
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....
.......
.......
.......
"Mana ada orang yang bisa melepaskan masa lalu nya, jika masa lalu nya itu adalah masa depan bagi nya"
William menjawab dengan apa yang sepenuhnya ia rasakan. Geram akan jawaban dari William, Lianna Tan pun memerintahkan kepada anak buah nya untuk membawakan John ke hadapan nya.
"Bawa John kemari !! Aku ingin lihat apa kesombongan mu masih bisa berdiri tegak setelah melihat John di hadapan mu"
Suara rantai yang berbunyi dan tertatih - tatih seseorang itu berjalan. Itu adalah Paman John. William ingin segera memeluk paman nya, namun ia tak berdaya ketika semua mengepung nya dengan banyak senjata.
"Paman!! Aku janji akan membawa mu pulang! Aku janji!"
"Sudah lah Will, Ini sudah lebih dari Tiga tahun, paman sudah tua, Biarkan saja aku membusuk disini, Kamu....jalani saja hidup mu dengan bahagia bersama Adel...."
Plakkk!!!!
Liana menampar John dengan keras.
"Hentikan!!" William menarik Liana dengan kuat dan membanting wanita itu ke tanah.
"Jangan sentuh paman ku!! Cukup kau siksa dia! Sudahi ini semua !!!"
Namun perlawanan William masih kalah jumlah. Keluarga Liana dan semua musuh keluarga William telah bekerja sama untuk hal ini. Termasuk semua ledakan di rumah sakit saat itu, semua permainan kotor dari mereka, namun entah apa yang direncanakan Liana, seharusnya Liana membiarkan William mati saat itu, tetapi Liana menyelamatkan William dan merawat William sampai ia sembuh.
"Kau yang harus hentikan! Jangan sebut nama wanita itu dan lupakan mereka!! Hidup mu tak akan pernah bisa kembali selama ada aku"
__ADS_1
William tak memperdulikan Liana sama sekali. William sibuk membersihkan luka dan wajah kotor paman nya itu. Merasa dirinya terasing kan oleh William, Liana pun menyuruh anak buah nya membawa John kembali ke tempat tahanan nya.
"Pergilah! Aku lelah! Tapi ini peringatan terakhir ku! Wanita mu bisa mengalami hal yang lebih parah dari sekarang"
Liana selalu begini, mengekang William tanpa membunuh atau menyiksa nya. Namun Liana menjadikan John sebagai rantai pengikat bagi nya. Bertahun - tahun William mengumpulkan pasukan, namun sulit untuk bergerak tanpa terdeteksi oleh Liana. Yang William lakukan selama beberapa tahun ini hanya lah membuang - buang waktu lebih lama.
William pun diseret keluar dari markas tersebut. Perlahan dan pelan William menyusuri jalan setapak menuju ke tempat ia menyimpan kendaraan milik nya. Sebuah motor yang terlihat estetik. William pun menaiki motor itu dengan kecepatan tinggi.
Bersama dengan hati nya yang sejak tadi terus memikirkan paman nya dan juga terus memikirkan keselamatan Adel. William pernah mencoba melawan Liana, dengan segala cara dan kekuatan yang ia punya. Namun Liana membalas nya dengan kejam. William harus menyaksikan rintihan kesakitan saat kulit paman nya di sayat dan ditusuk hingga darah terus mengalir. Sejak itu William berhenti melawan dengan cara yang terang - terangan.
William hanya bisa mengumpulkan cara sedikit demi sedikit meski membutuhkan waktu yang lama. Tapi kini, Liana sudah menyakiti Adel, dan ia tak bisa tinggal diam. Sudah saat nya William membuka semua kartu yang ia miliki untuk melawan semua kejahatan yang ia terima.
.
.
.
William telah sampai di rumah Milik nya. Rumah yang belum ia datangi selama beberapa tahun lama nya. Terlihat para pekerja semakin sepi dan beberapa yang mengenal nya menyambut kedatangan William dengan bahagia.
"Semua nya sudah berubah ya"
"Semua nya Nyonya yang menghias nya Tuan, meski Ibu Anda selalu bersikap jahat kepada Nyonya" Ucap kepala pelayan kepada William.
"Ibu ku? Apa Ibu ku sering bersikap kurang ajar pada Istri ku? Terhadap Anak ku? Apa Istri ku tidak pernah melawan nya?"
"Nyonya selalu mendapat penghinaan begitu juga dengan tuan muda Justin, tapi Nyonya tidak pernah membalas malahan berusaha meredam nya dengan sopan"
Apa dia bodoh? Kenapa dia selalu begitu?! Padahal dia bisa membalas perbuatan ibu ku! Kenapa dia bisa diam saja dihina ibu ku, Apalagi ibu ku menghina Justin! Adel.....Bagaimana aku bisa tidak mencintai mu yang seperti ini......Aku Suami yang buruk bagimu, Aku juga Ayah yang buruk bagi Justin....
"Tolong kemas semua barang - barang ku yang ada di ruang bawah tanah, dan kirim kan kesini". William memberikan sebuah kertas kepada kepala pelayan.
__ADS_1
"Bukan kah ini...."
"Ya, tolong kirim secara sembunyi - sembunyi dan jangan sampai ada yang tahu, hanya kita berdua saja yang tahu hal ini, mulai lah bergerak sekarang"
"Baik Tuan"
Rasanya hangat ketika ia pulang ke rumah. Warna cat yang sangat mudah terpapar di dinding. Banyak nya lukisan coretan yang William yakini itu adalah perbuatan Justin. Bahkan beberapa foto saat Justin masih bayi tergantung di dinding maupun rak buku di rumah. William merasakan kebahagian meski hanya melihat hal kecil seperti itu.
"Ya Tuhan.....Tolong selamat kan Adel....Aku tak akan bisa bertahan jika Adel kenapa - napa"
William memasuki kamar tidur mereka. Kamar tidur yang mereka gunakan sebentar setelah mereka menikah. Meski sebentar, tapi William masih mengingat nya dengan jelas dan ia bisa mengingat setiap sudut Adel bergerak dan berada di ruangan itu.
William menuju ke ranjang kemudian ke lemari pakaian di kamar mereka.
"Ternyata Adel serius telah mengosongkan pakaian nya"
Tak ada satupun perhiasan, Alat make up ataupun pakaian milik Adel di ruangan itu. Adel hanya menyisakan barang - barang yang berhubungan dengan Justin saja di rumah itu. Namun William bisa melihat bahwa baju milik nya masih tersimpan rapi dan terawat dengan baik.
Kini Air mata nya tumpah....rasanya sakit mengingat bahwa Adel terus menunggu dirinya hanya dengan menatap pakaian itu dan menjaga nya dengan baik sambil berharap kepulangan dirinya.
"Maaf kan aku.....Maaf kan Aku Adel.....Aku yang hanya bisa menyakiti mu....Maaf kan aku"
Lalu dari celah lemari pakaian, William melihat beberapa ronyokan kertas yang mungkin terlewat saat akan dibersihkan.
"Apa ini?" William mengambil nya dan melihat beberapa kata tertulis pada kertas itu.
*Aku Merindukan Nya....
Rindu sangat menakut kan, Aku hampir melupakan wajah nya dalam sekejap....
Aku Lelah menunggu tanpa kepastian dimana keberadaan nya dan apa kabar nya*.....
__ADS_1
Adel menuliskan kata - kata itu pada sebuah buku namun menyobek kertas itu. William tak mengerti kenapa Adel merobek kertas itu, namun bagi William ia hanya merasakan bahwa hati nya sangat sakit dan terbakar karena ia tahu betapa brengsek nya ia.....
-bersambung-