CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 09 - IDE GILA


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini, jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN". Terimakasih....


...*...


...*...


...*...


"Jadi ide apa ini?" Tanya William kepada John.


"Ide nya....memang gila, tapi ini adalah yang terbaik, demi karir Adel kedepannya. Di Eropa, jika kamu punya skandal, sebagai tukang selingkuh atau sejenis nya, kamu tidak akan bisa bertahan, begitulah dunia bekerja, jadi...."


"Tapi ada juga kok negara yang jika semakin bikin skandal malah makin terkenal" Jawab Adel.


"Jika terkenal hanya skandal itu tidak akan berlangsung lama, jika skandal itu terlupakan dengan berita lain, maka dirinya pun tak akan diingat, Kamu jadi penyanyi ingin terkenal atau menampilkan prestasi kamu?" Tanya John kepada Adel dengan serius.


"Adel suka menyanyi, karena itu Adel ingin musik Adel bisa di dengar semua nya"


"Nah kalau begitu profesional lah! Jangan jadi publik figur yang hanya mengandalkan skandal, ketenaran hanya karena skandal itu sebentar, tapi....jika kamu profesional dan berbakat maka bakat kamu akan selalu diingat orang, bahkan setiap generasi nya akan mengingat kamu"


Adel sadar, jika ia ingin profesional di dunia musik, ia tak boleh membangun image buruk dengan menggunakan skandal seperti itu. Adel harus memilih, untuk penyelesaian masalah ini.


"Lebih baik kamu pacaran saja dengan William, dan bilang ke pihak media bahwa tanda tangan kontrak kamu dengan acara show itu, sepihak dilakukan oleh Nyonya Wang yang menipu mu, karena kamu kan benar ditipu oleh nya"


"Apa?!!!" Adel dan William terkejut.


"Om!! Adel nggak bisa lah pacaran sama kak Will, nanti apa kata orang tua Adel?!"


"Nah itu pilihan kamu, om hanya menyarankan saja" Jawab John dengan enteng.


Toh kalian tak lama lagi akan menyadari perasaan masing - masing, apa salahnya memajukan nya lebih cepat?


"Paman!! Nggak bisa begitu, mana bisa aku pacaran dengan Adel, Adel itu adik ku sendiri, mana bisa!! Kakak macam apa aku ini?!!" Protes William.


"Hei!! Mana ada kakak yang minta cium adik nya kayak tadi?!! Konyol banget sih!!" Jawab Adel melakukan pembelaan diri.


Bagi Adel ini sangat konyol, William selalu mengatakan dirinya adalah kakak yang baik untuk Adel, tapi terkadang William malah memperlihatkan bahwa hubungan mereka tak seperti kakak dan adik. Adel juga punya Adik laki - laki, tapi mereka tak pernah dekat seperti Adel dan William. Mereka menyayangi layaknya keluarga.


"Di Paris ciuman itu hal yang biasa, lagian aku hanya minta cium di pipi bukan kah itu wajar? Kau duluan yang selalu melakukan itu padaku!!" William tak terima akan hal itu.


"Baik, ini Paris...tapi aku tidak mau jadi wanita seperti itu, Aku hanya akan mencium orang yang kucintai, Tapi aku juga akan mencintai orang yang juga mencintai ku, karena kau tidak mencintaiku, maka aku tidak akan mencium mu!!"


Jedaaarrrrr......perkataan yang tajam menusuk tajam ke jantung William.

__ADS_1


Aneh, aku tidak mencintai Adel....kenapa hati ku sakit saat Adel mengatakan hal itu.


"Jadi bagaimana? kalian mau pacaran sungguhan atau pacaran kontrak boleh, terserah kalian, Jika urusan orang tua Adel, itu hak Adel untuk memberitahu kan semua nya atau tidak...."


"Pacaran kontrak?!!"


Ide ini gila, Adel dan William merasa ide yang John katakan itu sangat - sangat gila.


"Iya, pacaran sampai skandal ini reda juga boleh" Ujar John.


"Hah?! Pacaran kontrak?!? Jangan kan pacaran kontrak, aku saja tidak melihat nya sebagai wanita!! Dia itu masih anak - anak!! Bahkan aku sudah kebal dia sejak dia TK, sampai sekarang pun masih sama saja kayak anak TK" Ujar William.


Harga diri Adel yang tinggi tak akan pernah memaafkan penghinaan itu. Papa nya selalu mengajarkan harga diri wanita itu harus tinggi, jika tidak lelaki akan mudah untuk menaklukkan nya dengan rayuan dan gombalan yang tidak tulus.


"Baik, kita lakukan pacaran itu, ini juga kepentingan ku, kenapa tidak?"


"Apa?!" Ada perasaan senang di hati William, tapi ia tak sadar kenapa.


"Baiklah, paman akan buatkan kontrak untuk kalian, tentu saja pacaran tidak boleh melewati batas dan harus berpegang pada norma - norma keluarga kan?"


Jika tidak....Ben akan membunuh ku.....


John bergidik ngeri melihat masa depan nya.


"Jadi....bagimu ini, aku masih anak TK ya?" Tanya Adel kepada William.


"Tentu saja, Anak TK yang selalu nangis dan meler - meler"


"Oke!! Cukup lupakan hal itu!!"


Dengan langkah berani Adel menyebrangi meja di hadapan nya. Melewati atas meja layaknya kucing yang sedang menggoda mangsa nya, Adel pun berada di atas pangkuan William dengan tatapan yang mempesona.


Kenapa?!! Kenapa Adel seperti ini?!! Ada apa ini?!!


William panik dan terus mundur, namun akhirnya Adel tepat berada di atas pangkuan nya, tak ada celah untuk menghindar.


"Mulai sekarang.... perhatikan baik - baik, Aku ini Adelaide, bukan Adel yang ada dalam ingatan mu dulu, Siap - siap saja terbuai dengan pesona ku, Aku pasti kan Kak Will....akan gigit jari melihat ku kedepan nya" Dengan kedipan yang sexy dan centil, Adel memikat hati William.


.


.


.

__ADS_1


Esoknya....


Adel dan William akan mengunjungi stasiun televisi, yang akan menayangkan acara show Adel, untuk pembatalan kontrak. Adel menunggu William di depan pintu masuk stasiun televisi.


"Lama amat sih kak Will !!" Protes Adel.


"Maaf, jalanan macet tadi"


"Ya udah ayo masuk" Adel mengulurkan tangan nya menunggu sambutan dari William untuk menggandeng nya.


Dengan malu - malu William mengambil tangan Adel dan menggandeng tangan itu.


"Bukan begitu!! Katanya sudah dewasa? Kok gandengan nya masih kayak anak - anak? Kak Will yakin pernah pacaran? Kok kaku banget sih?" Adel pun mengambil Alih dan mengaitkan jari - jari mereka seolah mengunci nya dengan erat.


Adel yang terlihat santai malah membuat William berdebar tak karuan.


"Maafkan saya sebelumnya, pak produser, ini pacar saya William Franois" Adel memperkenalkan William kepada Produser acara TV itu.


.


.


.



.


.


.


"Oh Franois? Dari geng Norma?" Tanya sang produser.


"Benar" William menyapa dengan senyum bisnis nya.


Geng Norma? Geng apa itu? Apakah seterkenal itu? Aku tidak tahu apa - apa mengenai kak Will...


"Ada perlu apa ya sampai kalian datang menemui saya?"


"Ini mengenai acara show itu, Saya tahu ini telah melanggar kontrak, tapi saat saya menandatangani kontrak itu, Manager saya yang lama yang telah menyuruh saya tanpa memberitahu dengan detail isi kontrak, Saya akan bertanggung jawab membayar denda kontrak dan....."


"Tidak Bisa!!!!!!"

__ADS_1


-bersambung-


__ADS_2