Cinta Dalam Rindu

Cinta Dalam Rindu
Ct. 55 ( Setelah Delapan Hari Tanpa Ponsel )


__ADS_3

[Aku berangkat dulu ya, bye...]


Sebuah emoticon wajah masam berada di bagian terakhir kalimat.


Pesan singkat yang di terima dari sang kekasih berakhir sebuah penyesalan oleh Cla. Karena ketika sang gadis membalas pesan, centang dua itu tidak kunjung terbaca pula.


"Kemana dia?" gumam Cla setelah menunggu setengah jam tidak ada jawaban. "Bukankah di sana masih sore?"


Raut wajah bangun tidur sang gadis tampak lesu dan penuh penyesalan. Apalagi saat melihat terakhir sang kekasih aktif sekitar empat jam yang lalu. Waktu yang sama dengan pesan terakhir yang ia baca.


"Itu artinya sudah empat jam dia tidak bersama ponselnya!" gumamnya sembari membaca ulang pesan yang ia kirim.


Pesan singkat yang menunjukkan jika ia masih tidak sepenuhnya baik-baik saja akibat masalah semalam.


[Memangnya mau kemana?]


Tidak ada kata maaf atau pun penjelasan kenapa ia dengan sengaja mematikan telepon dan tidak membaca pesan dari Arsen.


Jiwa ego sang gadis masih cukup tinggi memang. Tapi ini semua adalah proses yang ia lalui di usia yang masih belum sepenuhnya stabil. Untuk kemudian stabil setelah berbagai masalah hidup menerjangnya.


Cla membuka ulang foto berisi job desk milik Arsen. Membaca satu persatu apa yang tertulis di lembar putih itu.


"Semua ini memang rumit... Penelitian semacam ini memang butuh konsentrasi yang luar biasa..." gumamnya lirih.


"Seberat itukah yang di lalui Arsen di sana?"


"Berjuang mati-matian untuk dua gelar sekaligus..."


Perasaan bersalah mulai menyelinap pada pintu hati yang tengah bersedih. Membayangkan sang kekasih harus berjuang dengan angka dan teori yang tidak mudah untuk di kerjakan.


Mengambil dua jurusan sekaligus memang membuat sang pemuda bagai manusia yang di kejar anjing 24 jam penuh.


Tidak ada waktu untuk sekedar bersantai, apalagi berlibur. Waktu senggangnya ia habiskan untuk berkomunikasi  dengan sang kekasih yang juga harus terhalang oleh perbedaan waktu.


"Maafkan aku, Arsen..." lirihnya cemberut.


Menyesal sudah sang gadis karena membuat Arsen secara tidak langsung juga harus pusing menghadapi kemarahannya. Terbukti dengan berbagai pesan yang di kirim oleh Arsen.


Salah satunya ...


[Please, Cla... Aku tidak bisa fokus jika kamu masih marah seperti ini...]


[Aku bersumpah, selama ini tak pernah melihat wajah Lady lebih dari 1 menit!]


Segitunya Arsen memberi penjelasan. Namun saat Arsen sibuk membuat sang gadis kembali seperti sebelumnya, Cla justru terbawa oleh suasana romantis dalam adegan drama Korea yang ia tonton sebelum akhirnya ia tertidur.


Dan kini, di saat Cla sudah mengakui kesalahannya, Arsen sudah tidak aktif entah sampai kapan.

__ADS_1


***


Waktu terus berjalan sejak Cla mengirim pesan pada Arsen. Hingga matahari yang semula berada di timur, kini sudah kembali ke barat. Dan bersiap untuk tenggelam bersama sinarnya.


Namun centang dua yang di kirim oleh Cla tak kunjung berubah menjadi biru. Bahkan waktu terakhir sang kekasih aktif pun tak kunjung berubah.


Meski begitu diri masih begitu gengsi untuk meminta maaf karena sudah berpikir yang buruk tentang Arsen.


Hingga akhirnya jemari lentiknya yang seharian ini menari di atas keyboard untuk tugas akhir semester mulai bergerak untuk mengetik di layar ponselnya.


[Sesibuk ini kah?]


[Sampai kapan tidak sempat membalas pesanku?]


[Apa kamu tidak tidur pula?]


[Maafkan aku....]


Pusing sudah sang gadis seharian memikirkan Arsen yang tak kunjung membalas pesan. Minimal satu balasan saja untuk membuat kebekuan mencair, pikir sang gadis.


Hingga akhirnya kata maaf terucap darinya.


# # # # # #


Di New York, lelaki yang juga banyak di lirik oleh Mahasiswi, tengah berada di dalam ruangan yang hanya di isi oleh beberapa Mahasiswa saja.


Arsen menarik nafas panjang, ketika ia mendapat tantangan untuk membobol sistem yang di bentuk oleh dosennya dengan sangat baik. Sistem yang di buat secara khusus untuk praktik para Mahasiswa di tengah skripsi yang sudah membuat kepala serasa ingin pecah.


Menghela nafasnya berat, Arsen di kagetkan dengan suara sang dosen yang entah sejak kapan sudah di belakang kursinya.


"Konsentrasi..." bisik sang dosen, memberi peringatan dengan suara yang lirih namun cukup menjelaskan jika itu adalah sebuah peringatan.


"Yes, Prof!" jawab Arsen datar namun sedikit terkesiap.


"Aku lihat kamu tidak se fokus biasanya." ucap sang dosen. "Ada yang mengganggu pikiran kamu?"


"Tidak ada, Prof..." jawab Arsen menggeleng dan tersenyum datar.


"Hemm..!" gumam sang dosen mengangguk sembari menepuk pelan pundak salah satu Mahasiswa yang ia andalkan.


"Lakukan yang terbaik! Kamu akan mendapat ilmu yang tak akan pernah kmu lupakan seumur hidupmu. Kamu sangat mahir di bidang ini."


"Siap, prof!"


Dosen itu melangkah melewati Arsen yang melirik keberadaan sang dosen melalui ujung ekor matanya. Ia sangat sadar jika dosen satu ini sangat tegas tapi juga sangat baik.


' Apa wajahku sangat jelas terlihat jika sedang ada pikiran? '

__ADS_1


Gumam sang mantan pembalap bercermin pada salah satu layar laptopnya yang sudah pasti tidak akan terlihat jelas.


Menghela nafas panjang, melirik jam tangan di pergelangan tangan kirinya, Arsen bergumam dalam hati...


' Di sana sudah kembali malam... Apa Cla sudah membalas pesan ku? '


' Kalaupun sudah, aku tak tau kapan bisa mengambil ponsel ku di penitipan! Sejak kemarin belum boleh mengambil ponsel! '


' Peraturan tugas ini memang sangat aneh! Apa mereka tidak berpikir, bagaimana jika ada kabar darurat dari rumah? Sementara tidak boleh membawa ponsel untuk memasuki ruangan ini. '


Gerutu Arsen dalam hati.


Bersamaan dengan itu seorang petugas memasuki lab datang dengan membawa tumpukan kotak makan.


"Sarapan sudah datang..." gumam seorang Mahasiswa yang duduk berseberangan dengan meja Arsen.


"Sen, makan Sen!" ujarnya sembari menerima uluran kotak makan dari petugas kampus.


"Hmm!" jawab Arsen datar sembari menerima kotak makan dari petugas.


# # # # # #


Hari-hari di lalui oleh Arsen bagai di dalam kurungan penjara. Bagaimana tidak, ia belum bisa menggunakan ponselnya sampai delapan hari lamanya. Dan begitu juga yang di alami oleh teman-teman lainnya.


Waktu yang di janjikan tak lebih dari satu minggu, ternyata melebar sampai hari pun belum tentu bisa di ijinkan untuk pulang.


Bahkan istirahat pun mereka di dalam lab. Setiap harinya hanya di beri waktu 1 jam untuk pulang ke apartemen, itupun ponsel masih di tangan pengawas. Hidup sang pemuda serasa mau gila saja.


Delapan hari sudah ia tidak bisa menghubungi sang kekasih. Delapan hari sudah ia tidak tau seperti apa sang kekasih saat ini. Delapan hari sudah ia di buat hanya bisa berangan dan membayangkan wajah cantik sang kekasih yang selalu dalam ingatan.


"Malam ini kalian bisa istirahat di rumah! Ambil ponsel kalian di pengawas. Dan kembali besok pagi pukul 9! Semakin cepat tugas hari ini selesai, semakin cepat pula kalian bisa pulang!"


Satu kabar yang membuat jantung Arsen berdetak kian kencang. Sungguh ia tak menyangka siang ini akan keluar kalimat sedemikian menggetarkan jiwanya.


"YES!" pekik Mahasiswa satu ruangan bersamaan sembari bersorak gembira.


Sekitar ada 6 Mahasiswa saja yang memiliki kesempatan untuk bisa menjadi bagian dari pekerjaan ini.


Arsen sangat tidak sabar untuk hari ini segera berakhir. Ia ingin segara tau pesan apa saja yang ia terima selama Delapan hari terkahir. Jika memang sang kekasih sudah mau mengirimnya pesan.


' I miss you, Baby... Semoga kamu tidak salah paham untuk kesekian kalinya... '


Adakah pesan di ponsel Arsen setelah Delapan hari tidak di buka?


Jika ada banyak, kira-kira pesan apa saja yang sudah di kirim oleh Cla selama Delapan hari ini?


...🪴 Bersambung ... 🪴...

__ADS_1


__ADS_2