Cinta Dalam Rindu

Cinta Dalam Rindu
Ct. 57 ( Pencarian! )


__ADS_3

Mematikan panggilan telepon sang Ibu, Arsen segera bergegas menghubungi satu persatu teman yang di anggap sebagai teman Cla di tempat kursus bahasa asing. Namun semua tidak ada yang tau di mana keberadaan Cla.


Justru mereka mengatakan, jika Cla tidak hadir di hari itu.


Arsen membuka satu persatu pesan yang masuk ke ponselnya. Di sana ada satu nomor yang di duga nomor Daddy Kenzo.


Daddy Kenzo mengirim rekaman CCTV yang menunjukkan Cla meninggalkan rumah dengan berjalan kaki.


Berpakaian casual seperti biasa, hoodie berwarna biru terang membalut tubuhnya. Selain itu Cla juga menggunakan tas ransel kecil berwarna coklat tua dengan logo LV di sana.


Yang membuat semua bingung, Cla memasuki pintu belakang sebuah mobil yang di perkirakan taksi online. Dan seorang security tampak berdiri di belakang Cla. Menunggu sampai taksi itu bergerak menjauh.


[Security bilang, Cla nanti pulang di antar oleh teman kursus bahasa asingnya. Tapi sampai malam Cla tak kunjung datang.]


Pesan singkat yang menyertai video rekaman CCTV itu.


"Jadi, ketika meninggalkan rumah ponsel Cla sudah tidak aktif..." gumam sang pemuda.


"Kemana kamu sebenarnya, Baby..." lirih Arsen menatap khawatir pada rekaman yang di ulang kembali.


Keluar dari lab, hal pertama yang ingin ia lakukan adalah melihat wajah cantik tersenyum manis padanya.


Meski tak terlihat secara nyata, setidaknya bisa membuatnya kembali semangat menjalani hari-harinya yang runyam dan melelahkan di negeri Paman Sam.


Namun kabar buruk justru menyambut kembalinya ia dari isolasi dunia teknologi yang menguras tenaga dan pikiran.


"Sen! Aku mau pulang. Charger mau aku bawa..." ucap teman sekelasnya yang menghampiri.


"Oh! baiklah!" Arsen segera mencabut colokan dan mengembalikan charger itu pada temannya. "Thanks ya!"


"Yaa!" jawab temannya santai, lalu pergi meninggalkan Arsen sendirian.


"Huuuff!" Arsen menghela nafas frustasi. Karena baterai ponsel sudah benar-benar tidak bisa menolongnya.


' Aku harus pulang dulu. Dan kembali fokus mencari keberadaan Cla dari apartemen! '


Gumamnya dalam hati sembari mengemasi barang-barangnya di atas meja dengan cepat, dan bergegas pulang ke apartemen.

__ADS_1


***


Jika di New York ada Arsen sedang pontang panting mencari Cla melalui saluran internet, karena hanya itu yang bisa ia lakukan ketika jarak yang tak terbentang memisahkan mereka.


Maka di Indonesia ada Daddy Kenzo yang mati-matian mencari putri sambungnya dengan berbagai cara sejak kemarin. Selain melapor polisi, beliau juga mencari dengan cara lain. Yaitu mengandalkan pegawainya sendiri dan membuat beberapa di antara bekerja lembur dengan penawaran bonus yang akan merugi jika di tolak oleh mereka.


Tim IT dari perusahaan nya di buat turun tangan untuk mengecek CCTV di jalanan dengan cara meretas. Mencari arah mana saja yang di lalui oleh mobil yang membawa Cla.


Namun sayang, saat taksi online itu terdeteksi berhenti, justru orang berbeda yang di turunkan. Bukan lagi Clarice. Entah, di mana sang gadis turun.


"Apa Clarice di culik?" gumam Daddy Kenzo berdiri dengan gagah di belakang anak buahnya yang sedang mengejar taksi online melalui kecanggihan teknologi yang tidak semua orang bisa menguasai.


"Jika memang iya, semua ini sudah di rencanakan dengan sangat matang!" lanjutnya bergumam menatap layar komputer. "Benar-benar senyap..."


"Apa ada orang baru yang sedang dekat dengan Cla?" tanya Papa Zio yang berdiri di samping kanan Daddy Ken.


"Setau ku tidak," jawab Daddy Ken. "Tapi dia memang tidak pernah bercerita kalau punya teman baru..."


"Hmm..." Papa Zio mengangguk, membenarkan ucapan suami mantan istrinya itu. Cla memang tidak terlalu banyak bercerita jika menyangkut teman laki-laki selain Arsen.


"Apa mungkin ada unsur kisah cinta tak sampai, Pak?" tanya Venom yang berdiri di sisi kiri Daddy Ken.


Dua orang yang menjadi Ayah kesayangan Clarice menoleh pada Venom secara bersamaan dengan tatapan dan pertanyaan yang sama.


Venom yang di tatap sedemikian rupa seketika merasa salah tingkah. Apa dia sudah salah menebak? Padahal hal itu bisa saja terjadi.


"Maksud kamu, pacarnya?" tanya Daddy Ken. "Pacarnya ada di New York, you know!" sembur Daddy Ken. "Lagi pula kami merestuinya, tidak mungkin jika mereka kabur begitu saja!" dengkus sang pemilik perusahaan di mana dua orang di sisinya bekerja.


"Tapi..." gumam Papa Zio yang membuat Daddy Ken dan Venom menoleh bersamaan ke arah Papa Zio. Menanti asumsi apa yang akan di sampaikan oleh mantan suami dari istri pemilik perusahaan itu.


"Apa mungkin ada yang menyukai Cla diam-diam?" Papa Zio menatap Ayah sambung putrinya dengan penuh tanda tanya. Lelaki itu yang selama ini lebih sering tinggal bersama Cla di banding dirinya, meski ia berstatus sebagai Ayah kandung.


Sontak Daddy Kenzo mengerutkan keningnya, seolah mengingat-ingat sesuatu. Yaitu pesan yang pernah di sampaikan oleh kekasih putrinya. Tentang Kakak tingkat yang menyukai Cla. Bahkan ia pernah di minta untuk membantu menjaga Cla.


"Aku ingat!" desis Daddy Ken dengan sebuah seringai yang kejam. Menatap lurus ke depan, seolah ia sudah menemukan satu jalur dari benang kusut yang berserakan sejak kemarin.


"APA?" tanya dua orang di sisinya bersamaan.

__ADS_1


Selain itu, tim IT yang ia pekerjakan untuk melacak CCTV kota juga ikut menoleh pada sang pemilik perusahaan. Mereka juga ingin tau apa yang akan di ucapkan oleh Daddy Ken, kemudian apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu.


"Arsen pernah bilang... Jika ada Kakak tingkatnya ada yang berusaha mengejar Cla..." gumam Daddy Kenzo.


"Apa ada kemungkinan dia terlibat?" tanya Papa Zio dengan cepat.


"Aku tidak tau..." geleng Daddy Ken menatap tegas seolah mengambil ancang-ancang ke arah depan.


"Siapa namanya?" sahut Venom yang ikut pusing akan hilangnya gadis yang juga ia anggap sebagai putrinya. Di mana ia juga tidak akan mungkin bisa jika melihat sesuatu yang buruk terjadi pada gadis yang ia kenal sejak lahir itu.


Kenzo mencoba untuk mengingat-ingat, apakah waktu itu Arsen menyebutkan nama laki-laki yang mencoba untuk mengejar putrinya atau tidak.


"Aku lupa..." jawabnya kemudian.


"Hah..." Papa Zio menghela nafas panjang dengan kasar. "Lalu bagaimana kita bisa mencarinya?"


"Yang jelas kita tidak boleh gegabah! Karena itu hanya kemungkinan!" sahut Daddy Ken. "KIta bisa di tuntut sebagai pencemaran nama baik jika sampai terlalu cepat mengambil tindakan!"


"Aku punya ide!" ujar Venom.


"Apa?"


"Retas CCTV kampus Cla! Dan cari tau laki-laki seperti apa saja yang pernah berdekatan ataupun mengobrol dengan Cla selama enam bulan terakhir!"


"Cepat lakukan!" seru Daddy Ken menoleh pada tim IT yang juga sedang mendengarkan dengan seksama.


"Siap, Tuan!" sahut tiga orang yang di pekerjakan oleh Daddy Ken malam itu untuk bisa lembur sampai pagi atau entah sampai kapan.


"Kita harus menemukan laki-laki yang di maksud oleh Arsen!" gumam Daddy Ken.


"Hm!" sahut dua orang di sisi kanan dan kirinya.


Enam orang di dalam ruangan yang di penuhi dengan alat berteknologi canggih tengah dalam situasi yang menegangkan. Tujuan mereka berada di ruangan itu adalah sama, yaitu menemukan seorang gadis yang sangat berarti.


Dan semua itu dilakukan dengan cinta yang tulus. Apalagi ada seorang wanita yang sejak menghilangnya sang anak gadis masih menangis sampai malam ini. Sungguh memilukan.


"Kami menemukan beberapa Mahasiswa, Pak! Dan yang paling sering adalah laki-laki ini!" ucap seseorang menunjukkan sebuah foto screenshoot hasil pencariannya.

__ADS_1


...🪴 Bersambung ... 🪴...


__ADS_2