CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 15 - SADARLAH !!


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa untuk memberikan dukungan nya ke karya author yang lain dengan judul "Istri Yang Terabaikan" dan "Pertemuan"....


...*...


...*...


...*...


Sadarlah William !! Dia adik mu.....jangan membuat nya menderita lagi, sudah cukup dia merasakan penderitaan karena mu!!


Jiwa nya tercekat ke dalam kegelapan, rasa putus asa dan perasaan bersalah terus menghantui hati nya yang lemah. Kelemahan nya pada seorang wanita yang selalu ia anggap bayi itu, membawanya ke dalam penyiksaan tanpa akhir. Nafasnya selalu tertuju pada manis nya wanita itu bernafas.


William tersadar dari mimpi nya, meski sejenak William selalu memiliki perasaan tak pantas kepada orang yang selalu ia anggap sebagai adik nya. Semua orang tahu kata adik terasa menggelikan ketika mereka melihat kedekatan antara mereka berdua.


Malam - malam panjang yang hanya William ketahui bersama Tuhan telah membuktikan ketertarikan nya kepada Adel lebih dari sekedar kakak dan adik.


"Kenapa kau memalingkan wajah mu?" Tanya Adel kepada William.


Mata Adel selalu melihat ke arah William, hal sekecil apapun yang William lakukan pasti akan tertangkap oleh mata Adel dengan cepat. Tak akan ada yang luput dari pengamatan Adel jika itu soal William.


"Yang barusan itu....Aku akan meminta maaf, sebagai gentleman dan seorang kakak bagimu, Aku minta maaf" William membungkuk ke arah Adel.


"Hentikan!! Bukan ini yang ingin ku dengar darimu!! Sebenarnya sampai kapan kau akan keluar dari zona ini?! Aku terus menunggu mu!! Aku terus....."


Aku terus berharap Will.....Aku yakin kamu juga tahu dengan baik perasaan mu, tapi mengapa kamu harus menghindari perasaan mu sendiri?


"Apa yang ingin kamu dengar dariku? Sebenarnya apa yang kamu mau dariku? Aku sudah menjawab semua yang kamu tanyakan"


"Yang ku mau? Yang ku mau itu kamu!! Yang Adel mau itu hanya kamu!! Apa sesulit itu mengerti setiap kata yang ku katakan?"


William termenung....Dulu juga pernah Adel berkata hal yang serupa, tapi sejak mendengar jawaban yang ia berikan kepada Adel, Adel menjauhi nya dan mereka pun terus menjauh hingga akhirnya sekarang pertemuan kembali membawa mereka pada sebuah hubungan tanpa kejelasan.


"Jangan begini Adel....aku tak ingin menyakiti mu, jawaban ku sama seperti dulu"


Buuukkk.....tiba - tiba sebuah bola sepak menghantam tubuh William. "Hey!! maaf mengganggu, bisakah kau mengembalikan bola itu pada kami?"


Sekumpulan anak - anak yang sedang bermain sepak bola tak sengaja menendang bola itu hingga mengenai William, tapi bagi William ini adalah kesempatan baginya untuk tak menjawab perkataan Adel dengan lebih detail.


"Baiklah, tapi biarkan aku ikut bermain!" Ucap William kepada anak - anak itu.


"Will !!" Seru Adel dengan kesal.


"Maaf Adel, aku akan bermain sebentar"

__ADS_1


Adel hanya bisa pasrah melihat William yang sudah turun ke permainan. Adel pun mengambil buku nya dan gitar yang ia bawa. Melodi yang ia buat sudah sempurna, hanya lirik nya saja yang belum ia buat. Hampir semua lagu yang Adel buat selalu bedasarkan pengalaman nya, kali ini pun juga.....


🎶Mata nya memancarkan dunia nya...


Tatapan lembut nya menyapu hatiku...


Lagi dan lagi terngiang dirinya dalam benak ku....


Musim semi segeralah datang dan bawa ia mendekat padaku....Aku hanya ingin bersama nya...🎶


Adel hanya bisa menulis sepenggal lirik dari lagu nya, tapi hatinya kembali mengingat momen yang barusan terjadi. Ia masih ingat jari William yang merengkuhnya serta tatapan mata nya yang begitu intens kepada nya.


Adel lelah menunggu permainan itu berakhir, Akhirnya Adel melangkah kan kaki nya dengan berani dan melewati sekumpulan anak - anak itu dan menahan bola yang di oper ke arah William. Adel menahan operan bola dengan satu kaki nya dan menendang ke arah gawang yang dibuat oleh anak - anak.


"Gol !!!!! Wah kakak itu hebat sekali !!!"


"Bukan nya dia penyanyi itu ya?"


Adel berdiri dengan tegap ke hadapan William dan memandang nya dengan tatapan penuh percaya diri dan kepastian yang mutlak. Kaki nya berdiri dengan percaya diri sama hal nya dengan wajah yang ia tunjukkan.


Srakkk.....Tangan Adel menunjuk ke arah wajah William dengan akurat.


"William Franois! Akan kubuat kau bertekuk lutut padaku dan mengemis cinta ku!! Aku yakin kau merasakan hal yang sama tadi, Harga diriku merasa terhina karena ini kedua kalinya kau menaikan hati ku dan menjatuhkan nya juga!! Ingat saja mulai detik ini, kau akan jadi tawanan ku!!"


"Hahahaha!!!" William tak bisa berhenti tertawa.


"Ini bukan lelucon, saat kau mengemis cinta ku nanti, jangan harap aku akan menerima nya!! Padahal aku tahu kau mau mencium ku tadi !!"


Wajah William terlihat tersipu dan menoleh kesana kemari layaknya orang yang takut ketahuan saat sedang mencuri.


"Jangan keras - keras! Banyak anak - anak disini !!"


"Pokoknya bersiap saja ya!!! Aku akan tunjukkan pesona ku, sampai kau jadi orang yang tak akan bisa hidup tanpa ku!!"


"Lalu bagaimana cara nya?"


"Kencan!! Besok Aku tunggu di depan El Marxch, jam Sepuluh!! Tidak boleh terlambat!! Besok akan jadi kencan paling indah untuk mu!! Ingat saja!!"


Entak kenapa, William sedikit menantikan esok dan berdebar dengan persiapan yang Adel lakukan untuk nya.


.


.

__ADS_1


.


Esok nya.....


Hari ini Adel dan William kencan, mereka mengenakan baju sporty dan kasual. El Marxch adalah jalan kecil di pusat kota yang sepanjang jalan dipenuhi banyak toko dan cafe yang sering menjadi tempat anak muda nongkrong.


Menghabiskan waktu di sebuah cafe memang menjadi trend di Paris dan cukup sering dilakukan masyarakat di sana.


"Bagaimana? Sudah siap untuk melihat pesona ku?" Tanya Adel kepada William.


"Aku hanya penasaran, bagaimana kau akan membuat ku terpesona?"


Adel kemudian mengaitkan jari mereka dan menggandeng William.


"Pertama dengan cara ini"


William berdebar dengan kencang, ketika sentuhan Adel ia rasakan. Mereka singgah di sebuah toko Ice cream. Adel memesan kan Ice cream Vanilla dan mangga untuk mereka.


Saat William ingin memakan Ice cream nya, Adel menyibak rambutnya ke telinga dan memakan ice cream William terlebih dahulu.


"Euhmmm enak sekali" Lidah Adel menjilat sisa ice cream di bibir nya.


.


.


.



.


.


.


"Kamu kan punya sendiri" Ucap William.


"Biar jadi ciuman tidak langsung dong" Jawab Adel sambil menjulurkan lidah nya ke arah William.


*Aneh....hari ini aku kenapa sih? Kenapa aku terus berdebar seperti orang sakit saja?! Ada apa dengan ku?


-bersambung*-

__ADS_1


__ADS_2