
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....
.......
.......
.......
"Tidak ada yang menyuruh ku melakukan ini, sekarang jawab kenapa kau tidak pulang dan kembali padaku?"
"Kenapa aku harus pulang kepada mu?" Tanya pria itu kesal.
"Kau tanya kenapa?! Sekarang kau serius berkata kenapa?!!"
Adel yakin bahwa itu William, tapi kenapa William bersikap seperti ini kepada nya. Sudah hampir empat tahun lama nya ia menunggu William pulang, tapi kenapa tega sekali dia berkata seperti itu.
"Setidaknya, kau harus merasa menyesal kan? pergi tanpa kabar dan sekarang kau muncul seperti ini...."
"Tunggu! Kau ini siapa? Sudah mengikuti ku diam - diam sekarang bersikap menyebalkan begini, apa mau mu sebenarnya?!"
"Apa?! Aku akan memaafkan mu jika kau menarik ucapan mu barusan, katakan! Kau hanya berusaha membodohi ku kan?!"
Adel terlalu tahu trik William yang selalu membodohi nya, tapi ketika ia melihat mata itu, Adel tidak melihat bahwa pria itu berbohong, ia terlihat begitu serius.
Tidak...ini tidak mungkin.... bagaimana bisa....dia pasti William, tapi kenapa? Kenapa? Apa dia lupa ingatan?
"Aku tidak tahu apa maksud mu tapi disini bukan Wilayah mu, pergilah sebelum kepala atau kaki mu hilang disini" Ucap pria itu dengan dingin.
"Apa itu yang hanya bisa kau katakan padaku? setidaknya jangan bodohi aku!! Katakan saja jika kau hilang ingatan atau lupa akan diriku, itu lebih baik daripada kau bersikap dingin kepada ku!!"
"Kau ini gila ya? Aku tidak kenal padamu!"
Adel dengan berani mendekat ke arah pria itu dan menatap nya dengan sangat dalam. Mata Adel yang bulat menatap lurus ke arah mata William.
"Tidak! Kau kenal aku! Kau William Franois dan kau pasti sedang berpura - pura!" Ucap Adel dengan nada yang sangat tegas.
Adel bisa melihat bahwa mata itu begitu mirip, meski kembar sekalipun tidak akan memiliki mata atau alis yang sama persis seperti itu. Adel kenal William dan Adel selalu mengingat William ribuan kali dalam benak nya. Tanpa tidur tanpa lelah William akan tetap ada dalam benak nya.
Brakkkk.....Pria itu mendorong Adel ke arah dinding permukiman dan menyudutkan Adel dengan tatapan marah, Adel bisa melihat betapa berbahayanya pria itu.
"Apa kau bisa diam?! Sekali lagi jika kau bicara Aku akan membuat mu tidak bisa bicara selama nya" Ucap pria itu dengan serius.
Apa aku salah? Apa sungguh dia bukan William? kenapa dia bisa sedingin ini?
__ADS_1
William yang ia kenal selalu bersikap baik kepada nya, apapun yang Adel lakukan. Bahkan ketika William marah kepada Adel, ia tidak akan pernah memberikan tatapan atau nada seperti barusan yang pria ini lakukan kepada nya. Genggaman pria itu begitu kuat. Lengan dan bahu Adel terasa begitu sakit karena kekuatan pria itu.
"Lepaskan aku!!" Perintah Adel.
"Bukan kah kau duluan yang menyulut ku? Kenapa sekarang minta lepas?"
"Brengsek!! ku bilang lepaskan!!" Adel menarik kuat tangan nya hingga akhirnya ia bisa lepas dari pria itu.
Adel membenarkan rambut nya dan berusaha berdiri dengan tegar. Ia tak ingin terlihat lemah di depan pria di hadapannya ini. Ia boleh terlihat lemah di depan siapapun tapi tidak di depan pria ini. Insting Adel merasakan bahwa ia harus membuat pria ini mengakui bahwa ia adalah William yang sesungguhnya.
"Buktikan padaku jika kau memang bukan William, karena dengan wajah mu ini aku punya bukti yang kuat bahwa kau orang yang ku cari"
Adel memberanikan diri, ini seperti bermain judi, ia tak tahu apakah akan menang atau tidak. Adel hanya berharap pada keajaiban bahwa pria ini tak akan bisa membuktikan apapun.
"Kenapa aku harus menuruti mu? Aku Sky! Aku tidak butuh apapun untuk membuktikan siapa diriku" Jawab pria itu dengan sombongnya.
"Sky?"
"Ya! Nama ku Sky! Bukan William yang kau cari!"
"Aku tidak percaya!! Mana bukti nya jika kau adalah Sky?!!"
Pria itu kembali menatap Adel dengan tatapan berbahaya.
"Apa?!"
"Aku akan membuktikan diri ku, tapi sebelumnya kau dulu yang harus membuktikan diri mu"
"Bagaimana aku harus membuktikan diriku?"
Tiba - tiba pria itu mendekati Adel dan berbisik di telinga Adel.
"Bukan kah kau yang paling tahu, bagaimana cara nya menggoda seorang pria? Bukan kah itu sangat mudah?"
Adel begitu tersinggung akan ucapan pria itu hingga akhirnya Adel menampar pria itu dengan kuat.
PLAKKKKK.......
"Kurang Ajar!!!" Bentak Adel.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Adel begitu marah, ia begitu merasa terhina dan yang pasti Adel lelah dengan semua ini. Namun ketika melihat wajah pria itu begitu merah akan tamparan dari nya, Adel merasa menyesal. Tangan nya bergetar karena telah melukai wajah orang yang penting bagi nya.
"Sudah puas?" Tanya pria itu dengan sinis.
"Aku belum puas! dan Aku ingin sekali menampar mu berkali - kali"
"Kalau begitu pergilah! Disini bukan tempat untuk wanita terhormat seperti mu"
*Wanita terhormat.....
Wanita....wanita terhormat*....
"Bagaimana kau tahu bahwa aku dari kalangan orang terhormat? Aku tidak pernah mengungkapkan identitas ku sejak aku berbicara padamu!"
Adel kali ini memakai pakaian kasual tapi orang lain tidak akan tahu jika Adel dari kalangan keluarga terhormat. Karena setelan baju nya bisa saja di pakai oleh artis ataupun orang biasa.
Adel semakin memperhatikan raut wajah pria itu, ada ekspresi panik namun sebentar yang Adel lihat dari pria itu. Ia terus memandang kesana kemari.
"Jujur saja....Aku kecewa padamu! Bukan nya kembali padaku, tapi kau malah berkeliaran disini bahkan berpura - pura tak kenal kepada ku! Setidaknya jika kau merasa bersalah padaku, harus nya kau mengatakan alasan mu melakukan semua ini tapi kau tidak melakukan nya sama sekali"
Pria itu terlihat berfikir dengan serius dan terdiam tanpa suara.
"Aku sangat kesulitan bertahan tanpa mu! Banyak hal yang harus kulalui sendiri padahal aku berharap kau ada disisi ku, Aku menyesal membuang air mata ku padahal kau dalam keadaan baik - baik saja seperti ini"
"Bukan...bukan..." Suara pria itu terdengar sangat pelan bahkan Adel tak bisa mendengar nya sama sekali.
"Aku menyesal sekali, menunggu dalam beberapa tahun demi kau yang sama sekali tidak pernah merindukan ku! Terimakasih sudah memberikan ku kekecewaan sebesar ini, Sekarang aku pergi, terserah kau mau kembali atau tidak!!" Bentak Adel.
Saat Adel hendak berjalan kembali, tiba - tiba dari arah atas Adel mengarah bunyi senapan dan....
Duarrrr.......
-bersambung-
__ADS_1