CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 40 - JUSTIN MEMBUTUHKAN MU


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....


.......


.......


.......


Sky terdiam, wajah nya begitu terkejut tak mengira hal itu akan terjadi. Bertahun - tahun lama nya pena itu ada padanya, tapi ia sama sekali tak tahu arti dari pena itu.


"Lihat!!" Adel menunjukkan sebuah ukiran di tutup pulpen itu.


Sky pun mengambil pulpen itu dan melihat nya namun ia masih tak mengerti kenapa Adel menyuruh nya untuk melihat pulpen itu.


"Ini adalah ukiran dari bahasa Yunani kuno, yang artinya Aku mencintaimu"


Adel mempelajari bahasa Yunani Kuno dari papa nya, saat akan memberikan hadiah itu kepada William, Adel begitu malu untuk menampakkan perasaan nya dan mengatakan isi hatinya dengan terang - terangan...sehingga Adel memilih menggunakan bahasa Yunani Kuno yang tak akan bisa William mengerti artinya. Bagi Adel selama William menyimpan nya itu tidak masalah meski selamanya William tak akan pernah tahu arti dari ukiran itu.


Lagi - lagi wajah Sky terkejut, ia tak tahu bahwa ukuran itu memiliki arti tersendiri. Ia mengira bahwa ukiran itu hanyalah keindahan estetika dari sebuah kerajinan. Bahkan ia tak tahu bahwa pulpen itu hanya ada satu di dunia.


"Kau tahu kan bahwa akting mu sangat buruk... sekarang bisakah kau katakan semua perbuatan ini dengan alasan mu? Aku yakin kau pasti punya alasan tersendiri"


Adel tahu tidak mudah untuk membuat orang lain percaya kepada nya disaat seperti ini, meski begitu ini William....ia dan William sudah kenal sejak kecil, lalu tak bisakah William mempercayai nya?.


"Aku tidak paham apa maksud mu"


Sky masih berusaha mengelak meski sudah tahu ia dalam posisi terjepit.


Adel belajar dari papa nya, jika di situasi seperti ini....dimana ia ingin agar orang lain menuruti kemauan nya, ia tidak boleh gegabah dan emosian. Jika salah langkah, William akan semakin jauh dari nya.


Adel pun kembali mengelilingi sekitar ruangan itu, dan melihat - lihat barang yang ada disana. Serta melihat peralatan makan yang sedikit bahkan kulkas yang tidak banyak isi nya. Adel bisa melihat bahwa William hidup sembarangan tanpa makanan yang bergizi. Bahkan melihat sedikitnya isi kulkas ia yakin bahwa William jarang makan.

__ADS_1


"Kau sedang apa? Apa yang kau makan? Kemana saja kau? Apa kau baik - baik saja? Di mana saja kau berada?" Adel berbalik dan menatap Sky sambil memperhatikan pria itu dengan serius.


Sky berpaling dengan cepat ketika mata mereka saling bertemu.


"Aku selalu menanyakan hal itu dalam hatiku ribuan kali, tak bisakah kau menjawab nya sekarang?"


Namun lagi - lagi Sky atau William itu hanya berdiam saja tanpa berbicara apapun.


"Haaah! Kau ini keras kepala sekali ya....ku kira semakin dewasa nya dirimu, kau akan lebih dewasa dan bijak ternyata aku salah"


Adel kembali melanjutkan aktivitas nya melihat - lihat apa yang ada disana. Adel melihat tumpukan pakaian di keranjang yang hanya sedikit bahkan jauh dari kata modis dan layak. Ini jelas bukan style dari William, Banyak hal yang ingin Adel tanyakan tapi Adel memilih untuk menahan nya dan menanyakan semua nya pelan - pelan.


"Aku berhasil melahirkan dengan selamat, meski saat masa kehamilan ku aku hampir keguguran karena stress mencari mu terus"


Adel berbalik kembali memperhatikan reaksi William. Meski wajah nya berpaling dari Adel tapi Adel bisa melihat telinga William yang memerah bahkan sangat merah. Adel yakin bahwa William tak sepenuhnya mengabaikan nya, saat ini William pasti mendengar kan cerita nya.


"Anak kita sudah berumur 3 tahun lebih, sebentar lagi dia akan berumur empat tahun, Laki - laki tampan yang sangat mirip dengan mu, namanya Justin. Aku memberikan nama keluarga mu, anak kita bernama Justin Franois"


"Sudah selesai? Jika kau sudah bisa diam, duduk dan istirahat lah" Ucap Sky dengan dingin.


"Aku belum selesai....Saat aku kecil aku selalu di ejek anak - anak lain karena tak punya Papa dan karena orang lain tahu bahwa Papa ku bukan lah Papa kandung ku...."


Saat itu Sky langsung menoleh dan menatap Adel dengan sangat dalam. Adel merasa bahwa William sudah mulai melunak kepada nya.


"Anak kita....Aku tak ingin dia bernasib seperti yang aku alami, harus diejek anak - anak lain karena tidak punya seorang Papa....apalagi harus dibesarkan oleh papa lain sedangkan ia punya papa yang masih ada seperti ini"


"A...a..."


"Kau paham kan? Aku ingin kau kembali bukan hanya demi diriku sendiri tapi juga demi Justin, Justin membutuhkan kehadiran mu"


Ada perasaan terluka dan raut yang begitu terlihat menderita di wajah seorang Sky. Adel terus berharap bahwa William bisa sedikit berbagi padanya meskipun hanya sedikit. Adel tak memaksa William untuk langsung kembali, tapi setidaknya katakan semua apa yang telah terjadi sehingga bisa terjadi hal ini.

__ADS_1


"Justin sangat dekat dengan Leon akhir - akhir ini, Kau tidak mau kan melihat anak kita jadi seperti Aku yang lebih menyukai Papa tiriku ketimbang Ayah kandung ku?"


Namun bibir William masih dingin dan beku bahkan sulit untuk menggerakkan nya dan jujur kepada Adel.


Adel pun pasrah dan mengambil tas nya dan berjalan melewati William.


"Jika kau tidak masalah dengan hal itu, maka aku tidak punya alasan lain untuk mempertahankan pernikahan kita, Aku mengerti....Aku akan melaporkan kematian mu kepada negara"


Saat Adel hendak membuka pintu William menarik tangan Adel dan memeluk nya dengan erat.


.


.


.



.


.


.


"Adelaide....Maaf kan aku" Suara serak dan penuh rasa bersalah itu begitu hangat di telinga Adel.


Adel membalas pelukan pria itu dan debaran itu, Adel tahu pasti bahwa debaran itu milik William. Ia yakin dengan perasaan dan feeling nya. Sky adalah William nya, Suami nya, Cinta nya.


"Kenapa kau meminta maaf? Yang ku butuh kan bukan maaf tapi penjelasan kan?" Ucap Adel dengan lembut.


"Maaf kan aku....tapi....Aku tidak bisa mengatakan nya kepada mu....ku mohon mengerti lah...Aku juga menderita"

__ADS_1


-bersambung-


__ADS_2