
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....
.............
.......
.......
.......
Malam itu Adel tidur sambil memunggungi William. Adel tidur lebih dulu karena lelah memikirkan banyak hal dalam kepala nya. Sedangkan William tetap terjaga dalam penyesalan nya. Sejak kecil hanya Adel satu - satu nya hal yang ingin ia jaga dan miliki. Satu - satu nya keserakahan nya karena sejak ia menginginkan seorang Ayah waktu kecil semua hal yang ia ingin kan itu adalah kutukan.
William merasa telah menghancurkan banyak hidup orang lain dengan keserakahan nya. Sejak itu William tak pernah lagi menginginkan sesuatu. William hanya berusaha hidup dan menjaga apa yang ia punya hingga kini. Wajah nya terus tersenyum bahkan kadang tersenyum dengan indah namun jarang ada ketulusan dari senyuman itu. Hari ini untuk pertama kali nya ia menunjukkan emosi nya karena sang ibu mengungkit hal berharga bagi nya.
"Ughhhh"
Ruangan gelap dan suara tembakan Adel bahkan melihat banyak wajah orang tak ia kenal di ruangan gelap itu. Tapi di tengah ketakutan nya Papa nya datang...
"Uaaghhhh" Teriak Adel.
Adel terbangun dari mimpi nya, Adel pun bangun dari kasur nya dan menuju ke ruangan lain. Adel mencari - cari sebuah benda. Hampir semua benda di ruangan itu berantakan karena Adel mencari sesuatu.
Akhirnya Adel menemukan nya dan memeluknya. Setelah memeluk nya cukup lama, Adel pun terduduk sambil memeluk benda itu.
"Adel? Kamu baik - baik saja?" Tanya William khawatir.
"Aku...hanya mimpi buruk"
William lalu melihat sebuah benda yang Adel peluk dengan tangan nya yang bergetar. Sebuah Boneka kecil berbentuk singa. Boneka itu memiliki lambang keluarga Silver yang pasti itu pasti lah pemberian Ben.
"Aku akan mengambilkan kamu minum"
"Tidak perlu" Adel segera mencegah William.
"Kak Will peluk aku saja, Kalau kakak ribut nanti Justin akam bangun, Justin akan sangat rewel kalau terbangun dari tidurnya"
"Baiklah"
__ADS_1
William memeluk Adel dan menenangkan nya cukup lama. William ingin bertanya apa yang terjadi tapi tak cukup berani.
"Ini boneka ku dari kecil, entah sejak umur berapa tapi boneka ini selalu jadi milik ku, Papa memberikan boneka milik nya saat ia kecil kepada ku, Ada suatu kejadian yang tidak ku ingat tapi...Karena kejadian itu aku selalu mimpi buruk cukup lama, dan papa memberikan boneka itu sambil menceritakan banyak dongeng lucu untuk ku dengar, Sejak itu setiap mimpi buruk, aku pasti selalu memeluk boneka ini, entah kenapa aku percaya kalau ada papa semua akan baik - baik saja"
Setelah Adel menceritakan itu semua William semakin mengenal Adel, kesedihan wanita itu, dan trauma yang ia miliki.
"Sebenarnya Apa yang kamu mimpi kan sampai kamu teriak begitu?"
"Entahlah samar - samar aku melihat tempat gelap dan semua orang yang tak ku kenal tapi aku lihat ada papa yang menyelamatkan ku dan aku yakin bahwa aku mendengar suara Ibu kak Will"
"Ibu ku? Adel....apakah kamu pernah hilang ingatan sejak kecil? Bukan kah itu kejadian waktu kamu di culik? Apa kamu tidak ingat?"
Adel terkejut ia tidak banyak mengingat kenangan masih kecil nya, Adel pikir itu wajar karena ia memang tidak terlalu pintar di banding kebanyakan orang, Tapi kenapa dia pernah di culik? Dan apa maksud William yang mengatakan dia pernah di culik?
"Kak Will besok tolong temani aku bertemu Papa"
"Papa? Kenapa bukan mama mu?"
"Papa adalah orang yang selalu menyayangi ku, dia tidak akan pernah berbohong padaku, tapi mama sampai kapan pun dia pasti akan selalu diam dan menyembunyikan semua, seolah aku adalah anak kecil yang selalu di jaga nya sejak dulu"
"Kalau begitu apa rencana mu? Katakan saja, Aku selalu mendukung mu"
"Tolong antar aku menemui papa, tanpa ketahuan oleh mama, Aku akan segera mengirim pesan kepada Papa" Ucap Adel.
William akan membiarkan semua yang ingin Adel lakukan dan menemani segala keputusan yang Adel buat. Namun ketika Adel dalam masalah nanti nya, maka ia yang harus bertindak sebagai suami yang melindungi istri nya. Karena Adel sudah besar ia bebas menentukan akan bersikap atas semua rahasia kelahiran dan cerita masa lalu orang tua nya.
.
.
.
Esok nya......
Ben pun bersiap - siap keluar setelah mendapat pesan mendadak dari Adel. Rasanya ada yang janggal tapi belum pernah Adel mengirim nya pesan dengan kata yang putus asa seperti itu. Karena Adel meminta di rahasiakan pertemuan mereka dari Nissa, Ben sudah menduga ini pasti ada hubungannya dengan masa lalu yang selalu Nissa ingin sembunyikan dari Adel.
"Sayang, mau ke mana pergi pagi - pagi begini?" Tanya Nissa.
__ADS_1
"Aku akan pergi sebentar, Ada teman lama yang ingin ku jumpai....kamu sarapan saja tanpa ku, Aku akan cepat kembali"
Ben yang bicara buru - buru itu seolah ada hal mendesak yang menunggu nya. Nissa pun sempat berfikir ada masalah yang gawat namun Ben kembali lagi dan mengecup pipi nya dengan pelan.
"Ini bukan masalah yang besar, jangan khawatir"
Ben pun pergi....
Di Taman.......
Adel dan William menunggu Ben di salah satu taman di dekat rumah Ben. Di sana adalah tempat di mana Ben dan Adel selalu menghabiskan waktu bersama saat Adel kecil.
"Adel !! William!!"
Ben berlari dengan cepat seolah takut terjadi hal buruk.
"Papa" Adel memeluk papa nya seolah sudah lama menahan kerinduan nya.
"Mana Justin?"
"Justin ada bersama pengasuh nya Pa" Jawab William.
"Ada apa Adel?" Tanya Ben dengan panik karena sejak tadi Adel tak mau melepaskan pelukan nya.
"Pa, kemarin Tante Ros datang kembali menemui ku dan kak Will, dia bercerita hal yang aneh dan malam nya aku memimpikan hal yang sama seperti saat aku kecil dulu, Apa papa ingat?"
"Apa? Lalu apa kamu baik - baik saja?" Tanya Ben khawatir.
Adel mengerut kan wajah nya.
"Papa tidak khawatir apa yang Tante Ros katakan pada ku?"
Ben pun hanya memandangi Adel dan berkata...
"Dari pada itu papa khawatir pada mu yang harus mengalami mimpi itu lagi, lagian jika Ros mengatakan semua bukan kah sekarang kamu mencari papa karena ingin tahu juga kebenaran nya? Papa akan menceritakan nya semua jika kamu siap karena kamu memang berhak tahu semua nya, Kamu sudah dewasa Adelaide itu pilihan mu"
-bersambung-
__ADS_1