CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 80 - SUATU DOSA MENGINGINKAN PRIA BERISTRI


__ADS_3

Adel menatap wajah Hellen lekat - lekat. Adel tahu bahwa ucapan Hellen bukan candaan semata. Hellen serius dengan perasaan nya dan insting seorang istri tak pernah salah. Adel melihat tatapan Hellen yang begitu intens terhadap suami nya. William yang tak menyadari tatapan itu tetap asyik mengelap wajah anak nya dengan bahagia. Ada sedikit rasa cemburu di hati Adel lantaran suami nya bisa menarik seorang wanita yang mengetahui keberadaan dirinya sebagai seorang istri.


"Kamu menyukai pria yang sudah beristri? "


Adel merasa tenggorokan nya tercekat, ia sungguh tak ingin menanyakan pertanyaan seperti itu kepada orang yang belum ia kenal baik.


"Yah begitu lah, memang pria beristri itu lebih menarik bukan? "


Hellen menjawab pertanyaan Adel dengan santai serta wajah nya yang menunjukkan kemenangan seolah sudah ia raih.


"Semenarik apapun pria, jika sudah beristri tetap saja itu dosa. Ada yang boleh kamu miliki dan ada yang tidak" ucap adel dengan nada dingin.


Adel meletakkan gelas minuman nya dan menatap tajam ke Hellen.


Tidak mungkin kan wanita ini sadar aku tertarik pada suami nya? jika dia sadar pun memang nya kenapa? Pria boleh memiliki satu istri tapi bisa memiliki banyak kekasih dan aku bersedia jadi salah satu kekasih nya. Dengan wajah tampan itu sangat disayangkan hanya memiliki satu wanita dalam hidup nya.


"Tapi bagaimana ya? Bukan kah seorang pria bisa memiliki satu istri namun bebas memiliki banyak kekasih, itulah nikmat nya hidup"


William segera menoleh dan menatap Hellen dengan tajam.


"Memang mungkin benar ada pria yang seperti itu, tapi menurutku tidak pantas seorang pria berbagi tubuh dan hati nya selain dengan pasangan nya"


"Kenapa? bukan kah membosankan hanya dengan satu orang saja seumur hidup? "


"Kau tahu kenapa semua diciptakan berpasangan? seperti pagi dan malam, perempuan dan laki - laki, kemudian tangan kanan dan kiri, semuanya hanya satu pasang untuk menjadi sempurna seperti itulah cinta. Jika kau berbicara mengenai bosan dan kesenangan hal itu tergantung siapa pasangan mu, jika dia cinta mu tidak akan pernah ada yang nama nya bosan dalam hidup mu"


Adel menatap suami nya dengan bangga dan tatapan hangat mengandung rasa haru itu tak bisa ia sembunyikan. Ia bangga dengan suami nya yang bisa mengatakan dengan tegas bahwa cukup satu cinta dalam hidup nya.


"Aku masih tidak mengerti, jika bisa menikmati kesenangan lain kenapa hanya satu? "


"Karena cinta adalah kesetiaan dan kesetiaan adalah cinta, kau akan mengerti jika kau mencintai seseorang" jawab William.


"Bagaimana jika cinta itu ada untuk orang yang sudah dimiliki? "


William merasa mual, ia kembali teringat tentang perbuatan sang ibu yang menginginkan pria beristri hingga akhirnya membuat sebuah keluarga berantakan.


"Jika kau sungguh mencintai orang yang beristri itu seharusnya kau tidak menginginkan nya, se cinta apapun kau terhadap orang itu"

__ADS_1


Hellen terdiam akan jawaban dari William. Seolah membatasi dengan dinding di antara mereka, William menarik garis pasti bahwa ia tidak tertarik dengan hubungan seperti itu. Hellen tahu hatinya harus berhenti namun ia tak bisa berhenti untuk jatuh terhadap pria di hadapan nya. Pria di hadapan nya berbeda dari pria yang pernah ia kenal.


.


.


.


"Terimakasih Hellen, kami menikmati traktir mu, hari ini sangat menyenangkan"


Adel mulai belajar untuk tidak mengungkapkan isi hati nya dan berbicara dengan kepura-puraan semenjak ia dewasa. Ia sangat tidak nyaman dengan suasana saat makan tadi meski begitu sebagai rasa sopan nya ia tetap harus menyanjung Hellen.


"Tidak masalah Adel, aku juga senang bisa mengenal kalian, dan aku juga merasa kita bisa jadi sahabat kedepan nya"


Sahabat yang akan saling berbagi pria yang sama.


Hellen yang berlalu pergi dan kehadiran nya mulai benar - benar jauh dari Adel dan William.


"Kak William, apa kamu serius dengan ucapan tadi? "


"Ucapan mana sayang? "


"Tentu saja, itulah yang kurasakan sejak aku bertemu dengan mu tidak ada yang lain Adel"


Adel percaya namun sebagai wanita biasa hati nya ragu lantaran Adel merasakan perasaan cemas dan resah yang ia sendiri tak tahu kenapa ia rasakan.


Dengan lembut Adel memeluk suami nya yang sedang menggendong justin dengan satu tangan nya.


"Aku juga begitu sayang, Seumur hidup ku hanya kak will dalam hatiku, tidak pernah ada yang lain".


William memeluk adel dengan erat begitupun dengan justin yang ikut memeluk kedua orang tua nya.


"Adel.... kita sudah tahu masa lalu kita, keluarga kita dan segala hal yang terjadi padaku betapa menjijikkan nya aku dan keluarga ku.. "


"Shuutt!! " Adel mendekatkan telunjuk nya pada bibir William.


"Jangan katakan begitu! tidak pernah sedikitpun aku menganggap kak Will menjijikkan"

__ADS_1


"Tapi kamu tahu sendiri perbuatan ku dan ibu... "


"Kita sudah sepakat kan untuk melupakan nya?! kita sepakat untuk membuat kenangan indah lain bersama jadi tolong lupakan hal itu"


William tersenyum dan mengangguk dengan pelan. Dirinya sempat melupakan semua janji yang sudah mereka buat untuk melupakan sedikit masa lalu di belakang mereka dan berusah membangun kembali kebahagiaan mereka dengan memori indah lain.


"Kamu benar tapi aku sungguh tidak ingin merasakan hal yang dulu terjadi, karena itu aku bersumpah tidak akan ada wanita lain karena kesetiaan itu adalah satu - satunya dalam cinta kita"


"Aku setuju"


"ta? ta? "


suara kecil dari justin membuat kedua nya tertawa.


"Tentu saja kami juga menyayangi kamu justin"


Senyum bahagia dari wajah kecil itu menghangatkan suami istri itu.


.


.


.


"Ros... Apa kamu yakin anak lelakimu tidak memiliki kekasih?"


"Tentu saja nyonya steve, saya kenal anak saya dengan baik"


"Aku sudah mengirimkan foto anak mu kepada anak - anak ku, kita tunggu lagi respon dari mereka"


"Baik Nyonya"


Kurang ajar! jika bukan karena aku perlu uang aku tidak akan pernah memohon - mohon begini!! Ini salah kalian yang tidak mau memberikan ku uang! Liat saja William aku akan membuat istri mu yang tidak menguntungkan itu jauh dari mu. Apa gunanya keturunan bahkan uang pun tidak bisa ia berikan sedikit pun. Kau akan mengerti jika aku melakukan ini juga demi kau William.


"saya akan memberikan cara agar anak - anak kita bisa dekat nyonya tapi bagaimana dengan perjanjian kita? "


"Oh bangunan di Chade itu? Tentu saja akan ku berikan, aku juga malu jika anak - anak ku saja yang sering ditanya kan kapan akan menikah dan tentu saja hanya anak mu Ros yang sepadan dengan anak - anak ku"

__ADS_1


-bersambung-


__ADS_2