CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 19 - KECURIGAAN


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk memberikan dukungan nya kepada novel author yang lain nya dengan judul "Istri Yang Terabaikan" dan "Pertemuan". Terimakasih....


...*...


...*...


...*...


Acara show Adel dan William tayang dengan sangat heboh dan dalam beberapa menit sudah menjadi trending topik di Internet. Semua membuat hastag dan meng-upload mengenai acara itu. Banyak fans Adel yang juga jatuh hati pada ketampanan dari William.


Episode pertama menyangkan mengenai latihan Boxing mereka dan kedekatan mereka. Pada bagian interview juga banyak sekali pertanyaan bagaimana mereka bisa bersama. Mereka tak menjelaskan secara detail tapi itu cukup untuk membuat masyarakat tahu betapa dekat nya mereka.


.


.


.



.


.


.


Brakkkkk......Pintu kamar Adel terbuka tiba - tiba.


"Kak!! Ini acara kakak masuk pencarian teratas, papa sama Mama bisa tahu, tinggal menunggu waktu nya saja..."


"Collin ketuk dulu pintu kakak kalau mau masuk!! Gimana kalau kakak lagi ganti baju?"


"Adel jelaskan ini apa maksudnya?!!" Teriak Nissa yang kemudian langsung masuk ke kamar Adel.


"Adel jelaskan pada papa....."


Collin, mama dan papa nya sudah masuk ke kamar Adel dan menuntut penjelasan dari Adel. Adel menepuk wajah nya dengan keras karena merasa sulit menghadapi semua ini.


Adik - adik Adel yang lainnya juga melihat hal itu dan berkumpul di depan ruangan Adel.


"Kalian jangan disini ya, papa dan mama perlu bicara pada kakak kalian, percakapan ini bukan untuk anak kecil" Ucap Ben pada anak - anak nya.

__ADS_1


"Tapi kak Collin juga masih kecil, dia lebih muda dari kak Adel" Jawab mereka.


"Papa bisa marah jika kalian tidak mau nurut, apa perlu papa kasih hukuman...?"


"Baik papa!!" Semuanya lari dan menjauhi kamar Adel dengan cepat.


Ben pun kemudian menutup pintu kamar Adel. Nissa sudah memasang wajah yang sangat marah, saat Collin hendak keluar dari kamar, Ben segera menepuk pundak Collin dan berkata dengan serius....


"Jangan lari ya, kamu perlu menjelaskan semua nya" Ucap Ben.


"Tapi pa, Collin kan nggak ada hubungannya sama hal ini"


"Ya tentu ada!! Kamu kan dekat sama William!!" Teriak Nissa dengan kesal.


Collin terkejut, baru kali itu mama nya meneriaki nya sekeras itu. Selama ini meski mama nya marah dan mengomel nya bahkan menjewer telinga nya tak pernah mama nya berteriak sekencang itu padanya.


Karena takut Collin pun akhirnya duduk di samping Adel dengan menundukkan wajah nya.


"Nissa jangan begitu, Collin tidak salah, kita perlu bertanya dulu padanya sebelum memarahinya begitu, aku yakin Collin dan Adel punya alasan sendiri"


"Bagaimana bisa aku tidak marah?!! Kamu tahu kan William itu..." Nissa segera menutup mulut nya.


"Jadi Adel, ada apa dengan acara tv itu?" Tanya Ben.


"Hmm itu pa, William hanya mengganti kan Justin untuk acara itu, karena Justin tidak bisa jadi pasangan Adel untuk acara itu, adel awalnya mau bayar denda, tapi pihak tv menawarkan pekerjaan yang bagus dengan bayaran yang besar" Jawab Adel.


"Kamu itu kayak kekurangan uang aja!! Mama punya uang, papa kamu juga, Daddy kamu juga, bahkan hak waris dari Daddy kamu juga jatuh padamu, kamu itu bukan orang yang kekurangan sampai harus menerima tawaran itu!!" Nissa terlihat sangat marah.


"Tanpa uang dia papa juga bisa memberikan uang untuk kamu adel, mama kamu benar, kenapa kamu harus berusaha sekeras itu?"


"Tapi pa, itu membuat Adel senang, karena usaha Adel sendiri untuk menghasilkan uang dan Adel juga ditawarkan untuk masuk ke acara show sambil memperkenalkan lagu baru Adel"


"Tapi kenapa harus pacaran sama dia?!!! Kenapa kamu bisa sembrono seperti itu?!! Dan kamu juga Collin!! Bukannya mencegah Kakak kamu,tapi malah menutupi nya dari kami, kamu kira perbuatan itu benar?"


Kemarahan Nissa merembet ke arah Collin.


"Ma, aku rasa acara itu dan kontrak kak Adel menguntungkan kok, dan nggak membuat Kak Adel rugi"


"Diam!! Kamu tuh sama saja dengan kakak kamu!! Kapan sih kalian nggak bikin orang tua khawatir?!!" Nissa menyuruh Collin diam dengan nada yang tinggi.


"Nissa, jangan begitu, Collin akan sedih jika kamu begitu, kita belum selesai menanyakan nya pada mereka"

__ADS_1


"Apalagi yang perlu ditanyakan? !! sudah jelas mereka telah pacaran dan berhubungan!! Apa dia nggak jera setelah disakiti oleh William? Adel mengurung diri di kamar selama seminggu, hanya melihat nya saja membuat ku sakit!! dia kayak mayat hidup!! Mayat hidup Ben!!"


Ben hanya menghela nafas nya, Ben tahu hal itu tapi marah pun tak akan menyelesaikan masalah nya sama sekali.


"Mungkin kali ini berbeda, Adel bisa menjaga diri nya dan...."


"Ben kamu yang paling tahu kenapa sikap ku begini, tak bisakah kamu mengerti perasaan ku? Aku ini ibu nya.....aku..."


"Nissa, aku tahu itu, aku tahu semua nya, tapi anak - anak tak tahu hal itu, kita tak bisa mengatakan nya kepada anak - anak, belum saat nya"


Ben dan Nissa berdebat cukup serius, Collin jarang melihat papa dan mama nya berdebat dengan serius seperti ini. Biasanya jika mama yang marah papa akan mengalah, begitu juga sebaliknya. Tapi kini keduanya tak mau mengalah sama sekali.


"Mama...Papa..."


"Collin diam!!" Ucap Ben dan Nissa bersamaan.


Collin hendak menghentikan keduanya namun usaha nya gagal dalam satu detik.


"Kak, usaha dong! nanti mereka beneran bertengkar lho!" Collin meminta Adel untuk menghentikan papa dan mama nya.


"Nggak bisa,. bisa - bisa kita yang kena sasaran"


"Kamu tahu kan Ben, aku paling nggak ingin Adel terluka, Jika Adel tahu dia akan terluka, aku bahkan terlalu malu dan merasa seperti membuka luka lama ku.....aku...."


"Nissa jangan bicarakan ini di depan anak - anak please!!"


Collin merasakan kecurigaan yang besar terhadap sesuatu hal, yang pasti hal itu ada kaitannya dengan William. Papa dan mama nya menyembunyikan sesuatu hal dari mereka. Collin terus mencurigai perkataan mama nya tentang kakaknya yang akan terluka bersama William dan seperti membuka luka lama. Jika masalah saat Adel meninggalkan rumah, Collin yakin hal itu tak perlu sampai membuat mama nya semarah ini.


"Kak Adel nggak pacaran beneran kok, habis acara ini selesai mereka nggak perlu pura - pura lagi" Collin menyela perdebatan mereka.


"Benarkah?!" Ada perasaan lega yang terpancar di wajah Nissa.


"Iya" Jawab Collin lagi.


"Kenapa mama khawatir seperti itu?" Tanya Adel.


"Nggak apa, kita lanjutkan percakapan ini nanti, mama nggak enak badan"


Ben pun membawa Nissa keluar dan mengatakan hal yang sama seperti yang Nissa katakan. Collin mencurigai semua itu, meski kakak nya tak mencurigai nya sama sekali, Collin menyadari ada yang tak beres.


-bersambung-

__ADS_1


__ADS_2