Cinta Dalam Rindu

Cinta Dalam Rindu
Ct. 87 ( Kembali ke Apartemen )


__ADS_3

Sebelum kembali ke apartemen Arsen, Cla mampir terlebih dahulu ke Cafe untuk membeli cemilan siang, sekaligus menjadi makan siangnya di hari itu. Duduk sendiri, ia terlihat sangat santai makan seorang diri di salah satu meja.


Makan seorang diri sembari scroll beberapa aplikasi, adalah hiburannya saat di tinggal sang kekasih menjalankan tugasnya sebagai Mahasiswa dua jurusan.


Puas dengan makan siangnya, tepat pukul satu siang Cla kembali ke apartemen dengan membawa satu cup coklat hangat yang belum habis.


Begitu sampai, ia cukup terkejut ketika membuka pintu dan ternyata sang kekasih sudah berbaring di sofa dengan santainya.


' Dia sudah pulang... '


Gumam Cla menutup pintu dengan sangat pelan, karena dari posisinya saat ini terlihat Arsen tengah tertidur dengan lelapnya.


' Sejak kapan ? '


' Kenapa tidak telepon? '


Cla melangkah pelan mendekati sang kekasih setelah melepas sendalnya. Mengendap, Cla mencoba untuk melihat wajah Arsen yang terlihat sangat tenang. Ia berjongkok, mendekatkan wajahnya dan pemuda itu terlihat benar-benar tertidur.


Itu terlihat dengan nafasnya yang terdengar lebih kasar dan lebih kuat dari orang yang tengah tersadar.


Cla yang iseng, sengaja mengambil beberapa gambar Arsen yang tertidur. Senyum di bibirnya tak lepas sedikit pun hingga ia mendapatkan 20 foto lebih yang berhasil ia ambil dari berbagai arah.


' Tampan sejak lahir memang kwalitasnya beda ya! '


Gumam Cla dalam hati sembari terkikik tanpa suara.


Selesai dengan aksi jahilnya, Cla berdiri dan hendak ke pantry untuk membuatkan coklat hangat untuk Arsen yang baru saja beraktivitas di luar, di tengah dinginnya musim gugur.


Saat ia sudah berdiri, membalikkan badan dan hendak melangkah, tiba-tiba tangan kirinya terasa di pegang seseorang dan belum sempat ia menengok apakah Arsen yang memegang tangannya, tiba-tiba sebuah tarikan kencang di rasakan oleh nya hingga membuatnya tanpa sengaja jatuh di dada bidang Arsen yang masih menutup mata.


"Auuhh!" pekik Cla bersamaan dengan wajahnya yang jatuh tepat di atas wajah tampan Arsen.


Cla cukup merasakan sakit ketika dadanya ambruk di atas dada Arsen yang entah sesungguhnya tidur atau tidak.


Untuk sesaat suasana tampak hening dan membeku. Cla yang masih tak percaya jatuh di atas tubuh Arsen pun masih terdiam dan melongo meliihat ketampanan sang kekasih dari jarak yang teramat sangat dekat. Di mana 5 cm lagi, maka bibirnya akan menyentuh bibir sang kekasih.


Dan setelah beberapa detik barulah ia tersadar dengan situasi. Cla tak lagi mendengar nafas kasar Arsen. Namun mata Arsen masih saja terlelap.


"Kamu sudah bangun?" tanya Cla lirih dan ragu.


Namun tak ada jawaban maupun pergerakan dari sang kekasih.


"Kamu sudah bangun, kan?" tebak Cla dengan suara yang lebih jelas. Karena ia yakin jika Arsen sudah bangun.


Namun Arsen masih saja diam. Sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda apakah dia yang menarik tangan Cla hingga jatuh di atas tubuhnya.

__ADS_1


"Sayang?" panggil Cla mulai merasa gemas.


"Sayang!" teriak Cla setengah tertahan.


Pukk pukk pukk!


"Sayaaaangg!!"


Cla menepuk-nepuk pelan pipi Arsen sebelah kiri. Namun sang pemuda masih diam saja.


"Baiklah kalau kamu diam saja! Aku juga akan diam saja di dalam kamar! Jangan harap bisa masuk!" ancam


Cla dan langsung mengambil posisi untuk duduk dan berdiri.


"Eiitss!" tiba-tiba suara itu keluar dari bibir sang pemuda bersamaan menarik tubuh Cla untuk kembali rebah di atas tubuhnya, dengan bokong yang masih ada di tepian sofa.


Tangan Arsen melingkar erat di tubuh sang gadis hingga membuat Cla tidak bisa berkutik lagi, selain kedua tangannya yang jatuh di sisi kanan kepala Arsen dan satu lagi jatuh di atas lengan kiri Arsen.


"Tuh, kan! Tidak tidur!" gerutu Cla yang kembali pada posisi semula.


"Bukan tidak, tapi sudah bangun! Aku tadi memang tidur. Dan terbangun saat merasakan ada gerakan di sekitarku..."


"Kamu tau aku datang?"


"Em..." Cla berpikir sesaat. "Cafe."


"Cafe?"


"Hm.." Cla mengangguk pelan.


"Hanya Cafe?" tanya Arsen. "Jawab jujur, Sayang! Aku akan selalu tau kalau kamu sedang berbohong..." ucap Arsen tak ingin di bohongi.


Terkikik kecil, "Kamu memang sulit di bohongi!" ucap Cla mencubit hidung sang kekasih dengan gemas.


"Aku menemui Lady!" jawabnya tanpa berani melihat mata Arsen yang hanya berjarak tak lebih dari 15 cm saja. "Jangan salah paham dulu!" pinta Cla langsung menutup mulut Arsen dengan telapak tangan kanannya supaya tidak protes jika seandainya tidak setuju dengan rencana yang ia buat mendadak hari ini.


Arsen membiarkan tangan Cla menutupi mulutnya, namun sorot matanya seolah bertanya alasan sang gadis menemui Lady. Dan Cla paham arti dari sorot mata sang kekasih.


"Aku menemukan sebuah foto di novel yang aku baca waktu itu, Sayang... Makanya aku bertanya sama kamu tentang hubungan kalian yang sesungguhnya di masa lalu seperti apa. Karena aku tidak puas dengan jawaban kamu, jadi aku datangi saja apartemen Lady!" jawab Cla.


"Ternyata di sana cukup banyak foto kamu yang di pajang, bahkan dia punya foto yang sama dengan yang aku temukan." Cla mengerucutkan bibirnya tanpa niatan merajuk.


Arsen meraih pelan jemari Cla yang menutupi mulutnya, mencium lembut telapak tangan sang kekasih, kemudian barulah ia bertanya setelah mengunci tangan Cla supaya tidak menutupi mulutnya.


"Foto apa?"

__ADS_1


"Foto kamu memeluknya dari belakang!" jawab Cla sedikit kesal mengingat foto itu.


"Hah?" pekik Arsen. "Kapan?" tanya Arsen mengerutkan keningnya karena sama sekali tidak ingat.


"Kata Lady foto itu di ambil saat kalian nonton konser!" jawab Cla. "Kemudian di cetak dan di berikan pada kamu bersama dengan novel itu."


"Oh ya?" tanya Arsen masih heran. "Aku sama sekali tidak pernah membuka novel itu, jadi aku tidak tau apa isinya." jawab Arsen.


"Ya... dia juga sudah menduga kamu tidak akan pernah membuka novel itu." jawab Cla kembali mengerucutkan bibirnya. "Tapi kamu ingat tidak? pernah memeluknya se-erat itu?"


"Sebenarnya aku sudah lupa. Tapi sekarang aku jadi ingat lagi..." jawab Arsen menatap lekat wajah sang kekasih.


"Kamu marah dengan foto itu?" tanya Arsen lembut dan menyesal sudah berbuat sedemikian jauh di masa lalu. Ia sama sekali tak menyangka jika Lady mengambil foto saat ia tanpa sadar memeluknya. Karena yang ada di dalam bayangannya waktu itu adalah Cla.


Saat menemukan pertama kali tentu saja aku marah!" jawab Cla. "Hanya saja dari warna rambut kamu, aku yakin itu foto lama..."


"Jadi sekarang tidak marah?"


Menggeleng pelan, "Aku tidak marah, asal kamu selalu berusaha jujur padaku!" jawab Cla. "Aku percaya cinta kamu hanya untuk aku!"


"Hm!" jawab Arsen cepat. "Tentu saja, Sayang!" Arsen mengecup singkat bibir sang kekasih. "Hanya kamu gadis yang paling aku cintai di dunia ini!"


"Aku pun begitu! Hanya kamu lelaki yang paling aku cintai di dunia ini!" blas Cla mencium bibir sang kekasih.


Dan ciuman yang lebih detail di mulai dari sini. Di mana mengulang kembali apa yang setiap hari mereka lakukan sejak Cla tiba di apartemennya.


"Dari mana kamu tau apartemen Lady?" tanya Arsen penasaran.


"Gwen!" jawab Cla terkekeh.


Arsen tergelak tanpa suara dengan tatapan mata tak lepas dari wajah cantik gadis di dalam pelukannya.


"Kamu selalu saja berusaha mendapatkan apa yang kamu mau..." ucap Arsen membelai helaian rambut yang berjatuhan dari telinga.


"Supaya aku kembali ke Indonesia dengan tenang...." jawab Cla.


"Hmm... baiklah! Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, Sayang!" jawab Arsen. "Yang perlu kamu yakini adalah aku mencintaimu dan tak pernah sekalipun aku berbuat curang selama kita bersama!" ucap Arsen.


"Hm! Aku pun!"


"Jika ada yang tidak baik dengan ku, please... kita harus bicara baik-baik!"


"Siap, Tuan muda Wilson!"


...🪴 Bersambung ... 🪴...

__ADS_1


__ADS_2