CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 24 - JANGAN BICARA BEGITU!


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa untuk memberikan dukungan lain nya kepada karya author yang lain dengan judul "Istri Yang Terabaikan" Dan "Pertemuan". Terimakasih....


...*...


...*...


...*...


"Jangan tunggu aku! Apapun yang terjadi jangan mau menunggu ku!!" Bentak William.


"Kenapa kau seegois ini?! Aku melakukan nya karena aku sayang padamu! Aku sayang padamu sehingga aku mau melakukan ini, karena kau penting bagiku!!"


"Tapi itu membuat ku terbebani, Adel....kau membebani ku dengan perasaan mu itu"


"Apa?! Jangan Bicara seperti itu!! Apa kau serius mengatakan nya?!! Kau terbebani? Lalu bagaimana dengan perasaan ku? Apa kau pernah memikirkan nya?!"


"Adel, bagaimana jika aku tidak selamat? Kau akan terus bersedih kan? Kau akan terus menangis dan bersedih karena aku! Itu membebani ku! Selama ini ada aku yang bisa menghapus air mata mu, tapi jika aku tidak ada, siapa yang akan menyeka air matamu?!! Jangan buang waktu mu demi orang seperti ku!"


Aku telah banyak mengambil hal yang berharga bagimu, keluarga mu, waktu mu, cinta mu, Aku sangat brengsek mengatakan hal ini, tapi Adel, bagiku.....Melihatmu bersedih dan tau kamu akan bersedih karena kepergian ku itu lebih menyakitkan, tak ada aku disampingmu, tak akan ada yang menyeka air matamu seperti yang ku lakukan.


"Tapi masih ada harapan! lima belas persen keberhasilan, masih ada harapan! Kenapa kau sepicik ini kak Will ?"


"Adel, apa kamu tahu lima belas persen itu sangat jauh dari lima puluh persen? itu sangat jauh dari keberhasilan" Jawab William dengan sedih.


"Ada yang namanya keajaiban! Kita bisa berdoa! Keajaiban itu selalu ada! Aku percaya hal itu, bahkan saat Adel kepingin punya papa dulu, Adel berdoa setiap hari agar memiliki papa seperti papa Ben, dan sekarang lihat! papa Ben adalah papa ku!"


Itu tragis Adel, kamu tidak tahu kebenaran dari semua nya itu, aku tidak akan mampu menemui mu lagi jika kamu tahu kebenaran yang terjadi. Seharusnya kamu bisa punya keluarga yang bahagia, malah harus terpisah dengan ayah kandung mu, itu tragis, bahkan kamu tidak tahu apa yang telah mama mu alami saat mendapat kan kamu.


"Hentikan lah percakapan ini, Aku lelah....." William segera pergi meninggalkan Adel yang menangis tersedu - sedu.


"Bagaimana bisa dia berkata seperti itu? Bagiku...orang yang kucintai hanya dia, lelaki yang kucintai hanya dia, kenapa dia bisa mengatakan untuk ku mencari pria lain setelah ia pergi? Mungkin seumur hidupku aku tak akan pernah bisa mencari pengganti mu"


.

__ADS_1


.


.


Esoknya......


Setelah pertengkaran hebat kemarin nya, keduanya dipertemukan di meja makan yang sama untuk menikmati sarapan. Keduanya saling menatap dan bertukar pandang.


William memancarkan rasa penyesalan nya, dan Adel memandangnya dengan tatapan terluka yang dalam.


.


.


.



.


.


.


"Apa?! Tidak! Aku akan disini sampai operasi mu selesai! Titik!!"


"Pulanglah, dan jangan tunggu aku kembali, karena aku tidak akan selamat"


Plakkkk.. Adel menampar William dengan sangat keras.


"Bagaimana.... bagaimana bisa orang mengatakan bahwa nyawa nya tidak berharga seperti itu? Bagaimana bisa kau tidak menghargai nyawamu seperti itu?! Masih ada keajaiban!!" Teriak Adel dengan kesal.


"Keajaiban ada bagi orang yang mempercayai nya! Aku tidak percaya keajaiban!! Aku tidak pernah percaya!! Jika keajaiban itu ada, aku tak ingin lahir, seandainya keajaiban itu ada, aku seharusnya tidak menginginkan seorang papa dalam hidup ku"

__ADS_1


William mengungkapkan isi hatinya yang terpendam begitu saja.


"Apa maksudnya itu?" Tanya Adel.


"Pokoknya! Aku tidak percaya keajaiban! Mustahil keajaiban bisa datang padaku! Karena itu pergilah dan jangan menunggu ku!"


"Meski kamu tidak selamat sekalipun aku ingin tetap bersama mu sampai detik terakhir, aku ingin mengantar kepergian mu, jangan jauhi aku dengan kata - kata menyakitkan seperti itu" Pinta Adel dengan suara yang bergetar.


"Apa guna nya sih bagimu? Kamu hanya akan menangis saat tahu aku pergi, kamu hanya akan bersedih melihat kepergian ku! Bisakah kamu mengerti aku benci melihat mu begitu!"


"Aku janji tidak akan menangis di hadapan mu, karena itu kak Will biarkan aku tetap bersama mu sampai akhir, karena aku percaya keajaiban itu ada, aku akan membawakan keajaiban itu degan doa yang selalu ku panjatkan agar kau selamat"


Air mata William menetes dengan deras di pipi nya. Ia yakin bahwa ia tak akan selamat dengan keberhasilan yang sedikit itu, ia bahkan tak percaya keajaiban yang akan datang hanya dengan doa.


Aku sengaja menjadi brengsek untuk mu meski hatiku sakit, aku tak ingin jadi lelaki pecundang yang membuat wanita yang ia cintai dengan memaksa nya mengirim kepergian ku dengan air mata. Air mata mu terlalu berharga untuk menangisi lelaki seperti ku, Lelaki yang penuh dosa, yang telah merenggut keluarga mu.


Adel mendekat ke arah William dan memeluk William dengan erat.


"Biarkan aku berada di sisimu, sampai saat terakhir mu, Aku tahu cintamu yang besar padaku, aku bisa paham dengan semua perkataan mu karena kamu cemas padaku dan karena kamu cinta padaku, tapi jangan dorong aku dengan menyuruh mencari orang lain"


"Tapi kamu akan menderita bersama ku, kamu hanya akan bersedih bersama ku"


"Tidak akan, meski aku bersedih tapi itu bukan karena bersama mu, itu karena aku bersedih dengan takdir yang menimpa mu, tapi setiap waktu ku bersama mu selalu membahagiakan buat ku"


William masih dalam pikiran nya sendiri, ia banyak mencari kasus - kasus serupa seperti yang ia alami. Hampir kebanyakan kasus yang ia baca tidak berakhir sukses. Operasi yang dilakukan banyak yang gagal dan tidak berakhir sukses. William bahkan melihat video rekaman beberapa keluarga yang bersedih karena ditinggal orang yang mereka cintai.


William tak ingin Adel menangis seperti itu. William hanya ingin Adel terus tersenyum bahagia, rasanya hidupnya selalu saja menjadi duka bagi orang lain. Bahkan Adel, orang yang ia cintai harus menerima kesedihan dan kemalangan karena ada dirinya.


"Adel, bisakah kamu berjanji padaku?"


"Apa itu?"


"Jika aku pergi, kumohon jangan menangisi kepergian ku, meski kamu menangis sekalipun jangan pernah menangis lebih dari satu jam, dan segeralah cari pengganti ku, kamu terlalu hebat untuk lelaki seperti ku, carilah lelaki lain yang bisa membahagiakan mu, jangan cari yang seperti ku"

__ADS_1


Maaf kak Will, Adel tidak bisa menjanjikan itu kepada mu, Adel tidak akan berjanji akan hal itu karena Adel tahu bahwa kamu akan selamat, Adel yakin ada keajaiban untuk mu.


__ADS_2