CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 29 - APAKAH BISA TERLUPAKAN?


__ADS_3

...~Hallo pembaca sekalian, maaf ya author jarang update berapa hari ini 🙏 Akhir - akhir ini Author sedang sibuk menyiapkan wisuda dan kelulusan author, karena PPKM di tempat author tinggal sudah mulai berakhir jadi inilah saat nya untuk mengejar ketinggalan author untuk lulus. Kepada pembaca yang setia dengan novel ini, selamat membaca~...


...*...


...*...


...*...


"Haaahhh.....haaahhhhh"


Adel terbangun dengan nafasnya yang tercekat, seolah bangun dari mimpi buruk nya, Adel merasakan lemas dan lelah di sekujur tubuhnya. Saat membuka mata nya dilihatnya Collin dan paman John yang sedang tertidur di sofa kamar nya. Adel berjalan keluar dari kamar inap nya tanpa memakai sendal ataupun sepatu di kaki nya.


"Disini Swiss ya" ucap Adel pelan.


Adel berharap ketika ia keluar dan melihat ke bangsal H-12 saat ini, semuanya hanya mimpi. Adel berharap bahwa saat ia kesana semuanya masih baik - baik saja dan William ada disana dalam keadaan baik - baik saja.


Srakkkk.......Sebuah kotak kecil menggelinding ke kaki Adel yang polos tanpa alas kaki.


Adel memungut kotak beludru bewarna hitam itu, ia menoleh kesana - kesini untuk mencari pemilik dari kotak itu.


"Maaf, itu kotak cincin saya, apa bisa anda memberikan nya pada saya?"


Suara seorang nenek tua mendekat ke arah nya. Adel menoleh dan melihat seorang nenek yang menggunakan kursi roda untuk menghampiri nya. Adel pun sedikit berjongkok untuk menyamakan posisi nya dengan sang nenek.


"Apa ini kotak cincin nenek?" Tanya Adel lalu menyerahkan kotak beludru itu kepada sang nenek.


"Benar nak, ini kotak cincin nenek, kamu bukan orang sini ya? Wajah mu bukan wajah orang yang tinggal disini" Tanya nenek itu dengan lembut.


Nenek ini mengingat kan nya kepada nenek dari mama nya. Senyum ramah yang sangat menawan.


"Ya, saya bukan orang sini, saya kesini karena suami saya....hikss....suami saya sedang operasi untuk pengambilan peluru di otak nya"


Mengingat William membuat hati nya sedih kembali. Ia hendak ke bangsal H-12, tapi sepertinya ini bukan mimpi karena saat melihat ke jendela, Bangsal H-12 yang tepat ada di seberang mereka telah porak-poranda dan terpasang police line yang bisa mereka lihat dari jendela.


Adel memandang sedih ke arah jendela itu, ia tahu bahwa ini bukan mimpi dan ini semua harus ia lalui, setidaknya meski William sakit ataupun dalam keadaan terluka, ia ingin William selamat.


"Nak, apa kamu tahu kenapa nenek selalu menyimpan kotak ini? Kotak ini begitu terlihat tua dan sudah kotor karena telah terlalu lama ada di dunia ini"


Adel hanya menggeleng kan kepala nya tanda ia tak mengerti perkataan sang nenek.

__ADS_1


.


.


.



.


.


.


"Ini adalah tanda cinta yang tak pernah pudar, meski waktu terus berjalan dan membuat nya tampak tua dan kotor, tapi kotak ini masih saja awet dan melindungi isi di dalam nya"


Sang nenek pun membuka kotak beludru itu. Di dalam nya terdapat sepasang cincin emas yang memiliki ukiran bunga tua dan antik layaknya cincin jaman dulu.


"Cincin ini adalah cincin pernikahan nenek dengan suami nenek, Meski suami nenek meninggalkan nenek terlebih dahulu, namun cinta kami tak pernah pudar dan inilah bukti nya."


"Nenek sangat mencintai suami nenek?" Tanya Adel.


"Tentu nak, suami nenek berjuang melawan kanker yang ia miliki selama dua tahun lamanya, kini....sudah dua puluh tahun sejak ia meninggal kan nenek, namun cinta nenek kepada nya tak pernah hilang sedikit pun....nenek masih sangat merindukan nya selalu"


Adel menangis di hadapan sang nenek, tak mampu lagi menahan air mata nya lebih lama, pipi nya banjir oleh air mata nya sendiri.


"Jadi suami mu mengalami kecelakaan di bangsal itu ya? Pantas saja wajah mu sedih memandangi ke arah sana" Ucap sang nenek.


Sang nenek pun menyentuh pundak Adel dan menatap nya dengan lembut.


"Yakinlah dan berdoa dengan kesungguhan mu, sampai hari ini masih ditemukan korban yang selamat, semoga saja suami mu bisa segera ditemukan, Jika kamu mencintai nya....jangan terlalu larut dalam kesedihan ini dan berusaha lah untuk tegar demi dirinya, itulah yang dulu nenek lakukan kepada suami nenek saat ia meninggalkan nenek"


.


.


.


Pagi nya....

__ADS_1


Collin mengelilingi area bangsal dimana Adel di rawat namun ia tak menemukan Adel dimanapun. Pagi ini ketika ia membuka mata Adel sudah tak ada di hadapannya.


Srakkkk.....Pintu kamar inap dibuka, Adel pun masuk dengan pakaian nya yang kotor dan terlihat lelah.


"Kakak dari mana saja sih?!! Bikin orang khawatir aja!" Ucap Collin.


"Kakak habis dari bangsal H-12"


"Hah?! Ngapain disana! bahaya tau! Bangunan itu masih bisa roboh karena sudah terkena ledakan! Kaka tolong deh jangan menambah korban lagi" Bentak Collin.


Ring....Ring....Ring....


"Siapa sih yang telfon pagi - pagi begini? Hallo?"


"Collin Silver!! Masih bisa kamu terdengar santai setelah pergi ke Swiss tanpa bilang ke mama dan papa?!!" Suara teriakan Nissa menggelegar dari telfon.


"Ma, maaf....tapi...."


"Collin !! Pulang sekarang juga atau mama yang kesana dan menyeret kamu!! Bisa - bisanya kamu bolos dari Asrama dan pergi ke Swiss selama berapa hari ini?!! Kalau kamu seperti ini jangan salahkan mama kalau...."


"Mama ampuunn" Collin langsung bersimpuh dan berlutut sambil menggenggam handphone nya. "Apapun jangan lakukan itu ma, please...."


"Kalau begitu, Segera pulang dan bawa kakak kamu pulang, mama tahu Adel juga disana"


Saat telfon dimatikan saat itu jugalah Collin terkapar karena tegang yang ia rasakan langsung sirna.


"Mama seperti peramal, tahu aja kalau aku disini" Jawab Adel santai, tapi ia terlihat seperti seseorang yang telah mengalami cobaan hidup yang berat.


"Mana mungkin mama punya otak yang hebat sampai tahu kakak disini, pasti papa yang kasih tahu dan melacak keberadaan kita" Jawab Collin.


"Kalian segeralah pulang, masalah disini biar paman dan anak buah William yang menyelesaikan...."


Srakkk......Pintu kamar inap pun dibuka dengan kasar.


"John, katanya William meninggal? Aku ingin segera harta nya dialihkan kepada ku"


Wanita yang sangat elegan dan berkelas datang di hadapan Adel dan Collin.


"Ros? Kenapa disini? Bukan kah kau masih di pulau?"

__ADS_1


"Anak ku mati meninggalkan harta nya, tentu saja aku harus datang untuk mengambil harta itu di hari pemakaman nya, itu balasan untuk anak durhaka, berani sekali dia menyetop dana untuk ku, memangnya dia lahir ke dunia ini dengan usaha nya sendiri?!! Aku harus tidur dengan si tua itu demi mendapatkan harta ini !!"


-bersambung-


__ADS_2