
Dua anak muda yang seumuran tengah berada di dalam sebuah lift. Sama-sama perempuan dan berumur 21 tahun, hanya berbeda kewarganegaraan dan rupa saja. Kulit sama putih hanya saja kulit Indonesia asli dan kulit bule ada perbedaan sedikit.
Namun keduanya memiliki kesamaan yang tidak akan bisa di pungkiri. Yaitu... mencintai lelaki yang sama.
Hanya saja salah satu dari mereka beruntung karena berhasil memiliki laki-laki itu.
Jika sebelumnya Cla melihat gadis itu dari jarak jauh, tanpa gadis itu tau. Lalu Lady sendiri waktu itu hanya melihat punggung Cla, kemudian melihat wajahnya melalui profil Arsen yang sudah berganti tanpa editan.
Maka kini, keduanya berada di jarak yang sangat dekat dan saling mengenali satu sama lain, meskipun keduanya sama-sama tidak sadar jika di kenali.
Cla tengah menyibak rambut yang menutupi sebagian wajahnya, sebelum akhirnya ia melihat pantulan wajah gadis di sisi kirinya.
Sedangkan Lady sendiri, menoleh karena merasa tidak asing dengan baju yang di pakai oleh gadis asing di sisi kananya.
Siapa sangka, hal itu membuat keduanya beradu pandang dalam waktu kurang lebih tiga detik tanpa senyuman sama sekali. Dan justru langsung membuang pandang ke arah lain.
Cla langsung menatap dinding di depannya dengan sepasang mata yang terlihat tegang dan nafas yang terasa berat. Dadanya bergemuruh, karena jantung sontak berpacu dengan detaknya akibat shock berat.
Dan apa yang di alami Cla tak jauh berbeda dengan yang di alami oleh Lady di sisi kiri.
Keduanya sempat saling bergantian mencuri pandang, namun langsung membuang pandang kembali ketika yang di lirik menyadari jika tengah di lirik.
' Oh, my God! Ternyata dia!!! '
Pekik Cla dalam hati.
' Berarti benar dia di lantai empat! '
' Kenapa aku tadi tidak menyadarinya! '
Gumam sang gadis di dalam hati.
' Dia... kekasihnya Arsen, kan? Aku masih sangat ingat wajahnya! '
Gumam Lady di dalam hati sembari mengingat-ingat foto profil Arsen yang semalam membuatnya tak bisa tidur. Di mana biasanya yang di gunakan Arsen foto yang di edit menjadi sebuah lukisan, tapi semalam di ganti menjadi foto aslinya.
' Aku tidak salah lagi! Dia kekasihnya Arsen! Dia memakai baju Arsen! '
Gumamnya kembali sembari melirik wajah Cla melalui pantulan dinding lift, dan langsung membuang muka ketika Cla menyadari jika ia tengah mencuri pandang.
Pintu lift terbuka ketika sudah sampai di lobby, namun kedua gadis itu masih membeku di tempat masing-masing. Seolah berkata dalam hati, kamu saja yang keluar duluan!
Namun tak ada yang keluar sama sekali.
__ADS_1
Sampai akhirnya Cla melihat seseorang hendak memasuki lift melalui ujung ekor matanya, sehingga kesadaran sang gadis kembali walau tak 100% dan langsung berjalan keluar tanpa menyapa maupun menoleh ke arah Lady.
Cla bergerak dengan sangat kaku dan berjalan sedikit lebih cepat ke arah Cafe yang ada di lobby apartemen.
Cla ingin sekali menoleh ke belakang, tapi ia sangat gugup dan ragu. Khawatir jika ia menoleh, maka ia akan bertemu tatap dengan tatapan mata gadis itu.
Ah! Ia belum menyiapkan diri untuk bertemu gadis itu. Ia sama sekali tak menyangka jika akan bertemu di lift hingga turun di lobby. Dan itu membuatnya salah tingkah sendiri.
Dengan gugup sang gadis langsung masuk ke Cafe dan menghadap meja kasir. Memesan beberapa menu camilan dan minuman yang ia inginkan. Cla memesan taco, hotdog dan es coklat.
Sampai akhirnya, ekor matanya melihat jika gadis pirang itu juga memasuki area Cafe. Namun gadis itu terlihat ragu untuk mendekati meja kasir.
"Totalnya 10,5 dolar, Nona!" ucap kasir menyebutkan jumlah harga makanan yang di pesan oleh Cla.
"Bayar pakai ini ya?" ucap Cla menyodorkan kartu ATM milik Arsen.
"Baik, Nona!" jawab sang kasir.
Sementara itu, Lady yang sudah berjalan mendekati meja kasir, tertegun melihat Cla membawa kartu ATM negara Amerika, yang tidak asing di matanya. Tidak semua pendatang di sana bisa memiliki kartu ATM negara Amerika, bukan?
Jika kekasih Arsen tinggal di Indonesia, hanya kemungkinan kecil gadis itu memiliki kartu ATM Amerika. Dan itu membuat hati Lady semakin menciut.
' Mungkin benar... dialah gadis yang membuat Arsen dulu meninggalkan negaranya. Dan kini gadis itu telah di milikinya secara nyata. Sangat wajar jika Arsen memberikan semua yang ia punya. '
Lady menarik dan menghembuskan nafas dengan cukup berat. Seolah ada beban berat di dalam dadanya yang membuat dirinya sulit bernafas.
Lady berjalan mendekat. Meski ragu, akhirnya ia memberanikan diri untuk berdiri di belakang Cla dan menunggu antrian dirinya tiba.
"Thank you..." ucap Cla menerima nomor meja, kartu dan nota pembeliannya.
Cla membalikkan badan tanpa melihat situasi, dan itu membuat dirinya sedikit tersentak kaget karena ia langsung berhadapan dengan Lady yang sontak menahan nafas begitu pandangan mata mereka bertemu.
Membeku, dua gadis itu kembali membeku untuk beberapa detik. Hingga akhirnya Cla berhasil memutuskan pandangan terlebih dahulu. Dan berlalu dari hadapan gadis pirang yang menjadi rivalnya itu.
Cla duduk di kursi yang kemarin ia tempati bersama Arsen. Dari posisi itu, Cla masih bisa melihat jelas Lady yang tengah memesan makanan.
' Dia selalu tampil stylish! '
' Dari ujung kaki sampai ujung kepala di perhatikan dengan sangat detail ... '
' Rasanya mustahil, jika Arsen tidak pernah melirik atau menoleh gadis itu... '
' Kalau aku laki-laki saja... bisa jadi aku akan tertarik padanya... '
__ADS_1
Gumam Cla dalam hati. Ia hanya diam bagai tengah melamun di tengah keramaian pengunjung Cafe. Merasa insecure dengan diri sendiri yang tidak terlalu memperhatikan penampilan.
Hingga akhirnya ia berjingkat kaget ketika tiba-tiba ponsel dengan tiga mata di bagian belakang atas sebelah kiri bergetar dan berdering lirih menyenggol tangannya yang terdiam.
"Astaghfirullah!" pekiknya tertahan hingga pundaknya terangkat dan mata berkedip dengan cepat.
Menoleh layar ponsel, dan nama MY SOUL muncul di sana beserta fotonya dan foto sang kekasih yang terlihat dengan jelas.
"Huffh..." sebelum menarik tombol biru ke atas, Cla menghela nafas panjang dan pelan melalui bibir. Menetralkan diri dari kegugupan akibat bertemu dengan orang yang sangat tidak ia sangka-sangka akan muncul di hadapan.
"Hai, Sayang?" sapa Cla sembari menyandarkan ponsel pada nomor meja yang ada di depannya.
"Hallo, Baby..." suara Arsen terdengar cukup lirih, karena di perkecil oleh Cla.
"Istirahat?"
"Hmm... 15 menit!" jawab Arsen. "Kamu di Cafe?"
"Iya... lapar.. mau nyemil.." kikik Cla.
Lupa sudah sang gadis pada si pirang akibat melihat wajah Arsen yang tampan di layar ponsel. Wajah putih mulus, rambut bercat cinnamon brown, lalu terukir senyum yang manis di bibir, hingga membuat jantung Cla serasa diabetes.
Jantung diabetes?
"Mana?" tanya Arsen tak melihat apapun di atas meja.
"Masih pesan..." jawab Clarice santai.
"Kamu sedang makan juga?" tanya Cla melihat Arsen tengah mengunyah sesuatu.
"Hmm..." Arsen mengangkat hamburger untuk di tunjukkan pada sang kekasih.
"Wow! besar juga!" ujar Cla. "Pulang jam berapa?" tanya Cla.
"Aku tidak tau, Sayang! Masih banyak yang harus aku selesaikan. Mungkin sampai malam..." jawab Arsen.
"My God..." lirih Cla. "Sesibuk itu kamu di kampus..."
"Ya.. beginilah! Tapi aku sudah terbiasa," jawab Arsen. "Aku ingin menyelesaikan tugas ini hari ini, supaya besok bisa libur dan kita bisa jalan-jalan!" ujar sang pemuda.
Selain Arsen melihat senyum manis di bibir Cla, ia juga sekaligus melihat sosok Lady melintas di belakang kursi yang di duduki Cla. Dan gadis itu menoleh pada ponsel Cla. Yang mana artinya Lady dan Arsen saling melihat satu sama lain tanpa sengaja.
...🪴 Bersambung ... 🪴...
__ADS_1