Cinta Dalam Rindu

Cinta Dalam Rindu
Ct. 30 ( BABY!!! )


__ADS_3

Ucapan demi ucapan dari Daddy Kenzo memang cukup tajam untuk di dengan Arsen. Tapi semua itu adalah nyata dan apa adanya.


Tidak ada seorang Ayah yang ingin putrinya jatuh di tangan lelaki yang salah.


Tidak ada orang tua yang ingin melihat putrinya menangis karena cinta dari laki-laki manapun juga, seperti apapun juga.


"Saya tau, Uncle!" jawab Arsen dengan sangat yakin dan tegas. "Saya akan menjaga Cla dengan baik! Saya berjanji tidak akan merusak Cla terlampau jauh seperti yang Uncle khawatirkan. Karena saya pun membawa nama baik Papa saya di mata Uncle Kenzo!"


Daddy Kenzo menatap dalam dan intens sepasang mata Arsen. Berusaha mencari kejujuran dan seberapa jauh Arsen serius dengan apa yang ia ucapkan.


"Sesungguhnya hari ini saya memberanikan diri untuk menghadap Uncle dan Aunty, karena lusa saya akan kembali ke New York untuk menyelesaikan semester terakhir saya di sana," ucap Arsen serius. "Saya berjanji tidak akan mengkhianati Cla apapun alasannya!" ucap Arsen mengangkat tangannya, menghadapkan telapak tangan ke arah depan.


"Untuk itu saya mohon, bantu Arsen untuk menjaga Cla dari laki-laki lain yang berusaha mendekatinya..." Arsen melirik sekilas kekasihnya.


"Hah!" pekik sang Mommy mendengar permintaan Arsen yang menurutnya aneh. Awalnya di kiri Arsen memohon untuk menjaga Cla saja. Kalau satu itu tidak perlu di minta pun sudah pasti di jaga dengan baik oleh para orang tuanya.


Ternyata di akhir kalimatnya, ia meminta supaya menjaga Cla dari laki-laki lain. "Apa maksudnya?" tanya Mommy Calina.


"Sesungguhnya saya tidak ingin menjalin hubungan jarak jauh, Aunty... Tapi semua karena kondisi di sana yang memang tidak bisa Arsen tinggalkan begitu saja." ucap Arsen. "Sementara saya merasa, di sini saya memiliki rival yang tidak main-main...." lanjutnya menoleh Cla.


Dan itu membuat Cla tergelak tanpa suara. Tak di sangka Arsen akan mempermasalahkan Victor sampai pada orang tuanya. Seolah anak kecil yang tengah mengadu.


"Rival? siapa?" tanya Mommy Calina lagi.


"Namanya Victor! Dia mahasiswa pascasarjana di kampus Cla! Dia sering sekali melacak ponsel Cla. Untuk membuat seolah-olah mereka bertemu secara tidak sengaja!" ucap Arsen dengan sedikit kesal karena ada yang bertindak demikian pada Cla.


"What!" pekik Cla lirih begitu mendengar apa yang di ucapkan Arsen. "Kamu tau dari mana?" tanya Cla bingung.


"Aku menemukan sinyal lain ketika aku mencoba untuk melacak nomor ponsel kamu..." jawab Arsen menoleh dan menatap lirih pada kekasihnya. "Setelah aku telusuri jejak itu berasal dari ponsel anak itu, Victor Yaala!"


Cla terkesiap dengan apa yang ucapkan sang kekasih, tak di sangka Arsen sampai tau nama lengkap Victor tanpa ia kenalkan.

__ADS_1


"Pantas saja aku sering tidak sengaja bertemu dengannya!" gerutunya dengan sedikit rasa tidak percaya. "Aku sampai sempat berfikir kami berjodoh karena terlalu sering bertemu secara tidak sengaja!" gumamnya kemudian.


Kalimat spontan Cla itu secara tidak langsung mematik api di dalam dada Arsen. Hingga membuatnya menarik nafas panjang dari mulut. Dan menatap jengkel penuh cemburu pada sang kekasih yang di anggap terlalu polos dalam berucap seperti itu di depannya.


' BABY.......!!!! '


Dalam hati ia menyebut panggilan sang kekasih dengan menahan jengkel. Jika saja tidak ada orang tua Cla, sudah pasti ia akan menjadikan momen ini menjadi momen pertama dia mencium dan menggigit bibir Cla supaya tidak bicara tentang jodoh dengan laki-laki manapun.


"Dia tidak pernah pacaran! Dia mana tau cara menjaga perasaan mu hanya dari kalimat singkat dan spontan!" ucap Daddy Kenzo yang tau Arsen tengah terbakar api cemburu.


Menghela nafas panjang. "Ya, Uncle! Saya tau..." jawabnya kemudian sedikit menunduk.


"Apa maksud Daddy?" tanya Cla.


"Tidak ada!" jawab Daddy Ken yang tak ingin satu kalimatnya menjadi penjelasan yang panjang.


Meskipun ia sudah memberi kebebasan pada Cla untuk berpacaran sejak sang gadis lulus Senior, nyatanya ketika semua itu benar terjadi... Beliau masih sangat berat jika sampai kehilangan cinta dari putrinya.


"Lain kali... jangan suka membicarakan laki-laki lain secara berlebihan di hadapan Arsen ya, Cla... Apalagi jika laki-laki itu berusaha mendekati kamu..." sahut Mommy Calina. "Menjaga perasaan pasangan itu sangat penting. Dan semua berawal dari perkataan, percakapan lalu tindakan."


Tersenyum dengan menunjukkan barisan gigi putihnya seolah tanpa rasa bersalah, Cla berucap... "Maaf... Aku tidak sengaja!"


"Sudahlah! Kamu tidak perlu khawatir... Jika ada yang melakukan hal yang seperti yang kamu lakukan malam ini, Uncle akan menolaknya!" ucap Daddy Kenzo berwibawa. Tidak ada pilihan lain selain merestui dua anak muda yang sedang berbahagia.


"Tapi jika sampai kamu yang demikian, dan sampai putri ku meneteskan satu tetes saja air mata karena kamu... maka Uncle sendiri yang akan turun tangan untuk membalasnya!"


"Arsen tau, Uncle!" jawab Arsen.


Ruang tengah menjadi hening untuk sesaat. Dan itu membuat Arsen merasa jika obrolan malam ini sudah saat nya berakhir. Karena waktu sudah semakin larut.


"Kalau begitu, Arsen pamit Uncle, Aunty!" ucap Arsen berdiri dari sofa. "Ini sudah terlalu malam untuk bertamu..." lanjutnya.

__ADS_1


"Minum dulu, Mas Arsen!" suara seorang wanita muncul dari arah dapur dengan membawa baki berisi empat cangkir teh hangat.


"Yaaa!!! Dari tadi kemana aja sih, Mbak!" protes Arsen dengan cara bicara yang terdengar jengkel namun tidak serius. "Tegangnya sudah selesai, minumnya baru datang!" celotehnya membuat seisi ruangan tertawa dengan sikap Arsen yang masih sama seperti dulu.


Sementara Daddy Ken hanya tersenyum dalam satu garis lurus. Karena menjaga wibawanya setelah berbincang serius dengan pemuda yang memang terlihat cukup mudah bergaul dan bercanda itu.


"Maaf, Mas Arsen..." ucap wanita itu dengan senyuman ramah. "Saya takut mengganggu obrolan di ruangan ini..."


"Hmmm.." Arsen mendengkus tanpa suara. Dia baru saja bagai tengah di sidang oleh calon mertua. Tenggorokan kering dan butuh minum tapi tak ada. Giliran akan pulang supaya tidak terlihat lagi oleh Daddy Ken, justru barisan cangkir datang.


"Minum dulu, Sen..." titah Mommy Calina, mengarahkan Arsen untuk duduk kembali.


"Terima kasih, Aunty!" ucap Arsen meraih teh hangat yang di buat oleh salah satu pekerja rumah tangga di rumah Cla. Dan meminumnya dengan perlahan.


"Arsen permisi pulang, Aunty, Uncle!" pamit Arsen sembari beranjak dari sofa tempat ia duduk.


"Iya, hati-hati! Salam untuk Papa dan Mama kamu, yaa..." jawab Mommy Calina yang jelas terlihat lebih ramah di banding Daddy Ken.


"Iya, Aunty!" jawab Arsen mengangguk ramah.


"Antar Arsen ke depan, Cla!" perintah sang Ibu.


"Yes, Mommy!" jawab Cla.


Dua anak muda berjalan beriringan menuju pintu utama istana megah Kenzo Adhitama. Tanpa ada yang berani menoleh ke belakang. Karena keduanya yakin, jika Daddy dan Mommy Calina masih duduk di sana dan menatap mereka.


Begitu pintu utama kembali di tutup, dan mereka sudah berada di luar rumah, maka saat itulah keduanya adu pandang dengan tatapan mata yang artinya sama. Hingga membuat keduanya tergelak tanpa suara.


"Apa menurut kamu... Daddy jahat?" tanya Cla sembari berjalan menuju mobil Arsen terparkir.


Arsen menggelengkan kepalanya. "Itu hal yang biasa di lakukan oleh seorang Ayah," jawab Arsen. "Kelak, kalau kita memiliki anak dan aku menjadi seorang Ayah, juga pasti akan melakukan hal sama pada anak perempuan ku..." ucap Arsen tersenyum menggoda membuat wajah Cla bersemu merah.

__ADS_1


' Belum apa-apa sudah bicara anak kita! '


...🪴 Bersambung ... 🪴...


__ADS_2