu lemah jika berurusan dengan sang kekasih.


Arsen semakin tak berdaya, apalagi ketika tangan Cla semakin menarik tubuhnya dan melingkar di perutnya.


Arsen yang selalu luluh oleh gadis satu ini tak bisa berbuat apapun, selain membiarkan apa yang di lakukan oleh sang kekasih. Apalagi ada rindu juga yang ikut serta di antara keduanya.


Maka ia biarkan tubuhnya ikut berbaring di sisi sang kekasih. Berdekatan, hingga tak ada jarak di antara keduanya, karena Cla menjadikan tubuhnya bagai guling yang di peluk erat dan di jadikan sandaran kepalanya.


Arsen menatap wajah cantik yang teramat dekat itu, dalam hati ia berucap.


' Kamu ini tidur atau tidak sebenarnya? '


Arsen kembali membelai wajah cantik Cla dengan lembut.


' Kalau tidak.. tapi berat juga di angkat... '


Arsen tersenyum tipis, kembali mengagumi ciptaan Tuhan yang terindah di matanya. Hingga ia pun ikut terlelap bersama sang kekasih.


Untuk kali pertama, keduanya terlelap di ruangan yang sama, ranjang yang sama dan sama-sama saling memeluk.


***


Pagi itu, Cla yang lebih dulu terbangun. Mungkin karena lelahnya Arsen, membuat pemuda itu terlambat bangun.


Menggeliat kecil, me-rileks kan otot yang tegang sembari mengeluarkan suara yang khas, seolah melepas lelah. Kemudian membuka mata dan barulah ia menyadari sesuatu yang besar ada di sampingnya.


Menoleh ke kiri dan ...


...🪴 Bersambung ... 🪴...

__ADS_1


__ADS_2