
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....
.......
.......
.......
"Ini William !!"
Collin berhasil menyelidiki cctv di sekitar restoran. Meski wajah nya tidak terlihat jelas dan hanya terlihat dari samping, Collin tahu bahwa itu adalah William.
"Bagaimana bisa William tidak mau menemui Adel?" Tanya Leon, keduanya terus melihat rekaman cctv bersama seharian ini.
"Aku tidak tahu, ini terlalu aneh....banyak kejanggalan yang terjadi".
"Aku lebih khawatir dengan keadaan Adel jika tahu bahwa yang ia dengar suara itu memang William"
"Untuk sementara tolong sembunyikan hal ini dari kakak ku, Aku harus menyelidiki nya lebih dalam".
"Baiklah"
.
.
.
Di antara perumahan kumuh di pemukiman Paris, disana banyak terdapat penjambretan serta pemabuk yang berkeliaran. Segala jenis kejahatan sering terjadi di sekitar area itu, dan yang pasti segala jenis informasi bisa ditemukan dengan mudah jika ada uang.
"Berapa banyak yang sudah kita tuntas kan?"
"Sejauh ini baru delapan geng mafia yang sudah kita bersihkan" Jawab John.
"Haahhh.....Masih ada tiga lagi dan mereka...."
"Ya, mereka terlalu kuat, jika kita gegabah semua rencana kita akan hancur, tapi bukan kah lebih baik jika...."
"Tidak! Aku harus menuntaskan ini semua" Jawan pria dengan masker hitam yang berjalan di samping John.
.
.
.
Malam ini Adel kembali lagi ke restoran itu, dengan harapan ia akan berpapasan kembali dengan orang itu. Adel masih penasaran karena ia yakin bahwa telinga nya dalam keadaan sehat dan sangat baik.
__ADS_1
Dari dalam restoran,Adel duduk di tepi dekat kaca besar yang akan menampakkan orang - orang yang lewat di depan restoran. Adel terus memasang mata nya agar fokus dan mencari keberadaan orang itu, karena ia yakin bahwa meski hanya dengan siluet tubuh nya, Adel yakin sekali itu adalah William.
"Nona, Apa anda akan memesan?" Tanya pelayan itu.
Pelayan itu sudah berdiri sambil menunggu pesanan dari Adel lebih dari dua puluh menit lama nya.
"Maaf, Aku pesan steak dan Parfait kemudian, wafel untuk desert nya"
"Baik, silahkan ditunggu ya pesanan nya"
"Terimakasih"
Adel terus menghitung dalam hati nya....
satu....dua....tiga....empat.....lima
Hitungan itu terus bertambah sambil menguji kesabaran hati nya, hingga hitungan keseratus ia tak kunjung menemukan sosok yang ia lihat waktu itu.
sembilan puluh sembilan...... seratus....
"Apa aku memang tidak akan bertemu orang itu lagi?" Ucap Adel dengan sedih.
Hingga pesanan nya datang, Adel masih terus melirik ke arah luar restoran. Tak lama kemudian Adel melihat sesosok orang itu, dan kali ini wajah nya terlihat...
"Itu William!!" Adel berdiri dari duduknya dan segera berlari untuk menemui orang yang mirip William itu.
"Tunggu nona, Anda belum membayar makanan anda" Cegah pelayan restoran.
Adel kemudian memberikan dompet nya kepada pelayan kasir.
"Aku akan kembali lagi nanti! Sekarang biarkan aku pergi"
Adel meninggalkan dompet nya dan berlari mencari orang itu.
Disana!!
Adel terus berjalan dan membuntuti orang dengan wajah mirip William itu, dengan pelan dan sangat pelan terus berjalan di belakangnya sambil mencari jarak yang tepat.
Jika memang di dunia ini ada doppelganger , apa kah orang itu doppelganger dari Willy? Kalau begitu apakah doppelganger itu memang benar ada?
Adel berusaha berjalan tanpa membuat high heels nya berbunyi. Mereka semakin menuju ke sebuah permukiman kumuh yang terlihat sepi dan begitu menyeramkan. Adel mulai takut karena tempat itu begitu gelap dan tercium banyak bau - bau yang tak sedap. Yang Adel yakini itu bau dari limbah pembuangan bercampur bau dari minuman keras.
Ya Tuhan jangan biarkan aku kehilangan orang itu lagi, kali ini aku harus benar - benar memastikan bahwa orang itu William atau bukan, Tapi jika memang bukan, kenapa hatiku berdebar melihat nya? Siapa pria itu?
Adel bersembunyi sedikit dan mengintip apa yang pria itu lakukan, dilihat nya pria itu sedang berbicara dengan serius kepada seseorang yang terlibat sangat mencurigakan. Perawakan tubuh yang besar, hitam dan gelap terlebih lagi, orang itu memiliki bekas luka di wajah nya yang terlihat sangat menyeramkan.
Adel cukup lama mengamati kedua orang yang sedang berbicara itu.
__ADS_1
Kaki ku lemas sekali, ini sudah hampir satu jam lama nya, Kaki ku bisa bengkak nih, kenapa sih aku harus pakai sepatu ini?
Melihat gelagat dari pria berkulit hitam itu mencurigakan, Adel semakin fokus memperhatikan, dan dilihatnya sebuah senapan yang ia oper ke pria dengan wajah William itu. Adel melihat senapan berbentuk kecil yang Adel tahu bahwa hanya beberapa orang saja yang mempu memiliki nya karena harga nya sangat mahal.
"Meowwwww!!!" Seekor kucing melompati Adel, kucing liar yang begitu kotor.
Adel hampir memekik namun segera ia tutup mulut nya dengan kedua tangan, tapi sepertinya keberuntungan tidak berpihak dengan Adel, high heel nya membuat suara berisik ketika Adel ingin menghindar dari kucing yang masih berada di dekat Adel.
"Siapa itu?!!" Pekik kedua pria itu bersamaan.
Itu suara William !! Aku yakin itu William.
Adel bersembunyi cukup lama dan ketika suara mulai sunyi, Adel melihat ke arah tempat tadi namun Adel tak menemukan kedua pria tadi.
"Kemana mereka? Apa mereka sudah pergi?"
Saat Adel berbalik ingin kembali ke daerah restoran seketika Adel melihat sebuah bayangan dari seseorang yang berdiri di belakang nya.
"Berhenti disana!!" Ucap pria itu dengan nada dingin.
.
.
.
.
.
.
Adel berbalik dan melihat orang itu sedang bersedekap dengan kedua tangan nya sambil memandang Adel. Adel tidak tahu kenapa tapi hatinya tahu bahwa itu benar William. Orang yang sudah lama ia tunggu.
"Bisakah kau berhenti mengikuti ku? Atau kau tidak akan selamat" Ucap pria itu.
"Kau William kan?" Tanya Adel.
"Siapa yang menyuruh mu mengikuti ku?!"
"Kemana saja kau selama ini?" Tanya Adel dengan nada khawatir.
"Aku tanya siapa yang menyuruh mu mengikuti ku?!!!" Bentak William.
"Tidak ada yang menyuruh ku, sekarang jawab lah, kenapa kau ada disini? Kenapa kau tidak pulang bersama ku?"
__ADS_1
Pria itu hanya memandang Adel dengan tatapan kesal, entah kenapa dalam hati Adel, Adel tahu bahwa orang itu tak serius berbuat seperti itu. Ada hal yang mengikat nya seolah Adel memang diciptakan hanya untuk William. Jiwa nya begitu terbuai akan pria itu, yang Adel yakini bahwa orang itu memang benar William yang ia cari, William nya....
-bersambung-