Cinta Dalam Rindu

Cinta Dalam Rindu
Ct. 67 ( Dialah Lady Charlotte )


__ADS_3

Brighta Clarice Agasta dan Arsenio Wilson, dua anak manusia yang menjalin hubungan percintaan ini memang memiliki perbedaan usia yang tidak terlalu jauh karena lahir di tahun yang sama. Hanya beda tiga bulan saja. Di mana Arsen lebih tua sedikit di banding Cla.


Tapi soal cara berpikir, dan pengalaman hidup, tentu keduanya jauh berbeda. Apalagi mereka hidup di lingkungan yang berbeda dan aturan rumah yang berbeda pula.


Dimana hal itu membuat Arsen memiliki pemikiran yang jauh lebih dewasa di banding Clarice yang tidak terlalu banyak memiliki kesempatan untuk bergaul. Meski Arsen sendiri pun sudah lama tidak menjalin cinta sebelum bersama Clarice.


Dan tugas berat seorang Arsen kali ini adalah menjelaskan pada sang kekasih tentang keputusan yang ia ambil tanpa sepengetahuan sang kekasih.


"Bayangkan jika mereka tau di akhir, bahwa ternyata kamu ada di sini?" tanya Arsen. "Menyusul ku... Untuk memberi ku kejutan. Dan kita menghabiskan satu pekan lebih bersama tanpa memberi tahu mereka. Lalu jika mereka tau, apa yang akan mereka lakukan padaku?"


"Tidak mungkin kan, orang tua membiarkan anak gadis mereka berkeliaran di luar negeri tanpa kabar?" tanya Arsen. "Mereka akan mencari sosok lain yang di anggap paling dekat dengan putrinya, yaitu kekasihnya. Dan kekasih kamu adalah aku...." ucap Arsen begitu pelan penuh hati-hati.


"Kamu tau kan, seberapa gila dunia sekarang... Kamu tau New York negeri yang seperti apa... Aku melakukan hal apapun bersama kamu di kamar ini, tidak akan ada tetangga yang melakukan penggerebekan seperti di Indonesia," ucap sang lalaki.


"Dan tidak ada orang tua yang rela putrinya kehilangan sesuatu yang sangat berharga dengan membiarkan anak gadisnya bersama kekasihnya berdua-duaan di kamar seperti ini."


"Dan aku adalah lelaki normal, Baby... Berdekatan dengan mu sudah membuat pikiran liar ku bereaksi..."


"Hanya saja aku sadar, aku sudah berjanji untuk menjagamu..."


"Aku memberi tau mereka adalah bentuk tanggung jawabku padamu, Sayang..." ucap Arsen terdengar sangat serius. "Aku berjanji pada mereka akan menjaga kamu. Dan membuat mu bertemu kembali dengan mereka dalam keadaan yang sama seperti sekarang. Tidak ada yang hilang dan berkurang."


Arsen menatap lekat wajah cantik yang masih cemberut itu. Membelai pipi putih mulus yang begitu lembut dengan menggunakan ibu jari.


"Dengan apa yang aku janjikan pada mereka, jika mereka tetap menjemput kamu, itu artinya mereka terlampau menyayangi kamu, Baby... Dan mungkin mereka tidak terlalu mempercayai aku yang sudah berjanji untuk menjagamu..." lanjutnya berucap dengan sangat sendu.


"Laki-laki dan perempuan berada di apartemen yang sama seperti ini pasti akan menimbulkan kekhawatiran untuk mereka. Karena kapan saja, hal yang tak mereka inginkan bisa terjadi..."


Arsen berusaha menjelaskan sedetail yang ia bisa. Meski ia tau, masih ada sisi hati dari sang gadis yang tidak mau menerima penjelasannya.


"Tapi aku sudah susah payah untuk bisa menghabiskan waktu bersama kamu, Sayang!" sangkal Cla mulai luluh, meski masih ada nada rengekan pada suaranya.

__ADS_1


Itu terlihat dari tangan sang gadis yang semula enggan menyentuh sang lelaki, kini sudah berayun setengah memeluk dan berpegang pada jaket yang masih di kenakan oleh Arsen.


"Aku akan meminta pada mereka, jika mereka benar datang menjemput kamu. Aku akan memohon waktu pada mereka supaya membiarkan kita semua berlibur di sini. Setidaknya sampai beberapa hari ke depan."


Jelas Arsen meski diri tak yakin bisa merunding seorang Kenzo Adhitama.


"Kamu tidak ingin aku berlama-lama di sini?" tanya Cla dengan mata memicing sedikit tajam.


Tergelak singkat, "Mana mungkin, Sayang!" bantah sang lelaki. "Semakin lama kamu di sini, itu justru semakin bagus untuk aku. Karena akan ada yang menyemangati ku untuk menyelesaikan tugas ku yang tidak pernah berakhir!" jawab Arsen mendaratkan kecupan singkat di ujung hidung.


"Dan aku akan selalu berusaha menyelesaikan urusanku di kampus lebih cepat."


"Bukannya semakin mengganggu kamu?"


"No, Baby!" sahut Arsen cepat. "Kamu adalah segalanya..."


Menahan senyuman di bibir merah muda alami, Cla membuang pandangan dari mata Arsen.


"Hahaha!" gelak Arsen merasa lega karena sang kekasih akhirnya tersenyum.


"Tapi kamu harus sabar, Sayang! Karena aku butuh banyak waktu untuk menyelesaikan dua skripsi ku!" pinta sang pemuda.


"Aku tau..." jawab Cla. "Yang penting aku bisa melihat kamu secara nyata!" jawab Cla mulai menatap sang kekasih dengan tatapan yang lebih teduh dari sebelumnya.


"Hmmm.... Aku akan lebih sering mengerjakan tugas di apartemen, Sayang!"


"Thank you!" jawab Cla mulai melingkarkan tangan di punggung Arsen.


Dan Arsen senang dengan reaksi ini. Karena itu berarti semua sudah baik-baik saja.


"Can I kiss you?" pinta Arsen menatap lekat sepasang mata kekasihnya.

__ADS_1


"Hm..." Cla mengangguk malu-malu.


Maka mereka mengulangi apa yang tadi sudah mereka akhiri. Menutup aksi rajuk merajuk dengan sebuah ciuman yang tak akan terlupakan begitu saja.


Di lantai apartemen yang tinggi, di antara langit malam yang berbintang, dua bibir dan dua hati menyatu dalam satu pelukan hangat yang menghanyutkan.


Sepasang muda mudi asal Indonesia itu tengah bermesraan di dalam sebuah kamar, di dekat jendela, di antara keindahan kota New York. Sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk keluar dan makan malam di Cafe lobby ketika waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam waktu setempat.


"New York dan Jakarta hampir sama! Tidak pernah sepi!" gumam Cla duduk di samping Arsen di dekat jendela kaca yang mengarah pada area luar apartemen. Di mana jalan raya bisa terlihat dari sana.


"Tapi aku selalu merasa sepi di sini..." sahut Arsen.


"Kenapa?" tanya Cla heran. "Tiga kali ini aku ke New York, dan aku tidak pernah melihat kota ini sepi!"


"Karena tidak ada kamu!" jawab Arsen menoleh kekasih hati yang langsung tersenyum salah tingkah.


Mengulum bibir Cla membuang padang ke arah lobby, di mana sorot matanya langsung bisa menangkap sosok yang tak asing di matanya. Namun tak bisa ia kenali dengan cepat.


Lambat laun, senyum salah tingkah lenyap dari bibirnya. Berganti dengan kening yang berkerut karena mengingat-ingat siluet yang tak asing di baginya.


Sampai akhirnya sang kekasih menyadari jika arah pandang Cla tidak berubah sampai beberapa detik lamanya.


Normal nya manusia, pasti mengikuti arah pandang Cla yang tertuju pada satu titik di tengah lobby.


Di mana ada seorang gadis yang tengah bertegur sapa dengan sosok laki-laki yang baru masuk dari arah pintu utama lobby.


Dara cara Cla menatap gadis itu, Arsen tau jika sang gadis tengah mencoba mengingat siapa perempuan di sana.


"Dialah Lady Charlotte. Gadis pirang yang membuat kekasih ku marah tidak jelas!" bisik Arsen di telinga Cla dengan nada menyindir.


...🪴 Bersambung ... 🪴...

__ADS_1


__ADS_2