CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 67 - BERTAHAN


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....


.............


.......


.......


.......


"Apapun akan ku lakukan untuk mu Adel tapi ku mohon bertahan lah" Ucap William dengan putus asa.


"Aku memilih mu dan akan tetap bersama mu" Ucap Adel dalam keadaan sadar yang ia miliki.


Collin yang sejak tadi langsung berlari ke luar tampak nya sudah kembali. Tangan nya yang sedang menggumpal sesuatu terlihat sangat kokoh lalu ia dengan cepat berada di dekat Adel.


"Makan!" Ucap Collin.


"Apa ini?" Tanya yang lain dengan panik.


"Ini daun ketumbar dicampur dengan tumbuhan anti racun, kita gunakan ini. Jika melihat bau nya ini bukan racun yang mematikan, sambil menunggu dokter kita harus menghentikan pendarahan nya"


Dengan bantuan William Adel pun segera menelan gumpalan daun - daun yang sudah Collin bentuk menjadi sebuah pil itu. Dalam beberapa menit daun itu ternyata memperlihatkan efek nya. Pendarahan Adel mulai berhenti meski Adel masih terlihat sangat lemah.


Tak lama kemudian dokter pun datang dengan membawa peralatan nya. Pemeriksaan cukup lama dilakukan untuk menentukan jenis racun yang Adel dapatkan. Akhirnya hasil pun keluar dan dokter membicarakan racun itu dengan wajah serius.


"Syukurlah segera di tangani pendarahan nya, terlambat sedikit saja, akan menyebabkan organ dalam tubuh nya rusak"


"Jadi jenis racun ini apa ada obat nya?" Tanya Ben dan Nissa bersamaan.


"Ada, tapi bukan hanya obat yang mudah ditemukan saja tapi ada bahan - bahan yang saya perlukan untuk pembuatan obat juga"


"Apa itu dokter?" Tanya William dengan buru - buru.

__ADS_1


"Tanduk Rusa Liar, Kalian tahu kan bahwa di negara ini tanduk rusa sangat sulit di dapatkan?"


"Saya punya kenalan seorang pemburu liar, Akan segera saya tanya kan, jadi anda butuh berapa?" Tanya Ben.


"Sepasang tanduk sudah cukup untuk membuat dosis dalam tiga bulan, semoga saja dalam saat itu Nona Adel sudah dalam keadaan baik"


William pun memperhatikan Adel yang masih lemas dan terlihat sangat pesimis. William kemudian mendekati Adel dan menggenggam tangan wanita itu.


"Adel, kamu bisa sembuh jangan khawatir"


"Aku takut sekali kak Will, tubuh ku sangat lemah untuk ku gerakan apalagi....bicara....ini hukuman buat ku yang terlalu serakah"


"Adel...." Andhika ingin masuk ke kamar Adel namun segera di hentikan oleh yang lain.


Mereka memberikan waktu untuk kedua orang itu menghabiskan waktu lebih lama dan berbicara dari hati ke hati mereka.


"Kamu tidak perlu di hukum karena itu, Aku paham jika kamu bisa saja menyukai Leon, dia pria yang baik dan sudah lama menyukai mu"


"Kenapa Kak Will tahu?"


"Dia sudah beberapa kali menemui ku demi kamu Adel, dia menyuruh ku untuk serius, pertama kali saat kita syuting acara mu, kedua saat dia mulai mendekati mu, Hal ini adalah salah ku yang tidak pernah mengatakan dengan jelas bahwa aku mencintaimu di hadapan Leon. Harusnya aku selalu bilang jangan dekati wanita ku seperti pemeran pria di dalam film"


"Jadi Leon mengatakan itu kepada kak Will? Menyuruh kak Will untuk serius kepada ku?"


"Ya, dia bilang jika aku tidak mencintaimu dengan serius tolong serahkan Adel dan Justin padaku"


"Aku tidak percaya kenapa...."


"Dia pria yang tulus Adel, dengan ketulusan nya itu lah dia mencintai mu sejak lama, Dibandingkan aku yang..."


Adel pun menggenggam erat tangan William agar William menghentikan ucapan nya. Adel mengeluarkan semua tenaga yang tersisa di tangan nya untuk menggenggam nya dengan erat.


"Aku memilih mu karena Akhir - akhir ini aku memikirkan kembali pertemuan kita, perbuatan Kak Will padaku, Cinta mu padaku, mungkin kak Will tak pernah menyatakan dengan lantang atau terang - terangan menunjukkan cinta mu, tapi terkadang aku merasakan perasaan mu, Aku bisa melihat nya dari mata mu dan perhatian yang kak Will berikan padaku"

__ADS_1


"Tapi Leon juga...."


"Leon hadir disaat aku lemah dan sangat merindukan kasih sayang mu, wanita mana yang tidak akan luluh, tapi kak Will berbeda....sejak kecil aku selalu mengatakan kan bahwa aku ingin sekali melihat mata yang kelam ini tersenyum janji itu tak akan pernah berubah"


William pun memeluk Adel dengan lembut. Air mata nya bergulir jatuh dengan pelan membasahi bantal Adel.


"Terimakasih Adel masih mau bersama dengan ku, Aku tidak tahu harus bagaimana bertahan tanpa mu"


"Aku yang harus berterima kasih Kak Will, diantara banyak nya orang kak Will masih mau menerima istri nya yang sempat jatuh cinta pada pria lain"


"Apa aku harus menghukum mu?" Tanya William dengan serius.


"Tolong hukum aku dengan cinta, berikan aku banyak kasih sayang dan perhatian yang selalu kakak abaikan selama beberapa tahun ini untuk ku dan Justin"


William sadar betapa ia selalu mengabaikan perhatian nya dari Adel dan Justin. Meski mereka selalu berkata baik - baik saja, tentu saja Adel selalu menginginkan perhatian selayaknya seorang wanita dan istri. Sebab itu lah ia mendapat kan nya dari Leon dan akhirnya malah menyukai Leon.


"Apa kamu yakin tidak ingin bersama Leon?"


Adel mengangguk dengan pasti dan tersenyum pelan.


"Perasaan ku pada Leon bukan cinta, hanya perasaan suka sesaat karena dia memperhatikan ku dengan baik karena kak Will tidak pernah memperlakukan ku dengan baik layak nya yang Leon lakukan padaku, tapi ketika Aku memikirkan harus kehilangan salah satu dari kalian, Hatiku sangat sakit saat memikirkan kak Will tidak ada lagi bersama ku"


"Makanya kamu yakin kamu mencintai ku?"


"Iya, saat itu dengan yakin aku merasakan nya dengan hati ku bahwa aku sungguh mencintaimu kak Will"


William sadar bahwa ia terlalu tak layak untuk wanita ini. Dia terlalu lama membuat Adel menunggu dan yang pasti Adel sudah banyak berkorban. Bahkan sejak dulu penolakan dan rasa ketus yang William berikan pada Adel, Adel tetap saja masih tersenyum kepada nya.


"Apa rasa mu kepada Leon masih ada?"


"Ada mungkin....tapi hanya sedikit, aku tidak tahu kapan perasaan ku akan membaik"


"Kalau begitu, mulai hari ini aku yang akan mengejar mu, Aku akan membuat mu menyukai ku tanpa harus memikirkan pria lain di hati mu, Sukai saja aku dan lihat bagaimana caraku menaklukkan hati mu, Aku akan menyingkirkan Leon di hati mu itu, Bersiaplah Adelaide!!"

__ADS_1


-bersambung-


__ADS_2