CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 55 - SYUKURLAH


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....


.......


.......


.......


Rumah sakit yang sepi di tengah - tengah malam. Semua orang yang berjaga di sana tertidur dalam kelelapan. Nissa, Kate, Sherly ada disana bahkan termasuk Min Young juga ada disana. Anak - anak mereka telah di titipkan di rumah Silver. Rumah Silver yang selalu dibanggakan itu kini jadi tempat penitipan anak yang diisi oleh anak - anak dari para orang tua yang sibuk itu.


Yang lebih mengkhawatirkan adalah Justin. Meski Edmund merawat Justin dengan baik. Si kecil itu tak pernah luput menanyakan dimana Mama nya berada.


Malam menunjukkan pukul dua belas lewat. Leon yang sedang berjaga malam kini mendatangi ruangan Adel dan melihat Adel yang masih tertidur. Adel sudah sadar meski hanya sebentar, efek dari obat nya itu membuat Adel hanya bisa bangun selama beberapa detik saja dan tertidur kembali.


Leon melihat para ibu - ibu yang kelelahan dan terbaring dengan nyaman di sofa. Leon pun membantu untuk menyelimuti mereka dan Leon melihat ada gerakan dari arah ranjang di mana Adel berada.


"Ha....haus..." Ucap nya dengan lemah.


"Adel? Kau kah itu?"


Leon pun mendekat ke arah ranjang di kegelapan ruangan itu. Leon memeriksa dan melihat Adel yang membuka mata nya dan menatap Leon.


"Ha...haus...Ambilkan....A...air"


"Adel !!" Leon memeluk Adel dengan erat dan menangis dengan haru. "Ku kira kau tidak akan sadar, Syukurlah!! Ya Tuhan Syukurlah" Ucap Leon dengan penuh syukur.


Semua yang tertidur pun langsung terbangun mendengar ucapan Leon.


"Apa!! Ada apa!!!" Sherly terjatuh dari sofa.


"Adel sudah bangun" Ucap Leon.


Semuanya pun menangis dengan haru, bahkan Nissa tak bisa berhenti menjatuhkan air mata nya.


"Leon....sakit,....dan juga aku....haus" Suara Adel masih terdengar lemah.


"Maaf" Leon segera membantu Adel untuk meneguk air putih.


Saat itu Nissa pun segera menyalakan lampu ruangan dan melihat wajah Adel dengan jelas.


"Sayang! Kamu bikin Mama khawatir tahu!!"

__ADS_1


"Mama maaf, Justin....dimana Justin?"


"Justin bersama adik - adik mu dan para pelayan, kamu jangan khawatir"


Saat itu Adel baru melihat wajah Leon dengan jelas dan ada yang aneh dengan bentuk rambut nya. sedikit keriting dan naik di pinggir kepala nya.


"Ada apa dengan rambut mu?" Tanya Adel dalam keadaan lemah.


"Ah! ini...."


Leon segera menarik rambut nya untuk turun dan berusaha merapikan nya meski terlihat itu mustahil.


"Mobil kamu meledak, saat kamu di larikan ke rumah sakit, Syukur saja kamu sudah keluar dari sana, tapi Leon yang menunggu orang untuk memperbaiki mobil kamu hampir terkena ledakan itu, Syukurlah Leon tidak apa - apa tapi tubuh nya terluka sedikit dan rambut nya kena api dari ledakan itu"


Nissa menjelaskan semua nya dengan panjang lebar.


"Kamu tidak apa - apa?" Tanya Adel kepada Leon.


"Aku baik - baik saja selama kamu baik - baik saja"


Adel tertawa lembut dan berkata "Tapi harusnya kamu lebih hati - hati lagi, maaf sudah banyak merepotkan mu"


"Baiklah karena kamu sudah sadar, Aku akan memanggil dokter yang merawat mu, kamu harus di periksa lebih menyeluruh ya"


"Leon tunggu!"


Leon berbalik menoleh ke arah Adel....


"Terimakasih banyak"


Dengan senyum yang paling menawan yang pernah ia miliki, Leon pun mengangguk dengan lembut dan kemudian pergi.


"Aku juga ingin dicintai seperti itu" Ucap Sherly dengan iri.


"Bukankah kau dan suami mu sangat baik - baik saja bahkan anak kalian sudah ada empat" Ucap Min Young.


"Empat itu tidak ada artinya dibandingkan Nissa dan Ben, yah yang pasti aku dan Andhika lebih seperti seorang teman, mungkin karena kami sudah dekat sejak kecil tapi kebanyakan itu aku yang berinisiatif dulu. Dia sangat tidak peka pada hal yang penting"


Nissa merasa dibandingkan pun berbicara....


"Lebih dari empat itu emang menyakitkan, tapi Aku bangga dan bahagia karena selama aku bersama Ben dia selalu memanjakan ku dan merawat ku dengan baik"

__ADS_1


"Nah ini yang ku mau!! Aku malah tidak pernah dapat perlakuan begitu!! pelayan yang selalu mengurus ku"


"Karena kamu independen, kurasa dia begitu karena tahu kamu suka melakukan semua nya sendiri saran ku jika kamu kepingin dia lebih memperhatikan mu lebih bagus katakan langsung" Saran dari Nissa.


"kamu belum tahu ya? Udah duluan ku katakan tapi tetap aja dia nggak ngotak! Nggak peka!! Kalau aku kepingin di peluk harus langsung bilang peluk aku! Kalau cuma bilang aku kedinginan nggak bakal otak nya jalan"


"Tapi kamu suka kan suami kayak gitu" Goda Min Young.


"Yah nggak buruk sih"


"Ma...bisakah mama dan...Tante - Tante keluar? Aku ngantuk dan ingin istirahat lagi"


Nissa baru sadar bahwa Adel sejak tadi ada disana mendengarkan.


"Kamu jangan tidur dulu tunggu pemeriksaan kamu ya, Leon sebentar lagi datang sama dokter yang merawat kamu, Mama keluar dulu mau menelfon papa kamu, papa pasti khawatir sekali sejak tadi"


Adel pun mengangguk.


"Adel apa sebelum nya kamu punya masalah sama seseorang?" Tanya Min Young dengan langsung.


"Tidak...memang nya kenapa Tante?"


"Mobil kamu meledak dengan sangat tidak wajar, ada bom disana dan juga rem kamu udah di sabotase supaya tidak berfungsi, Mama kamu tidak boleh tahu dulu hal ini, mama kamu nggak akan bisa bersikap tenang, dari kemarin mama kamu juga belum makan, jadi rahasia kan ini dulu ya, papa kamu sedang menyelidiki nya"


"Jadi mobilku meledak dan Leon sampai kena ledakan itu karena ada Bom nya?"


Min young mengangguk dan segera bersikap biasa - biasa ketika Nissa kembali masuk ke dalam ruangan.


"Papa kamu merasa lega, Pagi nanti dia akan datang bersama Justin. Daddy kamu juga akan kesini mereka sangat khawatir dengan kamu"


"Tapi Adel lebih khawatir dengan Justin sekarang, rasanya sudah lama tidak bertemu seperti bertahun - tahun"


"Akhirnya kamu merasakan juga kan perasaan ini, itulah yang mama rasakan ketika kamu masuk asrama dan pergi menemui Daddy kamu untuk liburan, mama rasanya sakit sekali dan rindu, dasar Adel !! Sudah tua begini masih aja suka buat mama khawatir"


"Oh iya ma Collin dimana?"


"Collin mungkin sedang istirahat, kamu harus banyak - banyak bilang terimakasih sama adik kamu, dia banyak mengurus kan kecelakaan kamu ini, bahkan Collin tidak tidur karena Justin menangis terus dan merengek untuk bertemu kamu"


"Benarkah?"


-bersambung-

__ADS_1


__ADS_2