
Membangunkan Cla dengan cara yang lembut sepertinya tidak akan membuahkan hasil. Itu mungkin karena sang gadis terlalu lelah atau bagaimana. Yang jelas Arsen pun enggan untuk memaksa sang kekasih bangun.
Menahan debaran di dalam dada, ia daratkan sebuah kecupan bertubi pada wajah cantik rupawan. Yang meski begitu tak terlihat terganggu sama sekali.
"I love you..." bisiknya nyaris tanpa suara.
Bangkit dari tempat tidur, Arsen melangkah mendekati meja belajarnya, dimana buket bunga dengan syal berwarna biru tua ada di antara bunga-bunga indah yang di rangkai dengan sangat cantik.
Meraih, menyentuh syal biru tua dengan sebuah tulisan kecil dari brand ternama dari negeri yang menjadi pusat fashion dunia yaitu Paris. Arsen tertegun...
Kemudian menoleh pada kekasihnya yang masih tertidur dan mungkin tenang dalam sebuah mimpi, dan kembali menatap pada buket di genggaman.
' Melihat mu di kota yang aku tinggali selama hampir empat tahun seorang diri ini saja sudah membuat aku bahagia. Tanpa perlu kamu membawa apapun seperti ini... '
Lirihnya dalam hati sembari membaca tulisan Dior pada ujung syal yang terlihat. Dan ada sebuah card bertuliskan...
Happy Birthday to my first and my everything.
I was waiting someone like you in my life.
So sorry about my emotions that change all the time.
I love you...
Clarice ❤️
Sebuah coretan dari pena merah membentuk love penuh ada di bagain samping kanan namanya.
' Aku sangat suka! Terima kasih, Baby... '
Ucapnya dalam hati sembari mencium singkat syal biru itu.
Arsen keluar dari kamarnya. Niat hati ingin mandi air hangat karena musim gugur yang dingin membuatnya jarang mandi. Akhirnya Arsen memilih untuk membuat coklat panas untuk dirinya dan sang kekasih yang entah kapan akan bangun.
' Aku sama sekali tidak menyangka jika dia akan datang... '
Gumamnya tersenyum tipis sembari mengaduk coklat di dalam cangkir.
' Sayang sekali, Baby... Aku datang saat kamu sudah tertidur... Mungkin kamu lelah perjalanan jauh. Apalagi tanpa menggunakan ponsel sama sekali. '
' Dan surprise yang kamu rancang ini jadi terasa unik, bukan? '
Arsen terus bergumam dalam hati dengan mengulum senyuman. Ada rasa bahagia yang tidak bisa ia ungkapkan di dalam hatinya.
__ADS_1
Ada rasa bangga luar biasa yang tidak bisa di ungkapkan menggunakan kata-kata karena saking bahagianya di datangi oleh gadis yang paling di rindukan tanpa di minta.
Jakarta - New York bukanlah jarak yang dekat. Bahkan butuh uang puluhan juta rupiah atau bahkan ratusan juta rupiah untuk tiket pulang pergi dengan menggunakan penerbangan first class.
Jantung sejak tadi tak hentinya berdetak kencang. Semua itu karena keberadaan belahan jiwa di dalam apartemennya untuk pertama kali.
Kembali ke kamarnya, bertepatan dengan tubuh mungil itu menggeliat pelan sembari menarik nafas panjang. Arsen segera berbaring di samping Cla setelah meletakkan cangkirnya di atas meja, berharap gadis itu kali ini akan bangun dan ia bisa mendengar secara nyata merdu suara gadis yang ia cintai.
"Baby?" panggil Arsen lirih, teramat lirih.
Sontak sepasang mata yang masih tertutup itu terbuka dengan sangat cepat hingga terbelalak lebar menatap balon-balon yang berterbangan di atap kamar.
Suara itu berasal dari sisi kanan, apakah benar jika Arsen sudah pulang dan ia tidak tau? Tapi sejak kapan? Setidaknya itulah yang ada di dalam pikirannya yang belum tersadar 100%.
Padahal ia sudah susah payah jauh-jauh dari Indonesia untuk memberi kejutan. Kenapa justru ia ketiduran dan sekarang ia yang di kejutkan?
' Oh my God! Ini pasti hanya mimpi! Arsen pasti belum pulang! '
Mohon sang gadis di dalam hati. Namun sayang, karena doa nya memang sudah terlambat untuk di ucapkan. Pemilik apartemen sudah datang ketika ia tengah tertidur dengan nyenyak nya.
Dengan sangat pelan ia menggerakkan pelan kepalanya ke arah kanan, di mana di sanalah sumber suara berasal.
Dan tak butuh waktu lama untuk ekor matanya menangkap sosok tampan rupawan sedang tersenyum manis di sampingnya. Dengan berbaring miring ke kiri menghadap dirinya.
' Dia benar-benar sudah pulang! '
Pekik sang gadis di dalam hati dengan detak jantung yang tidak dapat di kondisikan lagi.
Jantung yang semula sudah berdetak kencang, kini semakin kencang akibat melihat wajah tampan yang ia rindukan benar-benar nyata ada di depan mata.
Sedangkan Arsen mengerutkan keningnya melihat tingkah sang kekasih. Sudah di depan mata kenapa justru sembunyi di baik selimut?
"Hai?" panggil Arsen. "Baby, Are you Ok?" tanya Arsen heran dengan apa yang sedang di lakukan oleh Cla di dalam sana.
Tidak ada jawaban, Arsen kembali bertanya. "Baby? Kenapa sembunyi? Aku sudah pulang..." lanjutnya mencoba untuk menarik selimut yang menutupi wajah Cla, namun selimut itu rupanya di pegang erat oleh Clarice.
Tergelak lirih, "Sayaaang?" panggil Arsen berusaha membuat kekasihnya berbicara.
' Oh my God! Kenapa semua jadi seperti iniiii? '
Gerutunya dalam hati.
"Kamu malu?" tanya Arsen. "Untuk apa malu? Aku justru sangat senang hari ini. Tiba-tiba kamu ada di sini di hari ulang tahunku,adalah kejutan terbesar yang pernah aku dapatkan sepanjang usiaku!" ucap Arsen mengagungkan usaha sang kekasih. Dan itu semua tulus dari hatinya.
__ADS_1
"Sampai saat ini jantungku masih berdebar karena tak percaya kamu ada di sini...di kamarku." lirihnya terdengar begitu menenangkan jantung Cla yang hampir melompat dari tempatnya.
"Thank you so much, Baby..." ucap Arsen tersenyum damai.
Di dalam selimut, Cla semakin salah tingkah. Ingin mengeluarkan wajahnya, tapi rasanya ia bahkan belum merapikan diri sejak kedatangannya tadi siang.
"Baby?" panggil Arsen lagi. "Aku sangat merindukan mu... Tapi kenapa amu justru sembunyi seperti ini?" tanya Arsen.
"Kamu tidak ingin memelukku?" tanyanya lagi. "Padahal sejak tadi aku sudah tidak sabar ingin memelukmu..."
"Apalagi udara sedang dingin-dinginnya..." lanjutnya bergumam.
Hingga akhirnya, Arsen melihat pergerakan dari selimut tebal miliknya. Sebelum selimut itu menunjukkan wajah cantik di baliknya, Arsen yang kini menopang kepalanya dengan satu tangan kirinya, menyungging senyuman manis untuk menyambut pandangan Clarice.
Dan akhirnya sepasang mata muncul dengan menatap dirinya malu-malu. Hanya mata saja yang terlihat. Sementara area bawahnya masih tertutup rapat oleh selimut tebal.
Sepasang mata melirik kanan kiri, seolah bingung hendak menatap apa. Menatap wajah di hadapan rasanya masih membuatnya tak berdaya.
"Hm?" tanya Arsen mewakili kata kenapa.
"Sejak kapan kamu pulang?" tanyanya tanpa memperlihatkan wajahnya yang ia yakini sedang buruk akibat tidur yang tak beraturan.
"Emm.... sekitar satu jam yang lalu," jawab Arsen. "Tapi aku baru tau kalau..." Arsen menggantung kalimatnya, membuat Cla mengerutkan keningnya menunggu kelanjutan kalimatnya.
Tersenyum lebih menawan, "Aku baru tau kalau ada kekasihku di kamarku sekitar 25 menit yang lalu..."
Cla memejamkan matanya dan kembali menutup wajah dengan selimut.
' Itu artinya dia sudah melihat ku tidur sejak 25 menit yang lalu... Apa kabar muka bantal ku yang pasti sedang sangat jelek! '
Gerutu sang gadis seolah ingin menangis saja mendengar kenyataan yang mengejutkan.
"Sayaang ayolah... buka wajahmu. Aku sangat merindukan senyummu... wajah cantik mu..."
"Emmm!" Cla menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Why? Kamu tidak merindukan aku?"
"Hmmm!" mengangguk cepat.
"Lalu, kenapa tidak mau melihatku?" tanya Arsen kebingungan.
...🪴 Bersambung ... 🪴...
__ADS_1