
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga dukung novel Istri Yang Terabaikan ya. Terimakasih....
...*...
...*...
...*...
"Bukan dia yang melakukan nya!!"
William telah berada di hadapan Nyonya Wang dan Adel dengan rasa percaya diri yang tinggi.
"Kenapa kau disini?!!" Tanya Adel dengan sangat marah.
"Sekarang anda tidak ada lagi hubungan dengan Le Marine, jadi Adel tidak perlu berurusan lagi dengan mu, Tenang saja, Adel akan kujamin sukses di bawah naungan ku" Ucap William.
"Anda siapa?" Tanya Nyonya Wang.
"Anda tak perlu tahu siapa saya, yang pasti Le Marine tidak membutuhkan anda"
Tangan William segera menarik Adel untuk keluar. William memasukkan Adel ke dalam mobil nya, saat William akan memasang sabuk pengaman mobil ke Adel, mata mereka bertemu, ada rasa yang beda dari biasanya.
Deg.....deg.....deg......
Ada apa dengan diriku? Kenapa jantungku berdetak keras begini?
"Mau ke mana?" Mata Adel menyala dengan amarah nya memandangi William dengan tajam.
Aneh.....Adel yang ia kenal tak pernah bersikap begini kepada nya. Adel yang ia kenal selalu menatap nya dengan senyum dan memeluk nya dengan erat tiap kali dirinya berada dekat dengan Adel.
"Kenapa pasang wajah begitu? Kamu kok nggak manis kayak waktu kecil dulu sih?" Balas William sambil berusaha menata hati nya.
"Aku tanya mau kemana kita?!!" Teriak Adel, kepada William ketika melihat William memasang sabuk pengaman nya.
"Boxing! Buat melampiaskan amarah mu"
William memacu mobil nya dengan kencang menuju ke tempat latihan Boxing nya. William sudah cukup lama berlatih boxing untuk menambah otot - otot di tubuh nya.
"Kenapa diam saja? Sudah lama tidak bertemu, kamu tidak mau berbicara padaku?" Tanya William kepada Adel.
William menyadari nya, sejak mobil mulai berjalan, Adel hanya terus menatap keluar jendela dengan wajah jengkel. Adel yang manis tak ada lagi di hadapan William. Bagi William ini hal baru, Adel menatap nya dengan wajah yang marah dan kesal, Hal yang belum pernah Adel tunjukkan kepada nya.
"Kemana gadis kecil ku yang dulu ya? Selalu manis dan tersenyum?" William masih mencoba berbicara pada Adel.
"Will Please, kita sudah dewasa...sudah banyak yang berubah di antara kita!! Jangan samakan aku dengan aku yang dulu!!" Jawab Adel dengan sinis.
"Tapi bagiku kamu selalu menjadi Adel, kamu ya kamu, Bagiku selalu sama"
__ADS_1
"Aku yang tidak bisa!! Kan kau sendiri yang mendorong ku menjauh saat itu...."
William membanting setir nya dengan kencang dan segera menepi ke tepi jalan. Adel bisa mendengar makian dan klakson dari mobil di belakang mereka yang protes karena mereka berbelok dengan tiba - tiba.
"Jangan ingatkan itu lagi, Adel yang ku katakan saat itu adalah yang terbaik" Ucap William.
"Cukup!! Aku muak padamu!! Kau yang membuat ku menjauh, kalau begitu jangan dekati aku lagi !! Ku harap aku tidak bertemu lagi kedepannya!! Dan acara Show itu, Akan ku lakukan!! Aku sudah mengirimkan kontraknya ke stasiun televisi !! Jangan ikut campur pada masalah ku lagi"
Adel melepaskan sabuk pengaman nya dan keluar dari mobil.
"Apa yang kau lakukan?! Masuk!! Ini jalan raya, nggak bakal ada Taxi yang lewat!! Cuaca juga dingin!!" William yang khawatir berteriak kepada Adel dari dalam mobil.
"Aku nggak mau berada satu mobil dengan mu!!" Jawab Adel dengan balas berteriak.
William pun keluar dari mobil nya dan mencoba memanggil Adel lagi namun Adel tak menghiraukan panggilan William dan terus berjalan.
"Adelaide masuk sekarang juga!! Atau ku ikat kau ke mobil ku!!" Bentak William sambil memukul bagian depan mobil nya sendiri.
"Fine !! Tapi jangan ajak aku bicara!!" Adel menyerah karena tak melihat ada Taxi atau mobil lain yang bisa ia tumpangi.
"Fine!! Masuk sekarang juga!!"
William tahu daerah ini, merupakan wilayah kekuasaan geng lawan nya. Jika ada yang melihat Adel keluar dari mobil nya dan membiarkan Adel berada lama di luar mobil, William takut ada hal - hal yang tak ia inginkan terjadi.
"Kita putar arah, Aku akan mengantar mu ke rumah" Ucap William.
.
.
.
"Sialan!! Apa mau nya sih dia itu?!! Dibantuin bukan nya terimakasih malah marah!! Kemana perginya dia yang manis itu?" William masih kesal dengan hal yang ia alami barusan.
"Ada apa sih Will, kenapa kamu kesal begitu? Apa ini ada hubungannya dengan Nona mu?"
"Paman jangan memperlakukan ku begitu!! Haaah aku benar - benar kesal"
Ketika William kesal, William pasti akan menemui Paman nya John. John adalah saudara ayah nya, William baru mengetahui keberadaan paman nya setelah ia mengambil alih Keluarga.
"Ada apa sih? Siapa yang bikin kamu kesal? Pasti nya Adel bukan?"
John selalu tahu segala hal mengenai William.
"Ya siapa lagi, gadis kecil itu....sekarang sangat berbeda"
"Dia berbeda dan Kamu menyukai nya?" Tanya John.
__ADS_1
"Paman!! Aku menyayangi nya seperti saudara bagiku, Karena aku punya tanggung jawab besar di hidup nya, karena.....dosa ku...."
"Will, semua nya tahu bahwa itu semua bukan salah mu, Tapi paman rasa kau menyukai Adel bukan sebagai saudara....."
"Paman!!" William memotong ucapan John. "Itu tidak mungkin, Aku yang paling tahu perasaan ku, selama ini Adel selalu jadi adik yang penting bagiku"
"Baiklah, Kita tunggu saja segel hatimu terbuka" Goda John kepada William.
"Paman!!"
William kemudian memeriksa Handphone nya, William berniat mencari kontak Adel yang sudah lama tak ia hubungi, namun dari notif handphone nya, William melihat pemberitahuan bahwa Akun resmi dari Televisi telah mengumumkan jadwal syuting Adel dan Justin.
William serasa terbakar dan mencari informasi Justin dari Internet. Dengan jari yang cepat dan amarah nya, William mengetik nama Justin ke pencarian.
"Hah?!! Cowok kayak gini bakal jadi pasangan Adel? Apaan nih? Nggak macho!! Mana cocok sama Adel yang manis" Protes William.
"Apalagi Will?" Tanya John.
William memperlihatkan Biodata Justin di handphone nya kepada John.
.
.
.
.
.
.
"Jus...Justin Monaco?" John membaca pencarian itu.
"Lihat!! Cowok begini jadi pasangan Adel, nggak cocok banget kan?"
"Menurut paman cocok kok, Adel cantik dan Justin ganteng banget, serasi sekali"
"Paman!! Cowok itu nggak macho kayak aku, dia nggak bisa jadi pasangan Adel, Pokoknya aku harus menggagalkan nya!! Plan D harus kubuat!!" William memacu semangat nya.
"Jangan gunakan pelacak lagi, emangnya Adel nggak marah waktu tahu kamu melacak nya saat menemui dia tadi?"
"Dia bertanya sih...."
-bersambung-
__ADS_1