CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 52 - ANDHIKA WIJAYA


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....


.......


.......


.......


William cukup lama untuk mencerna semua ucapan yang Ben tujukan kepadanya. Jika orang lain bisa memaafkan nya lalu kenapa ia tak bisa memaafkan dirinya sendiri? Bukan kah ia juga berhak bahagia dan berhak untuk lepas dari semua ini?


"Hallo? Apa kalian di dalam?" Suara yang sangat familiar dengan bahasa Prancis yang sedikit aneh di dengar.


Andhika sudah sampai, ia memanggil seseorang untuk memastikan apakah di dalam ada orang.


"Masuk lah, kami di dalam" Jawab Ben.


Andhika pun masuk, wajah yang masih sama kaku namun terlihat sudah mulai tua itu. William masih mengingat jelas Andhika yang dulu selalu menyayangi nya dengan tulus. Aneh nya kenapa waktu kecil, ia bisa sembarangan memanggil Andhika dengan ucapan Papa. Karena nya lah semua tragedi itu di mulai.


"Kau sudah melihat Adel?" Tanya Ben kepada Andhika.


"Ya, Adel masih sangat lemah tapi kata dokter Adel pasti akan baik - baik saja"


"Aku juga mengkhawatirkan Nissa, dia belum makan sejak kemarin"


"Tenang saja, Istri ku disana menemani Nissa. Kau tahu sendiri betapa pemaksa nya Sherly. Nissa pasti akan makan"


"Terimakasih"


Lalu Andhika melirik ke arah William yang sejak tadi terus memasang wajah bersalah dan terlihat kacau.


"Will, apa tidak ada yang ingin kamu katakan padaku?" Tanya Andhika.


"Aku terlalu malu untuk menunjukkan wajah ku apalagi berbicara kepada mu, Om"


"Will Lihat Aku! Bukan seperti ini Aku mendidik mu dulu !!"


William semakin sedih dan perasaan nya semakin bercampur tak karuan. Dengan cepat Andhika memeluk William ke dalam pelukan nya.

__ADS_1


"Aku begitu senang ketika mendengar Adel menikah dengan mu. Meski harus ku sayang kan kau melakukan nya dengan buru - buru tanpa diskusi kepada ku. Tapi aku memang pernah mengharapkan hal ini"


"Sungguh? Apa Om tidak kecewa? Tapi....tapi aku gagal menyelamatkan Adel, lihat saja...."


"Will Aku tahu apa yang kau rasakan karena itu...."


"Tidak!!! Jangan katakan begitu!!!" William segera melepaskan pelukan itu.


Sorot mata yang menyakitkan, begitu dalam dan penuh luka, terpantul setiap rasa yang William rasakan ke dalam hati Andhika. Andhika hanya bisa menghela nafas.


Plaakkk..... seseorang memukul belakang kepala William. Meski tidak kuat tapi cukup untuk menyadarkan William.


"Kenapa kau jadi pengecut begini?! Kemana kepolosan dan keberanian William yang dulu?!!"


"Om Rey!!"


"Apa kau bodoh?!! Kenapa kau jadi begini?!!"


"Kepolosan dan Keberanian saja tidak cukup untuk melindungi Adel dan Justin, kalian semua tahu hal itu" Ucap William kesal.


"Haahhh! Si John itu!! Apa dia tidak pernah mengajarkan makna kehidupan dan kerjasama tim terhadap mu?!!"


Bughhhh......


Andhika memegang bahu William dengan kuat dan menatap lurus ke mata nya.


"Aku tahu apa yang kau rasakan Will tapi kau harus dengar hal ini"


"Jangan katakan bahwa Om mengerti, Karena kesalahan ku, Ibu ku, semua nya....."


"Will, semua dosa yang kau rasakan itu salah sasaran! Jika semua tragedi yang kau anggap itu dosa maka semua itu benar begitu tapi dosa itu bukan milik mu tapi milik Aku dan Ibu mu!!"


"Tidak....Om....Karena Kebodohan ku yang memanggil mu Papa lah....Adel....dan semua nya....bahkan Ibu ku sekarang Lianna....."


"William sadar lah!!!!!" Bentak Andhika.


Mata William mulai memandang Andhika dengan tenang.

__ADS_1


"Kebodohan itu adalah milik ku yang terpesona dengan kepolosan mu bahkan tidak memastikan semua nya sehingga aku juga menyakiti mu yang mengharapkan aku sebagai Papa mu, Aku yang dulu lemah dan bodoh tapi semua nya bukan salah mu"


"Itu benar William" Ben ikut menambahkan.


"Tidak ada satupun orang yang menyalahkan mu atas semua itu. Kamu berhak untuk bebas dari masa lalu mu dan semua penyesalan itu"


"Tapi Adel belum tahu semua ini, Bagaimana bisa aku mengatakan dan menceritakan ini semua....Bahkan untuk menceritakan tentang Lianna saja sangat sulit pasti Adel akan mengatakan ku bodoh"


Semua yang mendengar hal itu pun tertawa keras. Semua pria yang ada di ruangan itu sudah berpengalaman dalam kehidupan pernikahan mereka. Bahkan sudah mengalami pasang surut dalam kehidupan rumah tangga mereka.


"Kau kira kami yang ada disini tidak pernah di omeli oleh istri kami? Bahkan di katakan bodoh saja juga pernah" Ucap Ben masih sambil tertawa.


"Istri ku juga pernah memaki ku sambil memecahkan piring di hadapan ku" Jawab Andhika.


"Kau pantas di maki, Kalau aku pernah di ajak berduel dengan pedang oleh Lyra, bahkan semua umpatan ku terima sambil pedang kami bertemu"


"Hahaha! Kalian belum seberapa, Istri ku sering melempar ku dengan sepatu High heels nya! Bayangkan ujung sepatu nya yang runcing itu menghujani ku setiap dia marah!! Bukan 5cm tapi 7cm! Itu mengerikan!!!"


Semua nya bergidik ngeri membayangkan Rey yang menceritakan keganasan Istri nya.


"Lalu Bagaimana kalian menikmati pernikahan? Bahkan bisa membuat pernikahan itu terjaga?" Tanya William.


"Kejujuran dan Kepercayaan" Mereka berempat serempak mengucapkan itu. Ben, Rey, Edison, dan Andhika juga terkejut mendengar betapa mereka begitu kompak.


"Kamu hanya perlu jujur Will, kamu tidak perlu harus merasa menjaga Adel dan bersikap sempurna di depan nya. Kamu hanya perlu memberitahu hati mu dan apa yang kamu rasakan" Ucap Ben.


"Apakah Aku boleh bahagia? Benarkah Aku boleh lepas dari dosaku?" William masih belum bisa percaya.


"Percayalah Will !! Aku orang yang akan selalu mengingatkan mu jika kamu lupa bahwa semua itu bukan dosa mu" Ucap Andhika dengan bangga.


"Haahh memuakkan sekali dia pasti pamer lagi" Ucap Edison.


"Dia memang selalu begitu, maklumi saja" Jawab Rey pasrah.


Di tengah - tengah percakapan tiba - tiba Edison berfikir sesuatu yang sejak tadi mengganjal di kepala nya. Informasi yang telah ia dapat kan susah payah.


"Satu hal yang penting, Lianna sedang hamil kan? Jangan bilang anak itu milik mu? Lalu bagaimana dengan Justin dan Adel nanti nya?"

__ADS_1


Semua sorot mata menoleh ke Arah Edison lalu menuju ke William dengan tatapan marah dan menunggu penjelasan yang ingin mereka terima.


-bersambung-


__ADS_2