
Hari pertama menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, tentulah membuat seorang gadis manapun bagai tengah melayang di atas awan. Apalagi berbagai perlakuan manis dari lelaki yang di cintainya terus ia dapatkan.
Di perlakukan bagai Ratu. Ingin apapun di berikan secara cuma-cuma. Dan di lindungi bagai berlian.
Segala ingatan tentang apa yang terjadi hari itu, mendulang senyum tanpa batas di bibir tipis seorang Brighta Clarice Agasta.
Bahkan ketika mandi di bawah guyuran air shower, tak hentinya ia menyentuh bibirnya yang untuk pertama kali di cium oleh laki-laki. Reflek ia selalu menggigit bibir bawahnya bagian dalam, ketika semua itu kembali terasa.
Dan setiap mengingatnya, senyum penuh arti terbit dari bibir merah dengan di ikuti sepasang mata yang terpejam. Seolah merasakan diri tengah berada di dalam pelukan hangat Arsen seperti saat mereka berada di toilet Cafe milik Victor tadi siang.
Namun semua senyum itu lenyap begitu saja, ketika ia mulai menyentuh ponsel sang kekasih. Karena belum sempat ia mengobrak-abrik isinya, sudah muncul beberapa pesan chat dari satu nomor yang teramat mencurigakan bagi sang gadis.
"Bukankah Arsen bilang aku bebas menggunakan ponsel ini?" gumamnya. "Itu artinya aku bebas melihat dan mengetahui semua yang ada di dalam ponsel ini!" lanjutnya penuh seringai.
"Mari kita cari tau, siapa gadis pirang ini!" jengkel Cla sembari jari membuka bar chat dari nomor yang berasal dari luar negeri itu.
Pesan dalam chat...
( Anggap saja di tulis dalam bahasa Inggris... )
*Kapan kamu punya waktu untuk makan siang bersama ku lagi? Rasanya sudah lama kita tidak makan siang bersama?*
Cla melanjutkan membaca dalam hati pesan yang sempat terputus tadi.
"Siapa sebenarnya si pirang satu ini?" gumam Cla dengan dada bergemuruh. "Kenapa pakai acara makan siang segala!" gerutunya kesal karena ada yang mengajak sang kekasih untuk makan siang lagi.
Yang mana itu artinya makan siang bersama sudah pernah terjadi pada suatu waktu, saat Arsen belum menemui dirinya dan meminta dirinya untuk menjadi kekasih.
"Menyebalkan sekali!" gerutu Cla geram.
Kemudian jemari iseng menggeser layar untuk turun. Dengan begitu berbagai pesan chat yang pernah terjadi di masa lalu akan terlihat olehnya satu persatu. Dan ia bisa tau, apa hubungan gadis pirang itu dengan sang kekasih.
Dan yang di temukan Cla adalah sesuatu yang mengejutkan mata sang gadis. Mulut sempat terbuka meski sangat kecil.
"Ternyata gadis pirang ini memang sering mengirim pesan, namun tak pernah di balas oleh Arsen..." gumamnya mulai tersenyum tipis.
"Arsen... Kamu di mana? Kamu bilang hari ini ikut tergabung dalam kegiatan pameran lukisan di aula kampus. Tapi aku tidak menemukan mu..."
Cla tersenyum miring setengah mencibir, ketika membaca pesan-pesan chat dalam bahasa Inggris yang ternyata tak pernah di balas oleh Arsen itu.
__ADS_1
"Kalau bahasa Indonesianya... Itu artinya kamu di kibulin! Dasar bule pirang tidak tau diri!" gerutunya jengkel.
Karena semakin ia scroll ke atas, maka semakin banyak chat yang bahkan mengarah pada kata rindu. Dan itu membuat Cla menarik nafas dalam dan menghempaskannya dengan sangat kasar.
Walau ketika Cla menemuka Arsen membalas pesan tak lebih dari kata OK.
Namun tiba-tiba layar di bawah menunjukkan bahwa ada dua pesan yang masuk dari nomor yang sama. Sontak saja Cla langsung meluncur menuju chat terbawah.
*Dear God! Untuk pertama kali kamu membuka pesan chat ku secepat ini, Sen!*
Emoticon mata yang terbuka lebar dengan emoticon pipi yang memerah, di sematkan oleh gadis pirang itu di akhir kalimat.
*Arsen! Kamu sebenarnya di mana? Aku merindukan kamu!*
"Cih! Rindu!" gerutu Cla jengkel. "Arsen sudah jadi milik aku! Haram untuk kamu rindukan!"
"Ah! Kalau saja dia di sini! Pasti sudah aku jambak rambut pirang nya itu!" kesal Cla mengarahkan sebuah tinju ke arah layar ponsel Arsen.
"Sudah malam! Tidur, woy!" gumam Cla dengan gigi yang mengerat kesal. "Malah chatting pacar orang!" lanjutnya marah-marah.
"Eh! Di sana kan memang masih siang..." gumamnya kemudian.
Menit berikutnya Cla cekikikan karena sudah salah menduga. Ia lupa jika jika ada jarak yang begitu jauh antara Jakarta dan New York.
"Lebih baik aku tidur! Dan besok bertemu dengan kekasihku..." gumam Cla sembari masuk ke dalam selimut.
Namun alih-alih tidur dan meletakkan ponsel di atas meja nakas, Cla justru mendadak tertarik untuk melihat siapa saja yang sudah mengirim chat pada sang kekasih akhir-akhir ini.
Semua nama yang ada, bisa di bilang aman. Karena tidak ada satu chat apapun yang mengarah seperti yang di lakukan si gadis pirang.
Cla akhirnya memutuskan untuk membuka galeri foto milik Arsen. Ada beberapa file yang di buka Cla satu persatu. Mulai dari berbagai foto yang berhubungan dengan dua bidang kuliah yang ia ambil.
Dan ada juga foto yang menjadi kenangan bagi Arsen ketika tergabung dalam kegiatan-kegiatan tertentu dengan mengenakan baju yang rapi dan terlihat sangat tampan menawan.
Cla tersenyum melihat foto-foto itu. Ada rasa bangga yang tidak bisa di ucapkan oleh sang gadis. Pemuda yang dulu di anggap sangat pecicilan bahkan tak jarang menghilang dari jam pelajaran, ternyata sangat aktif dengan kegiatan luar kuliah dan fokus dengan dua jurusan kuliah yang di jalani di dua fakultas.
"Kamu menjelma menjadi laki-laki yang luar biasa! Aku sangat bangga menjadi kekasih mu, Sayang!" gumam Cla. "Apalagi kamu datang ke Indonesia hanya untuk menemui ku!" lanjutnya tersenyum penuh haru.
Hati terenyuh teramat sangat dengan apa yang sudah di lakukan sang kekasih. Di tengah kesibukan yang luar biasa, ia datang hanya untuk mengungkapkan kata cinta dan meminta dirinya untuk menjadi kekasihnya.
__ADS_1
Padahal... Jika saja Arsen hanya mengirim pesan, kemudian menceritakan semua tentang kenapa ia menghilang begitu saja, tetap, sang gadis akan menerimanya sebagai kekasih.
Cla beralih pada file lain, di mana ia menemukan sesuatu yang membuatnya tersenyum lebar. Ya, foto-foto mereka di masa lalu masih tersimpan dengan rapi di salah satu file.
Satu-persatu foto membuat sang gadis jelita tersenyum senang dan lucu. Karena wajah mereka masih terlihat kekanak-kanakan. Meski semua foto itu sempat menghilang dari akun IG sang pemuda, tapi ternyata masih tersimpan rapi di galeri.
Satu jam sudah, sang gadis berselancar mengarungi file demi file ponsel milik Arsen. Hingga akhirnya rasa kantuk mulai menyerang mata lentiknya.
"Aku senang! Tidak menemukan foto gadis yang mencurigakan di ponsel kamu..." gumamnya.
Cla meletakkan ponsel di atas nakas setelah menggelapkan layar ponsel Arsen. Dan ia sudah memejamkan mata untuk segera tidur. Namun tiba-tiba, layar ponsel kembali menyala dan bergetar.
Cla reflek membuka mata dan meraih benda pipih itu kembali tanpa mengubah posisi tidurnya. Sebuah pesan masuk dari barisan nomor yang di beri nama -e dan emoticon love berwarna putih.
Pesan yang tertulis di bawahnya pun membuat Cla mengerutkan keningnya.
*Good night, Baby...*
Namun semua curiga yang melintas, terbayar ketika ia melihat foto profil yang ikut muncul di sisi kiri. Dimana foto dirinya dengan rambut pirang kecoklatan nya.
"Hihihihi!" Cla tersenyum salah tingkah, begitu menyadari ternyata pesan itu berasal dar nomor ponselnya yang di bawa oleh sang kekasih.
Sempat negative thinking ketika nama -e muncul di layar dengan emoticon yang teramat khusus itu. Karena -e sendiri sudah pasti di baca Mine, yang artinya adalah Milikku.
Cla kembali membuka aplikasi chat, dan membalas pesan dari sang kekasih.
*Night too, my man!*
Emoticon love dan satu emoticon cium ia sematkan untuk mempermanis pesan dan juga pengungkapan perasaan yang nyata.
*I love you!*
Imbuhnya. Biarlah terlihat lebay. Toh, itu nyata. Pikir sang gadis.
*I love you more, Blondie...*
Balasan begitu cepat masuk ke ponsel di genggaman. Namun julukan Blondie yang di sematkan membuat Cla salah tingkah, sekaligus geli.
Mengingat sebutan itu terdengar cukup vulgar di telinga. Karena di luaran sana, panggilan itu di gunakan untuk menggambarkan betapa seksi dan menariknya seorang gadis pirang di mata laki-laki.
__ADS_1
Tak mau menjawab lagi, Cla kembali menutup layar dan tidur dengan senyum penuh. Menggapai mimpi yang di harapkan akan seindah hari ini.
...🪴 Bersambung ... 🪴...