
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....
.......
.......
.......
Lebih baik, Justin selama nya tidak mengenal siapa ayah nya ketimbang Justin harus tahu bahwa Ayah nya selama ini menjauh dari keluarga nya. Adel tak mengerti, sepenting apakah pekerjaan nya saat ini sampai - sampai William enggan menceritakan nya kepada Adel. Terlebih kehadiran wanita lain itu begitu mengusik Adel.
"Adel, kenapa kau bicara seperti ini? Tidak biasanya kau begini" Perubahan mendadak dari Adel membuat William begitu terkejut.
"Aku....Aku hanya lelah dengan semua ini"
William tahu dirinya telah banyak membuat Adel kecewa, tapi William tidak bisa berbuat apapun sampai semua nya aman. Sampai saat itu terjadi ia belum bisa kembali kepada Adel dan anak nya Justin.
"Baiklah, kalau begitu selama beberapa hari ini aku akan mencoba jaga jarak dan kau boleh tinggal di rumah kita tapi segeralah kembali ya, dan malam ini bagaimana jika kita jalan - jalan saja?"
.
.
.
.
.
.
Adel menatap lurus ke depan tanpa melirik ke arah William. Saat ini pikiran nya bercampur aduk, banyak hal yang ia pertimbangkan tetapi tak ada satupun yang dapat ia lakukan selain menghentikan semua rasa sakit ini.
Ia tak ingin merasa disakiti, ketika semua yang dikatakan wanita itu ia mulai berfikir banyak hal tak menyenangkan dan itu membuat nya merasa marah dan kecewa.
"Siapa itu Lianna Dunn ?" Tanya Adel secara frontal.
__ADS_1
"Darimana kau tahu orang itu?!!"
"Jawab saja!!" Bentak Adel.
Untuk pertama kali dalam hidupnya, ia meneriaki William sekeras itu.
Meski hatinya gundah, sakit ataupun kesepian sekalipun ia selalu menahan nya dan terus berpegang pada pernikahan dan cinta yang ia rasakan pada suami nya. Namun jika saat ini William telah bersama wanita lain, saat itu mungkin saja dunia Adel akan hancur.
Tidak bisakah kau menjelaskan sesuatu? Tolong yakin kan aku dan jangan buat aku semakin hancur.....
"Dia kenalan ku" Jawab William lirih.
"Bukan itu yang ingin ku dengar"
William segera memegang bahu Adel dengan kuat dan menatap nya dengan tajam. Namun Adel lagi - lagi terlalu lelah untuk percaya dan mengelak dari tatapan William.
"Dengar kan aku! Jauhi dia! Apapun yang dia katakan dan dia lakukan, Kamu hanya perlu lari dan jangan hiraukan dia, Aku akan pastikan hal ini tidak akan terjadi lagi"
"Kenapa? Kamu takut kebohongan mu terbongkar?" Tanya Adel dengan sinis.
"Aku tidak pernah berbohong padamu!! Aku bersumpah meski aku tidak bisa mengatakan nya padamu, aku tidak pernah berbohong padamu!!"
"Adel ini rumit dan terlalu rahasia, aku tidak bisa...."
"Jika kau berkata bahwa ini demi pekerjaan mu aku bisa mengerti tapi lain hal nya jika ada wanita lain di antara kita, Aku tidak bisa menerima nya dan tidak akan pernah mau menerima nya!!"
Adel terus mengepal tangan nya, Adel ingin berusaha keras untuk tegar di hadapan nya. Menjadi menyedihkan di hadapan pria ini membuat nya sangat menyedihkan, itulah yang tak ingin Adel tunjukkan.
"Aku hanya perlu waktu sedikit lagi, mengenai kematian ku akan kuurus semua nya termasuk Lianna karena itu....."
"Sampai kapan? Bahkan kau tidak bisa menjamin seberapa lama waktu yang ada! Apa kau pernah berfikir jika besok Aku mati dan meninggalkan mu, apa semua nya tidak terlalu terlambat?"
Brakkk!!! William memukul kaca mobil dengan tinju nya, syukurlah mobil itu sangat kokoh sehingga tak mudah membuat kaca nya hancur.
"Jangan katakan apapun mengenai kematian! Kau hanya akan bisa jadi istri ku dan Nyonya dari rumah ku! Tidak ada yang namanya terlambat!!"
"Kau bukan Tuhan!!!" Pekik Adel.
__ADS_1
"Kau bukan Tuhan yang bisa mengontrol nyawa ku!! Kau juga bukan Tuhan yang bisa menjaga hatiku!! Kebetulan saat ini aku sedang dekat dengan Leon juga, Leon tak keberatan dengan masa lalu ku, dia juga bersedia menerima ku dan Justin"
Leon maaf kan aku yang telah melibatkan dirimu dalam hal ini, tapi setidaknya aku ingin pria ini mengerti perasaan ku yang begitu terluka.
"Apa kau bilang? Kenapa bocah itu?"
"Jika kau punya kehidupan lain dan ingin segera berkeluarga dengan wanita lain, Katakan !! Aku tidak mau menghalangi mu tapi jangan gantung aku seperti ini !! Dengan begitu aku juga bisa bahagia dengan Leon dan Kulihat Justin juga sangat dekat dengan Leon"
"Katakan semua nya bohong!!" Bentak William.
Wajah William begitu tak bisa ia kendalikan, amarah dan rasa kesal membuat nya menjadi pria terkutuk yang membuka amarah nya di hadapan wanita yang ia cintai.
"Aku akan membatalkan penyelidikan mu, dan segera melaporkan kematian mu, Kau bisa pergi kepada wanita itu, padahal ku kira kau akan mengatakan bukan tapi kau malah mengatakan semua nya rahasia berarti benar kalian punya hubungan seperti itu, Aku sangat kecewa!!"
"Adel apa kau serius akan seperti ini? Tidak bisakah kau menunggu ku sedikit lebih lama?"
William menggenggam tangan Adel dengan lembut dan berusaha menurunkan amarah nya.
"Aku sudah cukup memberikan banyak waktu dan kesabaran kepadamu, Jangan khawatir aku akan mengurus Justin dengan baik, kedepan nya jangan pernah cari atau hubungi aku lagi karena aku juga akan memulai kembali lembar hidup yang baru"
Adel memaksa membuka pintu mobil dengan keras. Ia berjalan dengan pelan dan masuk ke dalam mobil nya sendiri dan mulai mengemudi dalam keadaan yang berat.
"Sial !!!" Ucap William dengan keras.
Adel mengemudi dengan rasa sedih dan terluka yang begitu bercampur dalam hati nya. Pandangan nya menjadi kabur karena air mata, ketika Adel mengedipkan mata nya dengan sebentar, Mobil nya menabrak sebuah pohon besar. Kepala Adel menghantam setir mobil dan tubuh nya mulai kaku.
Daerah itu begitu sepi, sehingga teriakan meminta tolong dari Adel tak ada yang mendengar nya sama sekali. Adel pun mengambil handphone nya dengan perlahan sambil manahan rasa sakit dan mencari nomor yang bisa ia hubungi. Entah kenapa nomor Leon yang pertama kali muncul di benak nya.
"Ada apa ini? Tumben sekali kau menelfon ku duluan?" Tanya Leon dengan nada yang begitu bahagia.
"Le...Leon tolong aku...."
"Adel ada apa? Kenapa suara mu begitu?"
"Kepala ku sakit dan tubuh ku kaku"
"Baiklah, aku akan segera menemui mu! Jangan matikan telfon ini dan segera nyalakan GPS mu"
__ADS_1
-bersambung-