CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 35 - WILLIAM


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....


.......


.......


.......


Pada suatu sore.....


Dalam beberapa tahun terakhir, Selain sibuk sebagai seorang ibu, Adel juga sibuk menjadi seorang direktur dari sebuah perusahaan entertainment yang menaungi banyak penyanyi dan idola baru. Adel merasa tidak baik hanya diam di rumah saja, sebab itulah ketika menjelang kelahiran Justin, Andhika membantu Adel membuat sebuah perusahaan entertainment musik.


Tanpa diduga, Adel sangat berbakat menemukan orang - orang berbakat dan berhasil membuat banyak penyanyi ingin mengontrak kan diri dengan perusahaan Adel.


Adel memberi nama perusahaan nya dengan nama DVA ent. yang memiliki singkatan (Dans votre attente) yang artinya menunggu dirimu.


Adel berharap suatu saat jika William kembali, dia akan tahu bahwa disini Adel masih akan menunggu nya.


Tok...tok....tok.....


"Nona Adel...."


"Ya Laura?"


"Ada yang mencari Anda"


"Suruh dia masuk"


Tak lama kemudian, orang yang mencari Adel itu pun masuk.


.


.


.



.


.


.


Dengan seikat mawar biru di tangan nya, seorang lelaki tampan datang menemui Adel. Adel menyilangkan tangan nya dan berdiri dengan wajah datar.


Lagi - lagi......

__ADS_1


"Kenapa akhir - akhir ini kau sering sekali ke kantor ku?" Tanya Adel.


"Tentu saja karena aku merindukan mu"


Aneh....Aku rindu rasanya dirindukan oleh seseorang, tapi ketika orang lain merindukan ku, aku seperti tak berdaya dan enggan menerima rasa itu.


"Adel?"


"Maaf....Aku hanya lelah, jadi Leon....apa kau punya keperluan lain?"


"Tidak, aku hanya ingin memberikan bunga ini untuk mu dan sekalian mengajak mu makan malam"


"Apa kau tidak sibuk? Bukan kah kau baru saja Bekerja di rumah sakit?"


"Ya, baru Lima bulan....Ayolah mari kita makan malam bersama"


"Baiklah, Aku juga ingin membicarakan hal penting kepada mu"


Adel, Luca dan Leon adalah teman dekat sejak mereka bersekolah di asrama. Sejak insiden perkelahian Adel dan Leon, Adel dan Leon bisa dikatakan cukup dekat layaknya seorang sahabat. Setelah Adel debut jadi penyanyi, keduanya sudah mulai putus kontak hingga akhirnya mereka berdua kembali bertemu saat Adel memeriksakan kandungan nya ke sebuah rumah sakit dan bertemu dengan Leon.


Leon banyak membantu Adel dalam proses kelahiran Justin. Dan baru lima bulan ini, Leon dipindahkan kerja ke rumah sakit pusat di Paris yang kebetulan tak jauh dari kantor Adel.


Adel dan Leon pun masuk ke sebuah restoran, dan mulai makan malam bersama....


"Apa yang ingin kau katakan padaku?" Tanya Leon.


Sejak, Leon menjadi teman curhat Adel, sejak itulah Leon sadar akan perasaan nya kepada Adel. Leon telah mengungkapkan perasaan nya sejak lama, dan hilangnya William dianggap nya sebagai kesempatan, tapi sepertinya tidak mudah bagi Adel untuk melupakan orang itu.


"Aku melakukan nya bukan karena menginginkan balasan" Ucap Leon sambil memotong steak milik nya.


"Tidak mungkin kau tidak menginginkan balasan, ketika orang jatuh cinta mereka pasti menginginkan orang itu untuk menyukai nya juga, dan itu normal" Jawab Adel.


"Aku terlambat menyadari perasaan ku, seandainya aku lebih dulu mengatakan perasaan ku, kau tidak akan mungkin bersama nya"


"Itu tidak mungkin, Aku sudah menyukai William lebih lama dari yang kau kira, Aku sudah menyukai orang itu sejak aku kecil"


Leon sudah tahu bahwa suatu saat William akan menjadi penghalang terbesar bagi nya sejak ia melihat kedekatan William dan Adel.


"Ini sudah hampir empat tahun!!" tidak bisakah kau melupakan nya dan lihat aku?"


Adel menatap Leon dengan wajah sedih bercampur tegar.


"Seandainya bisa itu lebih baik....tapi tidak pernah sedikitpun aku melupakan nya, bahkan setiap detik aku masih percaya dia masih hidup, kumohon sekarang aku masih berstatus istri nya, Aku ibu dari anak nya, Aku masih ingin mempertahankan hati ku pada nya"


"Maaf....bukan maksud ku untuk membuat mu sedih...."


"Aku tahu....Aku tahu itu....."

__ADS_1


"Tapi setidaknya biarkan aku berusaha semampu ku, sampai nanti saat dia kembali, biarkan aku tetap bersama mu dan menjaga mu"


"Tidak perlu, saat ini aku punya dua orang Papa, papa Ben dan Daddy, bahkan Collin juga ada, semua nya sudah banyak melindungi ku, kau tidak perlu ikutan, lebih baik kau lebih perhatian kepada saudara mu Luca, dia terus khawatir karena kau tidak punya kekasih"


Adel mengelap bibir nya dan kemudian berdiri...


"Makan malam ini aku yang teraktir anggap saja balasan dari bunga tadi, kalau begitu aku pulang dulu"


Adel meninggalkan Leon sendirian di meja makan itu, Adel berharap dengan begini Leon bisa menyerah sedikit terhadap dirinya.


Melihat langit yang gelap dan hujan pun mulai turun, Adel berniat menelfon supir nya untuk menjemput nya di restoran, tapi ketika Adel berjalan sambil mencari ponsel di tas nya tanpa sadar ia bertabrakan dengan seseorang.


"Maaf"


Adel terdiam.....


Tubuh nya membeku dan mematung....


Perasaan yang sangat ia rindukan, dan suara itu....suara itu milik William.


"Tunggu!! Tunggu!!"


Adel berlari mengejar pria yang tidak sengaja menabrak nya itu, banyak nya kerumunan yang ada, membuat Adel hanya mampu melihat bahwa pria itu memakai topi hitam dan baju putih, tapi Adel yakin tinggi itu adalah tinggi William.


"Tunggu!! Hei kau!! Tunggu!!"


Sepatu hak tinggi nya menghambat jalan nya sehingga Adel melepaskan sepatu itu namun orang itu pergi dengan sangat cepat. Di tengah jalan yang banyak orang berjalan kaki itu, Adel merasa putus asa.


Adel tak perduli mau hujan ataupun kaki nya luka, tapi ia yakin bahwa William lah yang barusan menabrak nya, karena Adel tak akan mungkin salah akan suara itu.


"Ughhh" Adel hanya bisa menangisi kebodohan dan begitu lamban dirinya dalam mengejar orang itu, padahal jika ia bisa mengejar orang itu, maka Adel bisa mengetahui apakah orang itu William atau bukan.


"Astaga! Adel apa yang kau lakukan?!!"


Leon membantu Adel berdiri dan memasang kan jas nya ke tubuh Adel, sambil memayungi Adel dari hujan.


"Kau gila?! Kenapa berlari di tengah - tengah hujan begini?!!"


"Aku melihatnya! Aku yakin itu William! Aku yakin itu Willy!!"


"Kau melihat wajah nya?" Tanya Leon.


"Tidak tapi aku mendengar suara nya, Aku yakin itu suara nya"


"Di dunia ini mungkin ada orang yang suara nya mirip dengan William mu, jangan banyak berharap"


-bersambung-

__ADS_1


__ADS_2