Cinta Dalam Rindu

Cinta Dalam Rindu
Ct. 38 ( Cemburu! )


__ADS_3

Waktu masih menunjukkan pukul setengah 10 pagi ketika mereka sampai di mall Neo Soho. Di dalam mall itulah Jakarta Aquarium dan Safari berada.


Karena salah satu wisata indoor itu buka jam 10 pagi, sedang Cla enggan untuk shopping di area mall nya, jadi Arsen memilih untuk langsung ke lokasi pembelian tiket.


Arsen berdiri di barisan loket untuk mengantri tiket. Meski masih pagi, sudah ada beberapa orang di depannya yang juga mengantri. Dan sang pemuda berada di antrian ke lima.


Sementara Cla memilih untuk menunggu di salah satu sisi lokasi tiket yang berjarak hanya sekitar 10 meter dari posisi Arsen saat ini.


Setiap satu langkah Arsen maju ke depan, Cla pasti akan melihatnya, dan Arsen pun akan menoleh pada dirinya. Hal itu membuat pandangan mereka bertemu hingga mengakibatkan salah tingkah berlebihan pada sang gadis jelita yang baru pertama kali jalan berdua dengan laki-laki.


Dari posisi sang gadis, ia bisa melihat dengan jelas gestur sang kekasih yang mana jika ia melihat sekitar, maka akan banyak gadis-gadis remaja atau bahkan Ibu-Ibu muda yang meliriknya.


Jakarta memang banyak di huni oleh pemuda berkulit putih dan tampan. Tapi setiap orang memiliki garis wajah yang berbeda dan itu membuat daya pikat setiap laki-laki sudah pasti berbeda pula.


Dan dari sini Cla bisa memperkirakan, jika sang kekasih lah yang saat ini menjadi juaranya. Meski di ruangan itu ada banyak pemuda seusianya yang juga datang bersama kekasih, atau memang bergabung dalam gerombolan anak muda yang memilih untuk menghabiskan hari libur mereka di Jakarta Aquarium.


' Dia memang tampan... wajar jika banyak yang meliriknya. Sekelas Ibu-Ibu yang sudah punya suami saja masih berminat untuk meliriknya! '


Gumam Cla dalam hati tersenyum tipis.


Tidak heran, karena sejak pertama kali mengenal pemuda yang datang dengan tingkah konyol nya itu, Arsen memang selalu menjadi pemikat bagi mata-mata yang ada di sekitarnya.


Mulai sejak di bangku sekolah yang langsung di gilai banyak siswi ketika menjadi siswa baru. Kemudian di arena balap yang mana bukan hanya tampangnya saja yang memikat, tapi aksi gilanya dalam mengadu kemampuan menjadi joki motor.


Dan ketika berada di tempat umum seperti ini pun, rupanya sang lelaki semakin terlihat memikat pandangan perempuan dari segala usia.


Di dalam hati kecilnya tentu ia teramat kagum dan bangga, karena memiliki kekasih yang tampan dan selalu menjadi pusat perhatian. Seolah ia adalah pemenang terhebat karena berhasil memiliki laki-laki yang banyak di puja-puja oleh wanita.


Namun satu hal yang akhirnya membuat sang gadis merasa sedikit kesal.

__ADS_1


' Jangan-jangan di New York dia juga jadi idola? '


Cla terkesiap dengan pemikiran dan dugaannya itu. Di mana pemikiran itu membuatnya di landa rasa khawatir dan cemburu. Tapi lagi, ia teringat dengan si pirang yang semalam mengirim pesan.


Bukan hanya semalam si gadis pirang mengirim pesan, setelah ia saling berbalas pesan dengan Arsen pagi tadi pun, ia kembali melihat satu pesan dari si pirang yang membuatnya jengkel pagi-pagi.


*Morning, Arsen... You study today?*


' Study study! dasar pirang gatel! '


gerutu Cla dalam hati sembari menghela nafas kesal. Bahkan ekspresi wajahnya pun ikut berubah.


' Sepertinya Arsen memang punya banyak penggemar di sana! Sama seperti saat di sekolah dulu! '


Cla mengepalkan tangan tanpa ia sadari. Rasa cemburu yang tidak masuk akal tiba-tiba menyerang hatinya. Karena itu hanyalah praduga semata. Dengan geram ia melilitkan tangan di depan dada.


"Menunggu siapa, Neng?" suara berat seorang laki-laki tiba-tiba terdengar dari sisi kiri Clarice.


Tanpa menjawab, Cla menunjuk ke arah loket dengan jari telunjuk. Jujur saja, Cla merasa risih dan tidak nyaman ketika di ajak bicara oleh laki-laki yang tak di kenal. Apalagi jika di lihat dari ekor matanya, pemuda itu tampak melirik nakal pada Cla.


Ya, penampilan Cla memang bisa di bilang cukup menarik siang itu. Di saat ia mengamati para wanita yang melirik pada kekasihnya, tanpa ia sadari dirinya sendiri pun menjadi pusat perhatian bagi mata para lelaki muda terutama.


"Yang mana?" tanya pemuda itu.


"Yang pakai hoodie merah!" jawab Cla singkat tanpa menoleh pemuda itu.


Tidak memungkiri, pemuda yang mengajaknya bicara itu memang memilik wajah yang cukup lumayan dan postur tubuh yang ideal. Tapi di mata Cla, tetap Arsenio Wilson lelaki paling tampan di dunia. Sehingga ia tidak berminat untuk berbincang dengan lelaki yang tampak sesekali menoleh ke belakang seolah memberi kode pada teman-temannya itu.


Entah, kode atau isyarat apa yang ia sampaikan. Yang jelas rasanya Cla ingin sekali sekarang melompat dan menggandeng tangan Arsen, untuk menunjukkan pada dunia, jika ia datang bersama kekasih nya yang nyaris sempurna.

__ADS_1


"Oh, pacarnya?" tanya pemuda itu.


"Hemm..." jawab Cla setengah acuh dengan di tambah sedikit mengangguk saja.


Bersamaan dengan itu, Arsen yang sudah berada di antrian nomor dua menoleh ke arah Cla. Sontak matanya yang tegas dan indah berkilat emosi ketika melihat ada sosok laki-laki yang berdiri di samping Cla. Dan terlihat jika laki-laki itu mencoba untuk mengakrabkan diri pada sang pujaan hati.


' Siapa dia? Beraninya mendekati kekasihku! '


Gerutu Arsen dalam hati.


Ketika Arsen melihat ke arah Cla, bersamaan dengan pemuda itu menoleh ke belakang, seolah memberi tau jika gadis yang sejak tadi mereka perhatikan ternyata bersama kekasihnya.


Pandangan mata Cla bertemu dengan tatapan Arsen yang terlihat tidak suka dengan keberadaan lelaki di sisi kiri Cla. Dan Cla yang paham pun meminta Arsen untuk cepat dengan sebuah kode gerakan kepala dan raut wajah suramnya.


Arsen pun sigap untuk mengeluarkan dompet ketika laki-laki di depannya sudah menerima tiket.


"Sudah lama ya pacaran dengan dia?" tanya pemuda itu pada cla.


"Iya!" jawab Cla berbohong. "Sudah hampir tujuh tahun yang lalu!" lanjutnya berbohong demi keselamatan pikirnya.


Meskipun dalam hati ingin sekali tertawa, karena sesungguhnya baru kemarin mereka berpacaran. Dan hampir tujuh tahun adalah waktu mereka saling mengenal.


"WOOWWW!!" seru pemuda itu dengan mata yang terbelalak lebar. "Tujuh tahun dan kalian hanya pacaran?" tanya nya seolah mencibir. "Kalau kamu bersama ku, pasti sudah aku nikahi!" ujarnya bernada santai.


' Sial! '


Pekik Cla dalam hati. Kali ini Cla merasa sudah salah bicara. Perutnya pun mulai merasa mual akibat kalimat balasan dari pemuda itu yang membuatnya mati kutu.


Arsen menyelesaikan pembayaran dengan cepat. Bahkan ia tak menunggu kembalian dari pembayaran yang ia lakukan, demi segera menghampiri sang kekasih yang sedang di goda laki-laki lain.

__ADS_1


"Sepertinya kekasih mu sudah mendapatkan tiket!" ujar laki-laki itu ketika Arsen menerima dua tiket di tangannya.


...🪴 Bersambung ... 🪴...


__ADS_2