Cinta Dalam Rindu

Cinta Dalam Rindu
Ct. 71 ( Keputusan Daddy Ken! )


__ADS_3

Daddy Ken duduk tepat di samping sang istri yang wajah nya sudah teramat sembab karena menangis terus menerus sejak menghilangnya sang anak gadis. Mommy Calina bahkan tak bisa untuk sekedar makan karena menunggu kabar dari sang putri.


Bukan hanya sang Mommy yang menangis. Tapi juga kedua nenek Clarice yang juga teramat menyayangi Cla. Meski Nenek Nurita hanyalah Nenek sambung Cla, tapi beliau menyayangi Cla seperti cucu-cucunya yang lain.


Begitu juga dengan Galen yang setia menemani sang Ibu. Sebagai seorang Mahasiswa yang berada satu kampus dengan sang Kakak, Galen sudah berusaha untuk bertanya pada teman-teman Cla yang ia kenal. Meski hasilnya nihil.


"Apa belum ada kabar, Mas?" tanya Mommy Calina dengan suara beratnya akibat terlalu banyak menangis. Ia menatap sang suami dengan tatapan penuh harap, jika sang putri sudah di ketahui keberadaannya.


Menarik nafas panjang dan menghelanya, Daddy Ken mengusap tangan istrinya sebelum memulai cerita miris yang ingin ia ceritakan.


"Aku memerintahkan orang untuk menangkap Victor, Mahasiswa Pascasarjana yang di perkirakan menyukai Cla," ucap Daddy Ken dan di dengarkan dengan seksama pula oleh semua yang ada di ruangan itu.


"Dugaan ku tidak salah, Victor memang menyukai Cla dan ingin menculik Cla waktu itu."


"Hah!" pekik Mommy Cal. "Jadi Cla di culik?" tanya Mommy Calina dengan sepasang mata yang terbelalak lebar dengan jantung yang berdetak dua kali lipat dari sebelumnya.


"Dengarkan aku dulu, Sayang..." sahut Daddy Ken. "Hari itu Victor dan teman kursus bahasa asing Cla memang berencana untuk menculik Clarice. Tapi..."


"Tapi apa, Mas?"


"Tapi Cla kabur, sebelum ia berhasil di bawa pergi oleh Victor dan temannya."


Semakin terbelalak lah sepasang mata ibu tiga anak itu. "Lalu sekarang di mana dia, Mas?"


Sebelum menjawab, Daddy Ken menatap satu persatu wajah orang-orang yang penasaran dengan jawaban yang akan beliau sampaikan.


"New York!" jawab Daddy ken datar sembari menanti reaksi dari para wanita yang ada di depannya.


"APA!" pekik orang-orang yang mendengar jawaban Daddy ken.

__ADS_1


"Di New York?" ulang Mommy Calina seperti tidak percaya dengan apa yang di ucapkan sang suami.


"Ya, Sayang. Dia di New York menemui Arsen. Karena Arsen berulang tahun hari ini."


"Ya Tuhan, Clarice...." rintih sang Ibu merasa lega karena Cla di temukan, tapi juga shock dan kecewa dengan perginya sang putri ke luar negeri seorang diri tanpa di dampingi oleh siapa-siapa. Dan lebih parahnya tanpa izin pada siapapun juga.


"Apa yang ada di dalam pikirannya sampai pergi ke New York sendirian..." gumam sang Ibu meremas baju yang di kenakan sejak semalam. Saking khawatirnya dengan sang putri, Mommy Calina sampai tidak tertarik untuk merawat diri.


"Kenapa harus pergi diam-diam... apa dia tidak memikirkan seperti apa perasaan kita, ketika dia tiba-tiba menghilang?" lanjutnya terus bergumam dengan tubuh yang terasa begitu lemas.


"Ya Tuhan, Clarice..."


Mommy Calina terus saja merintih. Begitu pula yang di lakukan oleh Eyang Shinta. Bedanya Eyang Shinta lebih tenang meski dia sangat shock ketika mengetahui tujuan Cla adalah untuk menemui kekasihnya.


"Kita harus menjemputnya, Mas!" seru Mommy Calina menatap sang suami serius.


Sontak semua ikut menatap Daddy Kenzo selaku kepala keluarga di rumah itu. Berharap Daddy Ken juga mengambil keputusan yang sama, yaitu menjemput satu-satunya anak gadis yang ada di dalam rumah mewah itu.


"Kita harus menyusulnya, Mas! Jangan terlalu lama berpikir!" ulang Mommy Calina dengan dada kembang kempis menahan segala sesak di dalam dada. Melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh sang suami, Mommy Calina yakin jika sang suami tidak setuju dengan apa yang ia inginkan.


"Tenangkan diri kamu dulu, Sayang..." ucap Daddy Ken menatap lekat istrinya.


"Tenang bagaimana maksud kamu, Mas?" tanya Mommy Calina heran. "Kita harus menjemputnya! Titik!" keukeh Mommy Calina.


"Cla sudah dewasa, aku yakin dia bisa menjaga diri dengan baik," ucap Daddy Ken. "Kita juga harus bisa mengerti dia, bukan?"


"Ini bukan tentang menjaga diri dari orang jahat, Mas! Tapi Cla di luar negeri hanya berdua dengan Arsen... Dan kamu jelas tau apa hubungan mereka!" engah Mommy Calina menatap tak percaya dan kecewa dengan jawaban sang suami.


"Tidak mungkin kan, mereka hanya duduk manis di depan televisi atau bermain ponsel masing-masing setiap hari, setiap waktu?" tanya Mommy Calina. "Tidak mungkin kan, mereka hanya pergi jalan-jalan berdua lalu makan bersama? Tidak mungkin kan, Daddy Kenzo?" ucap Mommy Calina menggelengkan kepalanya resah.

__ADS_1


Namun Daddy Ken masih terlihat tenang. Ia tak pernah ingin berdebat dengan sang istri yang selama ini sudah sangat sabar pada dirinya dan juga anak-anak.


"Itu benar, Kenzo..." sahut Eyang Shinta. "Mama juga tidak akan tenang kalau Cla di sana hanya dengan Arsen saja!"


"Sayang, Ma... Aku rasa... dia hanya ingin merasakan apa yang di rasakan oleh kebanyakan anak muda di luaran sana..." jawab Daddy Ken menatap Ibu mertuanya. "Kita semua pernah muda, dan bukankah Dygta kelak juga ingin kuliah di luar negeri?"


"Tapi dia anak perempuan, Mas!" sahut Cla sedikit menghentak. "Aku tidak mau anak perempuanku berkeliaran di luar negeri sendiri. Kamu sendiri tau seperti apa kehidupan di sana!"


"Dia sudah besar, Sayang... Dia pasti tau mana yang baik dan tidak baik untuk dirinya." keukeh Daddy Ken. "Biarlah dia sana untuk beberapa hari. Setelah itu aku akan menjemputnya."


"Jika laki-laki dan perempuan berdua-duaan, maka yang ke tiga adalah setan. Dan setan menyukai apa yang tidak baik untuk kita."


"Aku percaya pada putriku! Dan aku memegang janji Arsen padaku!" ucap Daddy Ken sedikit lebih tegas dari sebelumnya. "Lagi pula apa yang berani di lakukan Arsen jika berada di bawah ancaman ku?" tanya Daddy Ken.


"Setan bisa membuat mereka lupa akan janji, Mas!"


"Ini sudah keputusan ku dengan Zio, Sayang!" jawab Daddy Ken. "Kami sepakat untuk membiarkan mereka bersama setidaknya untuk beberapa hari ke depan. Lalu aku akan meminta Cla pulang, jika ia menolak maka aku sendiri yang akan menjemputnya."


"Tapi aku Ibunya, Mas! Aku juga berhak memberi keputusan untuk Clarice, putriku! Aku yang melahirkan dia! Aku yang utama untuknya!" ucap Mommy Cal sedikit terengah.


"Sebenarnya apa yang ada di otak kalian para lelaki?" tanya Mommy Calina. "Menunggu putri kita menjadi liar di lauran sana dan kembali dalam keadaan tidak baik-baik saja?" ucap Mommy Cal setengah berteriak dan menatap tajam suaminya.


"Dia pasti bisa menjaga diri dengan baik, Sayang..."


"Kalau kamu dan Mas Zio menolak untuk menjemput Cla, biar aku sendiri yang menjemputnya, Mas!" ucap tegas Mommy Cal.


Mommy Cal begitu kesal dengan keputusan sang suami yang sungguh tidak sama dengannya.


Lantas, jika Cla mendapat lampu hijau dari Daddy Ken dan Papa Zio, apakah ia juga akan lolos dari amarah Mommy Cal?

__ADS_1


...🪴 Bersambung ... 🪴...


__ADS_2