CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 08 - CANDY


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk memberikan dukungan nya ke novel author yang lain dengan judul "Istri Yang Terabaikan"...


...*...


...*...


...*...


"Berita yang heboh di Internet, skandal pacaran ku, pasti kau kan yang melakukan nya?!" Tanya Adel.


"Bukan, sejak kemarin aku belum melakukan apapun" Jawab William, memang benar ia punya banyak rencana, tapi tak ada satupun rencana nya yang ia lakukan.


"Nah kan!! Sudah punya rencana macam - macam!! Ngaku aja deh!!"


William menggeser tangan Adel tapi Adel masih mengejar William untuk meminta penjelasan dari nya. Adel adalah penyanyi baru, dan ia yakin belum ada yang ingin menjatuhkan nya dengan membuat skandal seperti itu.


"Bukan Aku!!"


Jawaban singkat dari William membuat Adel geram dan kali ini Adel ingin menarik tangan William agar berbicara sambil menatap nya, namun sayang ketika hendak melewati meja makan, high heels Adel menabrak kaki meja, yang membuat Adel hampir jatuh.


Dengan sigap dan lengan nya yang kekar, William menangkap tubuh Adel dengan satu tangan, namun kaki nya kehilangan keseimbangan hingga akhirnya kedua nya pun jatuh ke atas meja makan.


"Kak Will !!" Adel yang takut akan jatuh berteriak sambil memeluk William.


Jika kamu takut seperti ini, rasanya kembali seperti kamu yang dulu....manis..... Adelaide ku....


"Ugghhhh Adel takut sekali" Adel semakin erat memeluk tubuh William dan bersandar di atas tubuh kekar William.


Harum nya.....manis seperti permen....Is taste like candy....Apakah ini parfum nya? Mengapa wangi nya menenangkan hati ku?


William menikmati momen itu, dimana Adel berada dalam pelukan nya. Adel yang ia peluk terasa pas dalam pelukan nya, hangat, kecil dan manis. Kebahagiaan yang William rasakan tak bisa berlangsung lama karena dari arah pintu masuk, anak buahnya berteriak bahwa John datang berkunjung.


"Tuan muda!! Tuan John datang berkunjung!!" Teriak mereka.


Adel langsung sadar dan hendak melepaskan diri dari William namun kaki nya tak bisa mencapai lantai karena saat ini ia tepat berada di atas William.


"Kak Will....Ada yang datang" Ucap Adel sambil memohon untuk diturunkan.


Adel terus melihat ke arah lorong siapa tahu ada orang yang akan melihat pose mereka.


"Shuuuttt!!" William membungkam mulut Adel.


.


.

__ADS_1


.



.


.


.


"Kak Will...gimana kalau ada yang lihat kita begini!!" Adel memohon dengan wajah yang merah.


Entah kenapa melihat Adel yang sangat dekat dengan nya ini, membuat nya bahagia. Wajah Adel yang merah serta ekspresi nya yang tegang dan terus berubah - ubah, William menikmati nya.


Akhirnya William pun semakin menekan kan pinggang Adel ke arahnya. Adel bisa merasakan betapa keras dan besar nya tubuh William yang berada di bawah nya. Wajah Adel semakin memerah seperti udang rebus.


"Kak Will....Adel mohon...."


"Bermanja lah padaku" Perintah William.


"Tapi....tapi...ini kan sudah"


"Kurang, kamu tahu kan itu tidak cukup?"


"Kak Will...Adel mohon...turunkan Adel" Wajah Adel berusaha untuk terlihat manis namun gagal karena wajah merah nya tak bisa hilang.


"Kalau begitu cium aku, biasanya kamu akan mencium pipi ku, jika mau sesuatu dari ku"


Adel langsung menepuk dada William dengan keras.


"Jangan keterlaluan! Itukan waktu Adel kecil, sekarang Adel sudah besar!! Gimana kalau pacar Adel keberatan?!"


Mata William langsung membara dan suhu tubuh William seketika meningkat naik dengan cepat.


"Kamu punya pacar?"


"ASTAGA!!!!!" John melihat pemandangan itu dengan ternganga.


Adel menutup wajah nya dan membenamkan wajah nya ke dada William.


"Oh ya Ampun, maaf" Ucap John lalu pergi.


"Oke Adel sekarang bicara, kamu punya pacar?" Tanya William.


Tak....tak...tak....

__ADS_1


"Oh Will, Jangan lupa pakai pengaman, kamu tahu kan?" John mengedip kan mata nya lalu pergi lagi.


"Tuh kan! Jadi ada yang salah paham!! Memalukan!!" Protes Adel.


"Adel, kamu belum jawab pertanyaan ku!!"


Tak..tak..tak...


"Biar bagaimanapun ini nggak benar, Will bukan nya aku tidak mendukung mu tapi jika Ben tahu dia akan membunuh kita, kamu tahu kan?" Ternyata John kembali lagi setelah mengalami banyak pertikaian di dalam kepala nya.


"Paman!!!"


Setelah duduk dengan normal, Adel, William dan John telah duduk di ruang tamu. Wajah Adel masih memerah dan tak berani menampakkan wajah nya kehadapan John.


William terus memandang Adel dengan seribu pertanyaan yang diungkapkan nya dengan mata. John melihat ada benih - benih yang tumbuh dari dua anak muda itu.


"Jadi ada skandal kalian berdua ya? Tapi Adel menurut paman itu bukan ulah William, karena yang meliput berita itu bukan wartawan dari grup kami atau kenalan kami, paman rasa itu di ambil oleh pihak lain" Jelas John.


"Aku sudah menyelidiki nya, memang bukan dari pihak ku, tapi dari pihak wartawan gosip" William bisa mendapatkan jawaban yang ia mau dalam satu perintah dan penyelidikan itu hanya butuh waktu lima menit untuk tahu hasil nya.


"Lalu bagaimana ini? Di rumah juga pasti tahu, orang tua ku juga pasti akan ribut, Apalagi banyak yang ingin meminta ku untuk segera angkat suara mengenai berita ini"


"Benar juga, Apa dalam waktu dekat ini kamu ada project penting? Jika ada, pasti akan mempengaruhi sekali"


"Ada, aku akan mengeluarkan Album dalam waktu dekat ini, sudah rekaman tinggal bikin video klip, yang lebih parah, aku harus mengganti rugi kontrak dari stasiun televisi acara show itu"


Acara Show pasangan bersama Justin, karena Adel dan Justin sudah saling sepakat, pasti lah Adel harus membayar ganti rugi yang besar karena Syarat utama dari program itu adalah tidak boleh ada yang memiliki kekasih.


Adel tidak mungkin menyangkal William bukan pacar nya karena pose mereka membuat orang lain salah paham, bahkan foto - foto lama nya bersama William saat berada di asrama pun mulai tersebar luas.


Jika Adel tidak mengakui William, dirinya akan dicap sebagai tukang selingkuh, itu lebih parah. Kini Adel harus memilih antara dikatakan tukang selingkuh atau membayar denda besar.


"Makanya dari kemarin sudah ku bilang jangan ikut program acara seperti itu, kamu yang nggak mau dengar sama sekali"


"Maaf....habis....siapa suruh mancing - mancing emosi Adel duluan"


Ketika saling bicara seperti ini, William merasa bahwa waktu yang ia punya kembali berputar dengan normal, karena selama ia jauh dari Adel waktu nya terasa berhenti.


"Begini....Paman punya Ide, apa kalian mau mendengarkan nya?"


"Ide apa?"


"Jadi ide nya....."


-bersambung-

__ADS_1


__ADS_2