Cinta Dalam Rindu

Cinta Dalam Rindu
Ct. 40 ( Tidak Dingin, Sayang? )


__ADS_3

Menepuk lengan pemuda yang mencoba mendekati kekasihnya, Arsen seolah memberi penegasan jika Cla tidak untuk di ganggu siapapun. Dan dialah pemenang dari perdebatan yang terjadi.


Arsen menarik pelan tangan Cla yang masih berada di dalam genggamannya untuk berjalan berdampingan dengannya meninggalkan pemuda iseng itu. Keduanya menuju pagar pintu masuk yang tidak sampai 5 menit lagi akan di buka.


"Apa saja yang di tanyakan laki-laki itu?" tanya Arsen setengah berbisik. Ada nada cemburu, ada juga nada sangat ingin tau lebih lengkapnya.


"Hanya tanya aku datang dengan siapa..."


"Kamu jawab apa?"


"Aku nunjuk kamu... Lalu dia tanya apa kamu pacar aku?" jelas Cla mengulang cerita. "Aku jawab iya..."


"Lalu?" tanya Arsen ingin cerita lebih detail.


"Lalu apa?" tanya Cla bingung.


"Apalagi yang dia tanyakan?"


Cla menggigit bibir bawahnya bagian dalam, bola matanya melirik ke kanan dan ke kiri. Ia mulai tau kemana arah bicara Arsen. Sang kekasih tengah mengejar kalimat berpacaran tujuh tahun yang sempat membuat suasana menjadi lebih tegang. Karena kalimat itu hanyalah karangan semata.


"Emm...." Cla berpura mengingat-ingat apalagi yang di tanyakan pemuda itu.


"Apa lagi yang di tanyakan?" ulang Arsen tak sabar.


Arsen tersenyum samar, ketika melihat wajah Cla yang salah tingkah. Belum sempat Cla menjawab, pintu utama untuk memasuki area Jakarta Aquarium sudah di buka. Dan itu menjadi kesempatan untuk Cla mengalihkan pembicaraan.


"Sudah di buka! Ayo masuk!" ujarnya menarik lengan Arsen dan mengajak sang kekasih untuk segera masuk karena di belakang juga banyak yang mengantri dan tidak sabar untuk bisa masuk ke area wisata indoor itu.


' Pas sekali! '


Sorak Cla dalam hati.


Begitu memasuki ruangan yang lebih dingin karena lebih gelap di banding di luar, Cla berjalan ke sana kemari. Berpindah-pindah dari satu aquarium ke aquarium yang lain.

__ADS_1


Sesekali melepas genggaman tangannya dari tangan Arsen. Sesekali pula ia akan kembali berada di samping Arsen dan memeluk erat lengan pemuda itu.


Jika Cla kesana kemari seperti anak kecil yang mengamati setiap detail ikan di aquarium yang berukuran lebih besar dari aquarium nya di rumah sambil beberapa kali mengambil foto.


Maka Arsen justru seperti seorang Kakak laki-laki yang tengah menjaga adik perempuannya yang berusia 5 tahun. Sungguh menggemaskan dan sesekali membuatnya geleng-geleng kepala dengan mengulum senyuman.


Tertawa karena gemas dengan tingkah Cla yang seperti anak kecil, tapi juga jengkel karena ternyata banyak lelaki yang melirik pada sang kekasih meskipun ruangan itu sedikit gelap. Karena pencahayaan yang minim.


Arsen berdiri di tengah ruangan. Sementara Cla tengah berada di dekat salah satu aquarium yang berisi beberapa jenis ikan laut berukuran kecil. Dan mengambil gambar dari kamera ponselnya.


Arsen melirik ke kanan. Di sana ada dua anak muda yang seusianya. Dari pandangan Arsen, dua pemuda itu datang bersama keluarganya, karena beberapa kali ada anak kecil yang menyela untuk bertanya tentang jenis ikan pada mereka.


Dua pemuda itu tengah berdiri berdampingan dan mulutnya tampak tengah mengobrol. Hal itu bagi Arsen biasa saja. Yang membuatnya kesal adalah, mata keduanya yang melihat nakal pada Cla. Tak sedikitpun terlihat mengalihkan pandangan pada sang kekasih yang memang terlihat sangat menarik untuk di lihat kaum Adam.


Pundak putih mulus yang terlihat begitu menarik untuk di sentuh. Dan kaki jenjang yang tak kalah indah hanya di balut dengan rok di atas lutut. Meski lekuk tubuh tak terlihat, namun dari wajah dan kulit saja sudah bisa di lihat seperti apa wujud asli yang gadis.


' Jelas mereka tengah membicarakan Cla! '


Maka dengan kepercayaan diri yang luar biasa, Arsen berjalan mendekati Cla yang menyentuhkan jemarinya pada salah satu kaca aquarium. Jemari lentik itu bergerak mengikuti pergerakan salah satu ikan kecil yang menggemaskan.


Dengan rasa memiliki sang gadis, maka ia lingkarkan tangannya di pundak mulus Cla. Menutup pundak itu dengan lengannya yang berbalut hoodie merah.


Cla sedikit terkejut ketika sesuatu menyentuh kulit pundaknya, namun saat menoleh ke kanan dan yang ia lihat adalah Arsen, maka seulas senyum manis manja lah yang terbit untuk menyambut sang kekasih.


"Sayang, apa kamu tidak kedinginan?" tanya Arsen menatap lekat wajah sang kekasih.


"Tidak..." jawab Cla menggelengkan kepalanya.


"Tapi pundak mu terlalu terbuka seperti ini... Apa tidak dingin?" tanya Arsen lagi.


Cla melirik ke atas. Seolah merasakan dengan pasti suhu tubuhnya kembali. Benarkah ia kedinginan di bagian tubuhnya yang tak tertutup kain?


"Emm... sepertinya hanya sedikit..." jawab Cla mendongak, menatap sang kekasih dengan penuh cinta. "Tapi sekarang sudah hangat karena tertutup lenganmu..." lanjutnya terkikik sembari melingkarkan kedua tangannya di pinggang Arsen. Memanjakan kepalanya di lengan kekar sang kekasih.

__ADS_1


Dan Arsen tersenyum senang dengan balasan sikap Cla. Ia suka Cla memeluknya begini. Dengan begitu dua pemuda itu bisa melihat jika mereka adalah sepasang kekasih.


Dan apa yang di harapkan Arsen memang benar adanya. Dua pemuda langsung membuang muka, ketika merasa saingan mereka bukan pemuda kaleng-kaleng.


"Kita lanjut jalan..." ucap Arsen menggiring sang kekasih dengan lengannya untuk melanjutkan rute perjalanan.


Berjalan dengan santai dan sengaja ia menyentuhkan pipi di rambut kepala Cla yang tingginya masih di bawah dirinya.


Hemm... terlalu membuat iri para pengunjung yang lain. Berjalan berdua, berdampingan dengan tangan yang melingkar di tubuh orang terkasih tanpa peduli banyak pasang mata yang melihat, bagai dunia hanya milik mereka berdua.


Memasuki ruangan yang mana jika berada di sana, kita seolah tengah berada di dalam lautan lepas. Ada bagian aquarium yang berbentuk seperti tabung turun hingga ke lantai di mana banyak ikan berbagai ukuran di dalamnya. Sementara atap dan dinding di penuhi dengan ikan yang berenang di balik kaca yang tebal.


Ruangan yang minim pencahayaan itu sungguh indah untuk Cla dan Arsen mengabadikan momen terbaik mereka. Berfoto berdua, menciptakan kenangan sebelum esok keduanya berpisah sampai waktu yang tidak bisa di tentukan.


Cla memegang ponsel Arsen untuk ber-selfi dengan latar belakang ikan yang berenang kesana kemari. Sedang Arsen di sampingnya masih dengan merangkul pundak sang kekasih dengan tangan kirinya.


Ketika Cla menekan tombol untuk mengambil gambar, di saat itulah Arsen dengan sengaja mencium pipi Cla dengan gemas. Hingga lengannya menarik pelan leher Cla untuk menambah tekanan pada sentuhan bibirnya dan pipi putih mulus Clarice.


Akhirnya... Satu foto yang terlihat begitu syahdu dan mesra tersimpan di ponsel sang pemuda yang sejak tadi masih di kuasai oleh Cla.


"Kamu..." lirih Cla membulatkan mata menatap sang kekasih. Seolah ia tengah marah dengan apa yang terjadi. Hanya saja bibirnya mengulum senyum pada Arsen yang sama sekali tidak merasa bersalah.


Karena sesungguhnya hati Cla tengah berdebar dengan kejutan demi kejutan kecil dari Arsen. Bukan hanya tentang kecupan itu, karena kemarin pun ia sudah mendapatkan.


Tapi tentang sang kekasih yang seolah tidak ragu untuk menciumnya di tempat umum, di hadapan banyak pasang mata. Tanpa rasa malu bermesraan di tempat yang tidak pada tempatnya. Justru terlihat sangat puas dengan apa yang baru saja di lakukan.


"Aku akan mengirimnya ke ponsel kamu nanti..." ucap Arsen kembali mengulang sesuatu yang membuat pipi Cla semakin memerah karena malu dan senang secara bersamaan.


satu cubitan manja hadir di perut sang pemuda bagian kiri. Dan itu membuat keduanya tergelak lirih.


Sedikit banyak kehidupannya di luar negeri rupanya benar-benar terbawa oleh sang pemuda sampai ke tanah air. Membuatnya berani untuk menunjukkan kemesraan di manapun ia berada.


...🪴 Bersambung ... 🪴...

__ADS_1


__ADS_2