Cinta Dalam Rindu

Cinta Dalam Rindu
Ct. 65 ( Proses Kabur! )


__ADS_3

Di Indonesia, ada para Daddy yang menanti kabar dari Arsen. Tentang bagaimana cara putri mereka kabur, dan sampai kapan Cla berencana di New York. Dan masih banyak lagi yang sangat ingin di pertanyakan, termasuk kabar dan kondisi sang anak gadis.


Namun sayang, laki-laki itu sejak mengabari Daddy Ken pertama kali, tak lagi memegang ponselnya yang tanpa nada dering. Ia masih asyik melepas rindu bersama sang kekasih dengan cara sederhana ala sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta.


Sehingga panggilan telepon pun tak di ketahui oleh sang pemuda. Apalagi saat ini ada gadis cantik di pangkuannya yang siap ia interogasi secara khusus.


Mau tak mau, akhirnya Cla kembali duduk di pangkuan Arsen setelah gagal berdiri karena di tahan oleh tangan Arsen. Berada di jarak yang sedemikian dekat, tidak perlu tanya berdebar kah jantung sang gadis? Atau salah tingkah kah saat ini?


Karena semua itu sudah pasti benar di rasakan oleh sang gadis. Bahkan ia terlihat begitu kaku di pangkuan sang kekasih yang sesungguhnya sangat senang memangku nya seperti ini. Karena dadanya yang bidang, bersentuhan langsung dengan punggung Cla.


Dan pertanyaan Arsen tentang bagaimana ia bisa kabur, membuat Cla ragu untuk menjawab. Khawatir akan dipersalahkan dengan cara yang tak ia sukai.


"Emmm..." Cla menarik nafas panjang terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan sang kekasih.


Arsen meletakkan buket pemberian sang kekasih di sisi kiri nya. Dan kini kedua tangan beralih untuk fokus melingkar di perut gadis yang di yakini  Arsen akan berusaha menghindar dari pertanyaannya.


Merasa tidak bisa kabur lagi, senyum kecil dan salah tingkah tersungging di bibir manis nan tipis yang baru saja di cium sang kekasih sampai puas.


"Aku memang sudah berencana ke sini... sejak kamu menghilang dan tak kunjung muncul!" ucap Cla melirik setengah sinis pada sang kekasih, di tambah bibir yang cemberut.


"Dan kamu tau betul alasannya, Sayang!" sahut Arsen menjelaskan secara tidak langsung.


"Hmmm... Aku tau!" celetuk Cla tak kalah cepat. "Dan aku... rindu..." jawabnya malu-malu.


Arsen tersenyum senang mendengar kata rindu.


"Aku ingin bertemu dengan kamu di hari ulang tahun pertama kamu saat bersamamu. Aku juga ingin meminta maaf karena sudah menghilang dengan sengaja waktu itu. Tapi tidak tau harus bagaimana, izin pun pasti tidak akan di beri."


Mengangguk paham, "Lalu?"


"Lalu hari jum'at waktu itu... seorang teman dari tempat kursus bahasa asing mengajak ku untuk berangkat ke tempat kursus bersama di hari sabtu," jelas Cla.


"Laki-laki atau perempuan?" tanya Arsen langsung, karena hal ini sangat penting baginya.

__ADS_1


"Perempuan lah!" jawab Cla cepat. "Kalau laki-laki juga aku tidak akan mau! Takut ketahuan kamu!"


"Pintar!" sahut Arsen mengecup pipi Cla untuk kedua kali sebagai imbalan sudah mau memikirkan perasaannya.


"Beruntung, temanku mengajak untuk bertemu terlebih dahulu di salah satu kedai, yang ku ketahui warung milik saudaranya." ucap Cla. "Meminta ku untuk naik taksi saja, biar pulang di antar olehnya. Aku dulu sering seperti itu, tapi dengan teman satu itu baru pertama kali."


"Hmm..." Arsen mengangguk dan mendengarkan dengan seksama.


"Kemudian aku berpikir... aku jadikan saja hari itu untuk berangkat ke sini." jelasnya dengan mata berbinar. "Lalu aku memesan tiket diam-diam. Tanpa sepengetahuan Daddy dan Mommy."


"Karena kalau mereka tau, sudah pasti semua akan gagal sebelum misi di mulai!" lanjutnya. "Kamu tau, kan? mereka selalu melarang ku pergi keluar negeri sendirian. Padahal kalian semua bisa bebas kemanapun yang kalian mau, bukan?" tanya Cla dengan maksud protes pada aturan yang di buat oleh keluarganya dengan wajah cemberutnya.


Arsen kembali mengangguk, membenarkan kalimat sang kekasih yang memang benar adanya.


"Jadi aku berangkat naik taksi online yang aku pesan, sebelum aku mematikan ponsel ku yang sampai saat ini aku matikan" lanjutnya tersenyum kikuk.


"Tapi ternyata di tempat makan itu juga ada Kak Victor! Dan aku baru tau kalau ternyata mereka berteman!" lanjutnya lagi.


"Lalu?" tanya Arsen dengan nada sedikit dingin.


"Karena sesungguhnya aku sudah berniat kabur, jadi aku tidak peduli ada siapa di sana! yang jelas aku harus segera pergi, karena jam take off pesawat tersisa dua jam saja."


"Lalu aku izin ke toilet, tapi kemudian aku kabur menggunakan taksi yang kebetulan lewat. Dan aku langsung menuju bandara tanpa membawa apa-apa selain skin care yang aku bawa di tas!"


"Sampai di sini, aku langsung menuju toko kue yang sudah aku search dekat apartemen kamu sebelum aku memutuskan untuk memesan tiket! Lalu aku juga beli satu set baju seadanya untuk ganti di toko yan gaku lewati!"


"Jadi semua aku persiapkan sebelum ponsel aku off kan. Biar Mommy dan Daddy tidak bisa melacak keberadaan ku. Setidaknya untuk satu atau dua hari! Hehehe!" kikik Cla seolah tidak merasa bersalah akan kekacauan yang ia tinggalkan di tanah air.


Sesungguhnya ia tak ingin menceritakan semua itu. Biarlah menjadi ceritanya sendiri.


Namun terbesit dalam pikiran untuk lebih baik jujur. Kalaupun akhirnya Arsen akan mengabari keluarganya, biarlah. Toh ia memang sangat salah karena sudah melalukan hal yang bisa membuat keempat orang tuanya khawatir atau bahkan marah.


Bahkan mungkin Felia, sang saudara tiri sekaligus teman curhatnya itu geleng-geleng kepala dengan ulahnya yang tergolong konyol dan nekat untuk anak yang berada di bawah pengawasan ketat seperti dirinya.

__ADS_1


Tapi semua ini kelak akan menjadi cerita bersejarah yang bisa ia jadikan kenangan, bukan?


Arsen menarik nafas panjang, sebelum ia mengambil alih untuk ganti di dengarkan oleh Clarice. Ia tarik sebentar tubuh Cla di pangkuan agar lebih erat dan dekat dengannya. Sebelum akhirnya ia lepaskan dan berganti dirinya yang bicara.


"Apa kamu punya pikiran, jika rencana teman kamu adalah rencana Victor?" tanya Arsen menatap lekat sang kekasih.


"Hah?" pekik Cla. "Tapi kami bertemu secara tidak sengaja di sana." bantah Cla. "Dia bilang memang suka beli makanan di kedai saudara temanku!"


"Baby, please! Jangan terlalu polos!" sahut Arsen. "Mereka sudah merencanakan sesuatu untuk bisa bertemu dengan mu. Kamu lupa Victor mengejar mu?"


Cla mengangguk sembari mengingat ekspresi mereka yang memang sejak awal mencurigakan. Jurusan psikologi yang ia pelajari sedikit banyak sudah membuatnya antisipasi. Hanya saja jiwa mudanya masih sering mengalahkan akal sehat.


"Dan kamu tau?"


"Apa?"


"Keluarga kita heboh sendiri dengan menghilangnya kamu secara tiba-tiba."


"Oh ya?" tanya Cla dengan polosnya.


"Hemm!" Arsen mengangguk. "Dan aku adalah orang pertama yang di kejar! Seolah mereka semua menduga kamu bersamaku!"


"What!" pekik Cla menoleh sang kekasih dengan sepasang mata yang membulat.


"Ya! Mereka semua menanyakan kamu padaku," jawab Arsen.


"Apa mereka tau aku pergi ke sini?" tanya Cla berharap tidak."


"Aku sudah memberi tahu Daddy Ken kalau kamu di sini."


"WHAT!" pekik Cla setengah berteriak dan reflek bangkit dari pangkuan sang kekasih dengan sepasang mata yang terbelalak lebar.


...🪴 Bersambung ... 🪴...

__ADS_1


__ADS_2