
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....
...*...
...*...
...*...
"Halo? Adel???!!"
Tidak ada lagi suara dari Adel, Leon mulai merasa takut, ia pun segera mengambil Jas milik nya dan berlari ke luar untuk menemui Adel.
"Leon Tunggu!!" Tarik seseorang.
"Ada apa? Aku sedang buru - buru!"
"Aku perlu menanyakan tentang pasien kamar nomor 8...."
Srakkk......Leon melepaskan tangan dari wanita itu dan terlihat wajah kalut dari pria itu seolah ia sedang diburu - buru waktu dan inilah saat terakhir milik nya.
"Kita bicarakan ini nanti" Ucap Leon lalu pergi.
Wanita itu terus memandangi punggung Leon dan menatap nya dengan kesedihan.
Apa di mata mu hanya ada wanita itu saja? Sampai kapan kau bisa melepaskan nya? Wanita itu beruntung memiliki mu disisi nya.
.
.
.
Mobil Leon melaju dengan kecepatan kencang menuju ke arah lokasi yang Adel kirimkan sebelum ia pingsan. Leon pergi bersama pihak rumah sakit, yang tepat berada di depan nya dengan mobil Ambulans.
Adel.... please...... bertahan lah.....
Dari jauh Leon bisa melihat mobil Adel dan melihat begitu banyak asap keluar dari mobil itu. Pihak medis segera berlari keluar dari ambulans dan mengeluarkan Adel begitu juga dengan Leon. Karena bagian depan mobil itu penyok, sangat susah untuk mengeluarkan Adel yang berada di kursi depan.
"Adel bisakah kau mendengar ku?" Tanya Leon sambil berusaha mengeluarkan Adel.
"Dr. Leon, ini terlalu berbahaya, sepertinya tulang pasien ini patah, kita haru menghancurkan pintu mobil ini atau memotong bagian depan,jika salah mengeluarkan tulang nya bisa lebih parah patah nya"
"Kalian lakukan sesuatu, Aku akan mencari alat untuk membongkar pintu itu"
Leon mencari sesuatu di dalam mobil Adel namun tak ada satupun barang yang bisa digunakan, layak nya mobil yang selalu wanita gunakan. Bisa dilihat isinya begitu feminisme.
"Ughhh!! Tidak ada satupun yang bisa digunakan!!"
__ADS_1
Di tengah kekesalan Leon tiba - tiba ia punya ide untuk mengeluarkan Adel. Leon segera mengambil pisau di dalam mobil nya dan segera menuju ke mobil Adel.
"Dr,....? Apa yang akan anda lakukan?"
"Aku akan mencongkel tepi pintu ini agar kalian bisa lebih mudah bergerak"
"Tapi....itu pisau bedah....Tangan anda akan terluka..."
"Apakah sekarang penting membicarakan ini? Kalian tidak lihat ada pasien di depan kalian?!!"
"Maaf Dr."
"Bagaimana denyut nadi nya?" Tanya Leon khawatir.
"Masih normal, Kami sedikit lagi bisa menjangkau nya"
Butuh sedikit lagi kekuatan, untuk mengeluarkan Adel, Leon menahan sakit nya tangan karena pisau bedah itu melukai tangan nya. Bahkan par perawat pun melihat darah Leon terus bergidik ngeri.
"Dr. Leon kami bisa menjangkau nya, Anda bisa istirahat"
Leon pun terduduk dan membiarkan para perawat mengeluarkan Adel. Leon memeriksa keadaan Adel sebentar.
"Patah tulang belakang, sepertinya dia syok pasca kecelakaan, mungkin dia akan bangun sebentar lagi. Kepala nya juga terbentur kuat"
Leon terus memeriksa dengan teliti apakah ada luka atau hal lain yang Adel derita.
"Adel? Kau sudah sadar?"
"Le...on" Suara Adel sangat lemah dan sepertinya Adel masih belum sadar sama sekali.
"Sesampainya di rumah sakit segera serahkan pasien ke Dr. Freed...."
"Kenapa Dr. Freed?" Tanya yang lain nya.
Dr.Freed terkenal dengan kemampuan dewa dan sangat terbaik dalam perawatan pasien. Untuk bisa dirawat Dr. Freed saja butuh waktu sekitar 3 bulan untuk reservasi karena banyak nya permintaan.
"Ada masalah? Dia wanita yang akan jadi istri ku nantinya tentu saja harus di rawat oleh Dokter terbaik yang ada, bawa saja ke Dr. Freed aku sudah menghubungi Dokter saat di jalan jadi dia sudah tau"
"Baik Dokter, Lalu apa yang anda lakukan disini?" Tanya yang lain.
"Aku perlu melihat kondisi mobil nya, Aku mau mengurus asuransi dan laporan lain nya" Ucap Leon.
Mobil Ambulans yang membawa Adel pun telah pergi. Sejak tadi Leon merasa curiga dengan kondisi mobil Adel, Leon sudah banyak menolong orang yang kecelakaan mobil. Baik yang secara langsung ataupun saat di rumah sakit. Tapi baru kali ini ia melihat arah tabrakan yang sedikit aneh, seperti ada sesuatu di rem nya.
Karena Leon melihat sendiri bekas ban mobil yang menghitam di jalanan seolah ban itu tidak mengalami pengereman sama sekali.
"Aku harus mengambil barang Adel dulu"
__ADS_1
Leon mengambil ponsel Adel dan tas Adel yang masih berada di mobil itu tak lupa juga Leon mengambil BlackBox dari mobil Adel untuk dijadikan bukti laporan. Kemudian Leon memeriksa ke arah mobil yang terus berasap itu.
Leon pun memeriksa lagi mobil Adel dengan seksama dan benar saja kecurigaan itu. Mobil Adel telah di sabotase dengan baik. Kabel Rem telah terpotong dengan halus. Inilah yang menyebabkan Adel terhantam begitu kuat dan mobil nya sangat penyok di bagian depan nya. Karena Rem mobil itu telah di potong.
"Siapa yang melakukan hal ini?"
Leon pun kembali memeriksa mobil Adel dengan teliti namun pemeriksaan nya terhenti karena sebuah telfon.
"Halo Tuan Benedict?" Rupanya itu telfon dari papa Adel.
"Adel ada di mana? Aku baru membaca pesan dari mu"
"Tenang tuan, Adel sudah dipindahkan ke rumah sakit, sekarang saya sedang menunggu pihak Asuransi Adel untuk membawa mobil nya"
"Bagaimana kondisi Adel?"
"Patah tulang belakang, Adel juga syok pasca kecelakaan, karena kepala nya terbentur juga saya sudah menyuruh para perawat untuk memeriksa juga secara CT scan dan X-ray lebih lanjut"
"Baiklah, terimakasih Leon, jika ada yang kau perlukan nanti nya Katakan saja padaku"
"Baik tuan"
Rasanya sedikit Aneh melihat keluarga Adel dan dirinya bisa berhubungan baik setelah sekian lama. Ibu nya dan Ayah nya butuh waktu yang lama untuk kembali harmonis setelah lama mencoreng nama baik ayah nya. Tapi yang membuat Leon bahagia adalah keluarga nya kini sudah bisa saling memaafkan dan memahami bahkan dari Keluarga Adel pun telah lama memaafkan hal itu.
Pipp....pipp....pipp....Bunyi yang semakin keras terdengar dari mobil Adel. Leon mencari sumber bunyi itu dan melihat ada sebuah bom waktu. Bom itu telah di pasang dari dua belas jam yang lalu dan sekarang hanya tersisa lima menit lagi.
"Bom ini kan..."
Leon pernah melihat Bom seperti ini namun ia lupa kapan ia pernah melihat nya.
Bom yang hanya bisa dikontrol selama dua belas jam pemasangan dan akan Aktif terus selama disetel bahkan tidak bisa berhenti meski dilepaskan. Unik nya lagi Bom itu akan memberikan tanda pada detik - detik terakhir.
"Aku tidak bisa sembarang menyentuh nya"
Dengan cepat Leon memindahkan barang - barang Adel yang ada di mobil ke dalam mobil milik nya. Hingga yang terakhir Adalah cincin pernikahan Adel yang jatuh ke bawah mobil.
Leon berharap cincin itu ikut meledak saja jika seandainya mobil ini hancur namun Leon tahu betapa berartinya cincin itu untuk Adel. Karena selamanya Adel akan selalu melihat orang itu dan hanya orang itu.
Leon pun masuk ke dalam mobil dan menggapai ke bawah untuk meraih cincin itu. Mobil terlalu sempit dan bunyi bom menghilangkan konsentrasi yang Leon miliki.
"Ayolah Leon, sedikit lagi.... setidaknya cukup sekali saja kau jadi pecundang di hadapan wanita yang kau sukai, sekarang tidak boleh lagi"
Leon menyemangati dirinya sendiri. Tangan nya terus menggapai cincin itu namun..
Duaaarrrrrrr.....!!!!!!!!
-bersambung-
__ADS_1