
Adel dan William bersenang - senang sepanjang kencan mereka. William pun seolah menikmati hal itu tanpa beban meski kenyataan nya ia punya banyak beban pikiran lain nya.
Untuk terakhir kali nya....mungkin tak ada waktu lagi bagi ku untuk menikmati kebahagiaan ini lagi.....
"Hei, apa kalian bisa tolong foto kan kami?" Tanya Adel kepada beberapa anak yang sedang memainkan handphone nya.
"Adelaide? Ini benar Adel yang penyanyi itu? Waaah aku fans mu" Ucap mereka.
"Terimakasih, Aku akan berikan tanda tangan ku dan foto bersama kalian sebagai kenang - kenangan, tapi bisakah kalian foto kan aku dan dia sebentar?"
Dengan cepat anak - anak itu pun segera membantu Adel memfoto mereka berdua.
"Kenapa foto segala sih?!" Protes William, William sangat tidak terbiasa di foto, apalagi di keramaian begitu, untuk shooting saja, William sering kewalahan untuk menatap kamera.
"Kan kita udah lama nggak foto bareng! Selalu saja aku yang minta foto duluan!!" Adel akhirnya malah ngambek karena William tak mengerti sama sekali apa mau Adel.
"Baiklah tapi hanya satu foto ya?"
"Baik"
Adel tersenyum manis menghadap kamera dan William merangkul pundak Adel dengan natural. Ketika melihat kamera sudaha mulai menyala, timbul rasa jahil dari diri William....
"Oke, aku foto ya 1! 2! 3! Senyum"
Ckreekkkk.......
"Terimakasih" Ucap Adel.
Adel pun memberikan tanda tangan dan foto bersama para fans nya itu. Saat melihat foto yang telah berhasil di potret itu....
"Aggghhhh curang!!! Kok muka ku jelek begitu?!!!"
William sempat mencomot ice cream Adel dan membuat Adel mengelak dengan wajah aneh nya. William berhasil melakukan hal itu dan membuat tingkah jahilnya terjepret oleh kamera handphone Adel.
"Kenapa wajah Will masih saja bagus begini?!! wajah ku aneh!! Aku mau foto lagiiii" Rengek Adel.
__ADS_1
"Hahaha ini akan jadi foto aib kamu selamanya, aku akan menyimpan nya" William merebut handphone Adel dan segera mengirimkan foto itu ke handphone nya.
"Kak Will jangan!! Adel malu!! Kak Will !!!"
"Kenapa malu? Foto nya lumayan kok....lumayan lucu hahahah!!!" Tawa keras dari William menggema di sepanjang jalan.
Adel hanya bisa menutup wajah nya karena malu.
"Mana nya yang menunjukkan pesona? Kamu itu tetap saja masih bocil, dari dulu sampai sekarang" Goda William kepada Adel.
Adel hanya memanyunkan bibir nya ke depan dengan kesal.
ugghhh awas aja ya!! Kali ini aku boleh gagal, tapi tidak dengan yang kedua kali nya!! Aku akan tunjukkan ajaran papa ku sebagai seorang lady yang terhormat.
Senja sudah mulai datang, matahari bewarna lembayung menampakkan dirinya dari balik awan dan mulai turun dengan perlahan. William dan Adel pun sedang berada di sebuah tempat makan, fast food kesukaan Adel.
Jika mama tahu aku makan beginian, bisa habis aku!! Maaf ya mama, papa, kali ini aja aku makan beginian habis Burger itu sangat nikmat.
"Kamu pesan apa?" Tanya William kepada Adel.
"Hmm, Big Burger, fried chicken dan Berry splash" Ucap Adel.
"Berry splash nya nggak boleh, ganti Milky way aja"
"Kenapa?!!" Adel tak mengerti kenapa menu minuman nya harus diganti.
"Itu ada soda nya, kamu lupa ya alergi sama soda? Kamu nggak bawa obat nya kan?"
Benar juga, bisa gawat kalau alergi ku muncul tanpa ada persiapan obat.
Adel selalu mendapatkan perhatian ekstra dari sang papa, selain karena ia anak perempuan, Adel juga memiliki riwayat alergi terhadap minuman bersoda. Papa nya bahkan mencarikan pengobatan terbaik untuk Adel agar masalah alergi nya itu bisa teratasi.
Papa nya berfikir untuk kedepannya, tidak mungkin selama nya Adel bisa menolak untuk minuman bersoda. Sang papa khawatir jika minuman soda itu diminum atau disajikan tanpa disadari oleh Adel.
Obat yang Adel miliki sekarang sudah lebih dikembangkan, karena tubuh Adel yang sudah dewasa serta daya tahan tubuh yang sudah meningkat, Obat Adel sekarang dalam bentuk kapsul kecil dengan dosis yang lebih rendah dari saat ia kecil dulu.
"Kamu duduk dan cari saja tempat duduk dulu, biar aku yang bawakan makanan nya" Ucap William.
__ADS_1
Sambil menunggu William datang padanya, Adel melihat bahwa William begitu menarik perhatian disekitar nya. William yang begitu tinggi dan tampan menjadi pusat perhatian bagi orang - orang disekelilingnya.
William itu memang tampan, tapi sayang nya dia itu milik ku, maaf ya semua nya....hatiku sudah memutuskan William adalah milik ku...
"Ini untuk mu" William menyerahkan makanan yang ia bawa untuk Adel, saat itu makanan yang William bawa terlebih dahulu adalah milik Adel, setelah itu William kembali ke meja pesanan dan membawa makanan milik nya.
"Selamat makan" Ucap Adel.
Kringg.....kringgg... Handphone William berdering dengan keras.
"Halo?"
"William!! Kamu masih akan begini ke mama? Mama nggak bisa pulang karena tidak ada uang!!!" Suara teriakan dari handphone itu memecahkan telinga William sangking kencang nya suara itu.
"Kalau ibu tidak menjual apa yang ibu beli, jangan harap ibu bisa kembali, berada disana selama nya juga bagus, Selamat menikmati liburan mu"
William segera menutup telfon itu, sebelum Ros sempat menjawab ucapan William.
"Siapa?" Tanya Adel kepada William.
"Oh, Keluarga ku" Adel bisa melihat William menutupi sesuatu dari nya.
"Bukan nya tadi mama mu ya? Aku dengar mama mu yang berbicara"
"Ya mama kan keluarga juga" Kilah tak berasalan keluar dari mulut William.
"Bukan nya mama kamu di penjara ya Will ? Adel dengar begitu saat Di asrama dulu"
Wajah William menegang, ketakutan nya seolah memberitahu lewat mimik wajah nya. William terus menatap Adel dengan ketegangan yang intens.
"Kak Will?" Adel bertanya kepada William.
"Yah begitulah, sudah bebas dia nya...."
Adel sadar, meski selama ini William selalu tahu akan dirinya, sebaliknya Adel malah sama sekali tak tahu apapun mengenai William. Entah kenapa William begitu misterius. Bahkan Adel tak tahu masa lalu William, siapa ayah nya dan ibu nya. Adel pernah menanyakan nya pada mama, papa dan William, tapi tak ada satupun orang rumah yang memberitahukan jawaban dari pertanyaan Adel.
Adel bisa merasakan bahwa semua nya sengaja tak ingin menjawab pertanyaan itu. Bahkan Adel juga yakin bahwa Daddy nya dan mama nya itu pernah memiliki masalah besar yang Adel tak tahu apa itu.
__ADS_1
"Adel....Aku ingin mengatakan sesuatu kepada mu"
-bersambung-