CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 05 - AMPUUUNNN


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini, jangan lupa untuk mengunjungi novel Istri Yang Terabaikan juga....


...*...


...*...


...*...


"Kyaaaaaa!!!!!" Teriakan Adel menggema ke seluruh rumah, seolah berniat membangunkan seisi rumah yang sedang beristirahat.


"Masih ingat untuk pulang?!" Nissa berdiri sambil memegang sapu dengan mata nya yang menyala.


"Mama!! Kenapa nungguiin di depan kamar Adel? Lampu nya nggak dihidupin lagi, Horor banget tau!!" Adel masih mengelus - ngelus dada nya yang kacau karena kaget.


"Kalau mama hidupin lampu disini kamu pasti Taulah mama nungguiin kamu!! Kamu kira mama bodoh? Adelaide, dari mana saja kamu?"


Adel hanya mendesah dengan panjang....


"Ma, Adel bukan anak kecil lagi, Adel udah dewasa, apapun yang Adel lakukan mama nggak perlu khawatir karena Adel nggak bakal macam - macam"


Nissa memukulkan sapu itu ke tangan nya sendiri hingga menimbulkan bunyi yang kuat.


"Udah pandai ngajarin mama? Kalau kamu nggak pernah macam - macam, kamu nggak bakal taken kontrak tanpa baca dulu isi nya!!!" Teriak Nissa.


"Mama, ini udah malam, besok aja ya marah nya? Adel capek banget ma, kita juga udah lama nggak ketemu, masa mama mau marah - marah Mulu?"


Adel memasang wajah melas nya yang biasa akan ampuh kepada papa nya. Melihat itu Nissa makin marah.....


"Kamu kira cara konyol itu bakal mujarab sama mama hah?!!!!!"


Saat Nissa berteriak sekencang itu, seisi rumah langsung bangun dan keluar dari kamar mereka. Ben yang masih terkantuk - kantuk pun keluar paling terakhir.


"Ma, jangan gegabah, nggak baik buat kesehatan mama" Ucap Collin lalu dengan cepat tangan Collin mengambil sapu dari tangan Nissa.


"Collin lepas kan mama!!!"


"Ada apa ini?" Tanya Ben.


"Lihat ini, anak yang sering kamu manjakan!!! Belum cukup memisahkan diri dari kita, menandatangani kontrak yang menipu, bahkan sekarang pulang larut malam tanpa kabar sama sekali !!"


"Sudahlah, ini sudah malam, besok lagi kita bicarakan" Ucap Ben sambil men oba membujuk Nissa.


"Papa!!" Adel segera mengambil kesempatan dan menempel ke papa nya untuk mencari dukungan.


"Papa benar ma, kasian adik - adik yang lain nanti juga pada kebangun karena ribut begini" Collin ikut memihak papa nya.


"Kalian ini !! Ini akibatnya kalau terlalu memanjakan anak!! Dia nggak ingat pulang, bahkan pulang di jam segini!! Kamu nggak liat ini udah jam berapa?!!!"


"Kamu nggak berhak bicara begitu!!" Ucap Ben tiba - tiba.


"Apa?!"


"Kamu nggak ingat? Kamu pernah ngelakuin hal yang sama bahkan lebih parah Nissa!!"

__ADS_1


Adel dan Collin pun sedikit tertawa ketika papa mereka berbicara seperti itu. Nissa kemudian mendelik dengan kesal ke arah anak - anak nya.


"Meski begitu itu tidak benar, ya.... Baiklah mama nggak akan bikin ribut dan marah - marah"


"Waahhhhh" Adel dan Collin sudah berteriak kegirangan.


"Tapi mama nggak bilang kalau bakal lepasin masalah ini kan?" Nissa dengan suara lembutnya mulai menarik telinga Adel dan Collin.


"Ma! Mama sakitttt!!!" Teriak Adel.


"Mama!! Kenapa Collin juga kena? Kan kak Adel yang salah!!"


"Kamu harus kena juga ya Collin, karena kamu ikut belaiin kakak kamu" Nissa berbicara dengan lemah lembut, lalu kemudian Nissa berpaling ke arah Ben. "Untuk kamu! Nanti juga ada, jadi tunggu saja ya"


Ben hanya pasrah dan menghela nafas dengan kuat.


"Mama curang!!! Kan kak Adel yang berbuat, kenapa Collin ikut di tarik telinga nya?!!"


"Ya kena lah!! Kamu kan adik kakak!! Sakit tuh harus sepenanggungan!!" Balas Adel ke Collin.


"Kak!! Ini nama nya nggak adil !! Aku udah bantuin kakak dari tadi, gini ya balasan nya?!!"


"Rasaiin, Wue Wue we we" Adel mengejek Collin dengan menjulurkan lidahnya.


"Oh masih?! Masih mau ribut? Sini mama tambah lagi energi nya ya" Nissa menambah kekuatan nya untuk menarik telinga Collin dan Adel, sambil menyeret mereka untuk menuju ke ruang tamu.


"Mama ampuuunnnn" Teriak kedua nya.


.


.


.


Collin dan Adel masih terlihat kesal dan sangat lelah. Mereka duduk di ruang makan tanpa semangat sama sekali, Sandwich dan Salad yang ada di hadapan mereka hanya mereka pandang dengan pasrah.


"Waah pagi yang indah" Ucap Nissa dengan bahagia.


"......" Tak ada jawaban dari keduanya.


Ben pun cukup mendapat ceramahan dari Nissa semalaman.


"Sayang, anak - anak pada belum bangun ya?" Tanya Nissa.


"Aku akan memeriksa mereka, seperti nya pada masih belum bangun"


Ben segera memeriksa anak - anak mereka yang masih tertidur.


"Bagaimana sarapan nya? Apa kalian suka?" Tanya Nissa kepada Adel dan Collin.


"Ma, kami ngantuk, biarkan kami tidur" Ucap Adel.


"Iya!! Mama, pokoknya Collin mau melewatkan sarapan pagi, Ngantuk banget nih"

__ADS_1


"Baru dihukum begitu? Masa udah capek? Kalian kan masih muda? Tuh masih bisa pulang malam berarti masih sehat" Nissa menunjuk ke arah Adel.


"Tapi kami ngantuk habis membersihkan istal kuda semalaman!!" Protes Collin.


"Baiklah!! Jadi apa kalian tahu kesalahan kalian?" Tanya Nissa kepada kedua anak nya.


Adel dan Collin mengucapkan list kesalahan mereka dengan akurat. Melihat kedua anak nya mengakui kesalahannya, Nissa pun segera memeluk kedua anak nya itu.


"Maafkan mama ya, mama itu hanya ingin kalian lebih perduli dan disiplin kepada diri sendiri, Sekarang istirahat lah, mama akan bangunkan kalian saat makan siang nanti"


Keduanya berlari sekuat tenaga untuk menuju ke kamar mereka masing - masing karena kantuk yang luar biasa.


.


.


.


Sore nya.....


Nyonya Wang mengajak Adel bertemu di suatu Restoran untuk membicarakan kontrak dan acara Show yang diputuskan sepihak untuk Adel jalani bersama Justin itu. Saat sampai di hadapan Nyonya Wang, direktur agensi nya itu segera menatap Adel dengan tajam.


"Sebenci itu kah kau melakukan show ini? Aku tidak menyangka kau melakukan hal kotor begini, Katamu kau tidak ingin dibantu oleh nama keluarga mu, tapi apa ini?! Kau menusuk ku dari belakang!! Kau tak akan bisa terkenal tanpa bantuan ku!!" Bentak Nyonya Wang kepada Adel.


.


.


.



.


.


.


Adel terlihat bingung dan tak mengerti apa yang Nyonya Wang katakan.


"Apa maksud anda?" Tanya Adel.


"Kau menghancurkan Agensi yang sudah ku bangun susah payah,dan mendepak ku dengan sadis dalam semalam, sekarang masih berpura - pura tak tahu?!!!


"Aku memang tak paham apa yang kau katakan?! Aku bekerja di rumah semalaman, Aku capek dan ingin istirahat, jika tidak ada yang penting, aku akan pulang"


Nyonya Wang menahan tangan Adel dengan kuat.


"Aku belum selesai! Berani nya kau mengganti posisi ku sebagai pemilik agensi!!!"


"Lepas....nyonya Wang!! Aku tidak...."


"Lepaskan dia!! Itu bukan salah nya!!"

__ADS_1


-bersambung-


__ADS_2