
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....
.......
.......
.......
Villa......
Pada suatu sore di sebuah Villa yang jauh dari pemukiman kota. Bangunan tua yang mengundang Nostalgia. Ketika William menginjakkan kaki nya di tempat itu, beribu kenangan dan memori memasuki kepala nya. Ia rindu masa kecil yang ia habiskan bersama Adel dulu.
Villa itu adalah villa milik keluarga Silver, setiap musim panas keluarga Silver, William dan Keluarga Edison bersama - sama piknik untuk menghabiskan musim panas mereka disana.
"Ayunan ini....."
Ada sebuah Ayunan tua yang masih tergantung disana. Ayunan penuh dengan kenangan nya bersama Adel. Adel selalu meminta nya untuk mendorong ayunan itu, Ayunan dari kayu itu sudah sangat lapuk dan terlihat rapuh.
"Ternyata waktu terus berjalan.....Aku merasa bodoh telah menyia - nyiakan waktu seperti ini, wajar jika Adel marah dan perasaan nya seperti kayu ini"
"Jadi kau sadar bahwa kau salah?"
Suara itu menghilangkan rasa nostalgia William dan ia pun mulai berbalik ke arah suara yang berbicara dengan nya.
"Collin !!"
"Aku datang lebih awal, karena ada yang ingin ku pastikan kepada mu"
Collin terkadang bisa terlihat mengerikan jika sedang serius. Terakhir kali William melihat Collin adalah ketika anak itu masih di usia remaja nya. Siapa sangka Collin sudah sangat besar dan jadi seorang pria, bahkan wajah nya itu cetakan dari Papa nya yang begitu tampan dan rupawan.
"Tanya kan saja semua, kali ini aku akan mengorbankan segala nya demi kembali ke sisi Adel....."
"Apa selama ini kau selalu berada di Geng Tan?"
"Collin !! Dari mana kamu tahu itu?! Kamu....Kamu bisa saja celaka jika menyelidiki nya!!!"
"Sudah ku duga....."
Collin ragu dan terlihat tidak ingin berbicara, namun akhirnya Collin memutuskan untuk berbicara. William tak tahu apa yang mengubah pikiran Collin untuk berbicara kepada dirinya.
"Papa dan Aku terus mencari mu, kami menggunakan semua koneksi yang kami punya, tapi kami menduga kemungkinan kau berada bersama Geng Mafia"
"Jadi kalian tahu aku masih hidup?!"
"Kami hanya menduga dan siapa sangka ada saksi yang melihat kau setahun yang lalu, sejak saat itu aku dan papa tau bahwa hanya Empat keluarga dari Empat Geng Mafia besar yang tidak akan pernah bisa kami lacak keberadaan nya....yaitu....."
__ADS_1
"The King" William berbicara dengan nada benci dan raut serius di wajah nya.
"Namanya The King, organisasi itu merupakan persatuan dan Empat keluarga mafia besar dan paling besar di dunia, Salah satu nya Keluarga Tan...."
"Yang ingin ku tanya kan adalah apakah kau berada di sana karena keinginan mu atau karena keadaan memaksa mu? Jawaban mu akan menentukan izin ku untuk menemui kakak ku"
"Collin....Aku......"
"Waaahhh!!! Tempat nya masih sama seperti dulu"
Suara anak perempuan dengan nada riang memecahkan suasana tegang antara Collin dan William. Terlihat wajah Collin lebih tegang ketimbang biasa nya, William sudah bisa menebak suara milik siapa itu.
"Ed, kenapa kau membawa anak - anak kesini? Bukan kah kita akan ada pertemuan penting?!"
Lyra memprotes sikap Ed dan terlihat Lyra begitu kesulitan sambil menggandeng kedua anak - anak nya.
"Bukan kah bagus? Charlotte, Felix, dan Georgina akan menemani Collin disini"
"Kak Collin !!" Charlotte memeluk Collin ketika melihat Collin.
"Lotte!" Collin membalas pelukan itu. Terlihat raut wajah Collin yang tersenyum lembut terhadap Charlotte.
Perbedaan umur mereka yang terpaut lima tahun itu tak menghalangi kedekatan mereka.
"Selamat sore Paman Ed dan Tante Lyra" Ucap William dengan sopan.
"Charlotte! Bawa adik - adik mu bermain di taman ya" Ucap Lyra.
"Baik Madam!!" Ucap Charlotte dengan bercanda.
"Kak Collin, Ayo temani aku" Pinta Charlotte sambil menarik tangan Collin.
Collin menahan tarikan dari tangan Charlotte dan menatap tajam ke arah William dan berteriak.
"Aku butuh jawaban dari mu sekarang!!"
"Aku tidak sengaja kesana dan Aku tidak pernah mengkhianati Adel dalam hal apapun. Selamanya hanya Ada Adel, Aku tidak akan berbohong dan kompromi mengenai hal ini"
Ucapan William yang tulus dan penuh keseriusan itu membuat Collin langsung berbalik memunggungi William dan berkata.
"Aku akan mendukung" Ada senyuman kecil dari wajah Collin dan kini Collin menggandeng tangan Charlotte dan pergi bersama Adik - adik Charlotte.
.
.
__ADS_1
.
"Oh **** !! Bisakah kita masuk ke dalam dan melepas kecanggungan ini ?!!!" Ucap Edison.
Sejak perjumpaan mereka, mereka terus berdiri selama sepuluh menit sambil menatap tanpa berbicara. Baik Ben maupun William berada dalam suasana yang serius.
"Benar, Ayo masuk! Hari semakin gelap, Aku akan membawa anak - anak masuk" Lyra meninggalkan ketiga nya untuk berbincang.
Mereka pun mulai masuk ke Villa dan mencari tempat untuk mereka duduk karena hampir seluruh ruangan sangat berdebu.
"Bisakah kita mulai? Jadi apa yang akan kita bicarakan kali ini?" Tanya Edison.
"Kita tunggu sebentar lagi, Akan ada satu orang yang sangat ingin bertemu anak ini" Jawab Ben.
"Siapa?"
"Andhika Wijaya" Jawab Ben santai.
"Hah?! Si Wijaya?! Cihhh Aku malas sekali melihat nya"
"Dia ingin mengetahui dan membantu menyelesaikan masalah ini"
"Kau kan tahu sendiri si Wijaya itu seperti apa, dia memuakkan dan sombong aku bahkan benci melihat kau masih baik dengan nya"
"Dia sudah berubah, Aku bisa jamin itu" Jawab Ben dengan percaya diri.
"Baiklah jika menurut mu begitu"
William terlihat begitu gugup dan bingung bagaimana ingin memulai percakapan yang natural. Bagaimana cara nya berbicara pada ayah mertua? Atau bagaimana cara nya membuat ayah mertua berhenti marah? Semua nya terus bergantian di kepala William semua pertanyaan - pertanyaan itu.
"Tuan Silver, Saya minta maaf atas kelancangan saya ini, tapi saya perlu bantuan" Ucap William akhirnya.
"Belum puas menyakiti Adel bahkan sekarang kau minta bantuan ku?"
"Semua kecelakaan itu ada hubungannya dengan ini, Saya kira dengan saya menjauhi Adel, Adel akan selamat tapi saya juga tidak ingin Adel akan mengalami nasib yang sama seperti paman saya, Saya sadar bahwa mereka tidak akan pernah menepati janji mereka"
"Mereka?" Tanya Edison dan Ben serempak.
"The King....."
"Keluarga Tan" Ucap Edison dan Ben serempak lagi.
"Bagaimana kalian tahu?"
"Hanya satu Keluarga yang merupakan Anggota The King di negara kita, Yaitu Keluarga Tan"
__ADS_1
-bersambung-