CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 22 - MEMBIASAKAN DIRI


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa untuk memberikan dukungan ke karya author yang lain nya dengan judul "Istri Yang Terabaikan" dan "Pertemuan. Terimakasih....


...*...


...*...


...*...


Sudah tiga hari ini Adel tinggal bersama William. Keseharian nya selalu dipenuhi William, Adel menyukai hal ini, menghabiskan waktu bersama William, meski kebanyakan waktu mereka dihabiskan ke rumah sakit. Adel tetap menyukai hal itu asal bersama William.


Adel tak bisa berhenti khawatir, operasi masih butuh waktu yang lama karena kondisi tubuh William terus mengalami penurunan. Bahkan William sering kelelahan dan stamina nya mulai turun.


"Hahhh pagi yang indah, kak Will ada di mana ya?" Adel berkeliling sepanjang rumah mencari William.


Adel mengurus William dengan baik, disana mereka tinggal berdua meski banyak pembantu serta pihak medis yang juga berada disana, namun rumah yang luas itu membuat keduanya terasa nyata telah tinggal bersama.


Adel merasa bersalah telah berbohong pada papa dan mama nya. Ia tahu bahwa papa dan mama nya tak akan membenarkan cara nya ini, bahkan mungkin tak akan mengizinkan hal ini. Melihat resiko dari operasi yang akan William jalani tak bisa membuat Adel berhenti berfikir hal terburuk yang akan terjadi.


Adel akan sangat menyesal jika ia membuang - buang waktu lebih lama. Karena waktu sangat lah berharga bagi mereka.


Adel membuka jendela, agar udara pagi dapat masuk ke dalam rumah dengan segar nya. Mata nya memandangi kejauhan sambil memikirkan banyak hal dalam benak nya.


Ku kira jika kami saling mencintai kak Will akan berubah romantis dan menghabiskan perhatian nya padaku, tapi apa nya yang romantis!! Dia saja sibuk terus bekerja dengan laptop nya!! Makanya kondisi tubuh nya sering nggak stabil, dasar pria gila kerja!! sama aja kayak Collin dan papa!!


Tapi Adel juga mengerti betapa pentingnya pekerjaan William itu, namun kenapa William tak bisa seromantis papa nya yang selalu menatap mama nya dengan manis meski ia sibuk sekalipun.


"Pagi Max! Apa kau melihat William?" Tanya Adel pada bodyguard William.


"Tidak nona, saya rasa tuan muda masih berada di dalam kamar nya"


"Baiklah terimakasih"


Adel pun dengan cepat berlari ke kamar William dan langsung membuka pintu kamar William.


"Morning kak William!!"


"Uaaggghhhhhh!!!!!!!!!"


.


.


.



.


.


.

__ADS_1


Adel sontak kaget dengan roti sobek tanpa bungkus dihadapan nya. Bahkan bagian bawah yang terekspos dengan sangat indah itu.


"Pa...pakai baju mu bodoh!!!" Ucap Adel dengan panik lalu menutup mata nya.


William pun tak kalah panik nya dengan adel, yang langsung refleks menutup tubuh bawahnya dengan handuk kepala yang hanya seutas kain handuk berukuran kecil itu.


"Kamu yang masuk duluan!! lagian kamu tuh yang Nggak ngetik pintu dulu !!"


"Maaf, Aku kebiasaan begitu, kalau di rumah aku selalu begitu pada adik - adik ku"


Adel terus berada di hadapan William dengan menutup mata nya.


"Apa sih yang ditunggu?! Cepat pakai baju nya!! Mesum banget sih!!" Ucap Adel.


"Gimana mau ganti baju kalau kamu masih di situ!"


Tiba - tiba kejahilan William mulai mendominasi nya, ia ingin menggoda pacar nya itu dengan cara yang sedikit nakal.


"Ah! Aku tahu, kamu sengaja kan mau melihat tubuh ku? Makanya pura - pura begini? atau kamu mau menggantikan baju ku?" William menarik Adel mendekat ke arahnya.


Tanpa disadari Adel yang kaget membuka tangan nya yang sejak tadi menutup rapat mata nya.


"Nggak lah! Aku....aku....Maafff!!" Adel segera mendorong William menjauh dan lari dengan kencang keluar dari kamar.


"Hahhahahaha!! Lucu banget sih dia, cuma bercanda serius amat dia nya"


.


.


.


Adel tak bisa berhenti berdebar dan merasakan panas di wajah nya. Adel yakin bahwa wajah nya mungkin sudah semarah tomat.


"Ternyata tubuh lelaki itu seperti itu ya"


Pikiran dalam benak Adel terucap begitu saja ketika mengingat apa yang ia lihat barusan. Baru kali itu Adel melihat tubuh pria di hadapan nya tanpa busana. Menurut Adel tubuh itu begitu indah.


"Dasar Bodoh!! kenapa aku jadi mesum begitu sih?!! Adel, kamu kok jadi wanita yang mesum sih?!!"


Adel berusaha menyadarkan dirinya dari kebodohan yang ia pikirkan.


.


.


.


William telah selesai memakai baju nya dan ikut bergabung untuk sarapan bersama Adel. William bisa melihat bahwa Adel berpura - pura untuk tenang dengan wajah merah nya.


"Berhenti lah tegang, aku bisa melihat tomat di wajah mu" Goda William.

__ADS_1


Ugghhh lagi - lagi dia meledek ku dengan seenak nya saja!!


"Siapa yang tegang, perasaan kak Will aja tuh" Jawab Adel sambil memakan roti isi nya.


"Jadi bagaimana?" Tanya William tiba - tiba.


"Apa nya? Apa nya yang bagaimana?"


"Tubuhku, kamu kan sudah melihat nya"


William bisa melihat tomat mulai matang di wajah Adel, Adel semakin malu dan merasa ingin menenggelamkan dirinya ke laut saat ini juga. Rasanya canggung dan memalukan.


"Biasa aja"


Tenang Adel, tenang lah! William sengaja ingin menggoda mu, kamu harus bertahan Adel!


"Hmm, biasa saja? padahal banyak yang bilang tubuhku sangat hot lho, aku penasaran bagaimana selera nona Adelaide mengenai tubuh pria"


Lagi - lagi Adel membuat wajah nya memerah, semua diluar kendali nya, Adel tak bisa menahan wajahnya untuk tak memerah.


"Menurut ku biasa saja, kalau boleh tau, orang seperti apa yang mengatakan tuan Franois memiliki tubuh yang hot? Pasti nya bukan wanita kan?"


"Kenapa? Cemburu?" Tanya William dengan nada yang sengaja menggoda Adel.


"Tidak! Aku hanya penasaran saja"


"Hmm, entahlah, orang yang seperti apa itu, tapi yang pastinya mereka selalu bersama ku setiap hari nya"


"Apa?!!" Adel tak bisa membayangkan kata mereka, berarti lebih dari satu wanita yang sudah melihat tubuh William bahkan selalu bersama William.


"Kenapa? Cemburu?"


"Tidak" Jawab Adel dengan dingin.


"Hehehe" William terkekeh dengan pelan ketika melihat respon dari Adel.


William pun menyudahi sarapan nya dan membersihkan mulut nya dengan rapi. William memandang Adel yang berada di sebrang meja makan.


"Kemarilah" Ucap William.


"Tidak, aku mau makan"


"Kemarilah sebentar Adelaide"


Adel tak mengerti, apa lagi rencana William kali ini, apa ia masih mau membanggakan wanita yang sering mengikuti nya itu. Dengan wajah terpaksa Adele pun mendekat ke arah William.


"Kamu cemburu?" Tanya William lagi.


"Nggak cemburu kok! Meski wanita mu banyak aku tidak cemburu!!"


Srakkkkk..... William menarik Adel mendekat dan membuat Adel duduk di pangkuan nya saat itu juga.

__ADS_1


"Padahal aku berharap kamu akan cemburu"


-bersambung-


__ADS_2