CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 27 - MENUTUP MATA


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa untuk memberikan dukungan ke karya author yang lain dengan judul "Istri Yang Terabaikan" dan "Pertemuan"....


...*...


...*...


...*...


Tangan Adel yang dingin terus menggenggam erat tangan William dari rumah menuju ke rumah sakit. Adel tak ingin melepaskan tangan William meski sedetik pun. Dingin nya tangan Adel seakan menyadarkan William bahwa operasi nya adalah hal yang sangat serius.


"Adel, tangan mu dingin sekali" Ucap William.


"Entahlah, jangan katakan....sekarang hatiku sedang kacau sekali, aku deg - degan sekali"


"Tenang saja, disana ada tiga dokter hebat yang akan mengoperasi ku, Lihat!! Mereka sudah menunggu kan?"


Saat William dan Adel hendak masuk ke rumah sakit, tiga dokter yang akan mengoperasi William sudah menunggu disana, menanti kehadiran William.


"Selamat datang tuan Franois, bagaimana kabar anda hari ini?" Tanya Mereka.


"Baik, apa operasi nya akan dimulai sekarang?"


"Benar, namun sebelum itu....kita akan mengecek kembali kondisi anda ya, silahkan untuk mengganti pakaian anda"


Dokter mengarahkan William ke ruang ganti, untuk mengganti pakaian William ke pakaian untuk operasi. Adel ikut masuk ke ruang ganti, dengan masih menggenggam tangan William.


"Adel? Kamu yang menggantikan baju ku ya"


Adel pun maju tanpa bicara apapun dan mulai melepas kancing baju William. Dengan terus diam, Adel melakukan tugas nya dengan baik dan menggantikan baju William dengan beres. William menatap Adel, ia tahu bahwa Adel sedang menahan tangisannya.


"Adel, kamu percaya kan padaku?" Tanya William.


"Tentu saja, Adel selalu percaya dengan kak Will"


"Kalau begitu tatap mata ku, jangan berpaling dariku"


Adel mengumpulkan segenap keberanian nya dan menatap William dengan mata yang berlinang. Ia tak bisa lebih lama menyembunyikan kekhawatirannya. Dengan lembut tangan William menghapus air mata itu dan mengelus pipi Adel dengan lembut.


"Daripada dengan tangisan, aku lebih suka kamu bernyanyi untuk ku, Aku suka suara mu yang indah itu, mungkin aku akan mengingat suara indah mu sampai operasi ku selesai"


"Be...benar...kah?"


"Ya, karena itu bernyanyi lah"


Sambil menghapus air mata nya, Adel kembali mengumpulkan tekad nya untuk berhenti menangis dan menutup mata nya. Adel meresapi jiwa nya untuk bernyanyi dengan suara nya. Lagu yang kali ini ia nyanyikan adalah Lagu dari Ariana Grande - One Last Time.

__ADS_1


So one last time


I need to be the one who takes you home


One more time


I promise after that, I'll let you go


Baby, I don't care if you got her in your heart


All I really care is you wake up in my arms


One last time


I need to be the one who takes you home


Adel tak tahu kenapa malah lagu itu yang ingin ia nyanyikan, lagu itu begitu saja ada dikepala nya dan membuat nya menyanyikan lagu itu.


Setelah berganti baju, William diperiksa secara keseluruhan dan hasil nya positif bahwa William siap untuk dioperasi, setelah itu mereka pun menuju ke ruangan operasi. Sebelum masuk William memeluk Adel dan mencium Adel dengan hangat nya.


"Tunggulah aku, Aku akan kembali dalam keadaan sehat, jadi jangan bersedih ya"


Setelah itu Adel pun melihat William yang masuk ke ruangan operasi dengan senyum cerah di wajah nya. Senyum yang tak akan pernah Adel lupakan.


Kryuuuukkkkk.......Perut Adel meronta kelaparan.


Setelah semalaman mereka tak terpisahkan, pagi ini Adel pun belum sempat makan apapun karena khawatir dengan keadaan William. Adel melihat sekali lagi ke arah jam tangan nya.


"Masih ada waktu delapan jam lebih, Apa aku makan dulu aja ya?" Adel berdiri dan hendak pergi ke kafetaria yang berada di lantai pertama rumah sakit.


"Enggak!! Gimana kalau kak Will nyariin aku?" Adel duduk kembali dan menghentikan niat nya untuk makan.


Kryuuuukkkkk......perutnya meronta lagu bahkan kali ini lebih besar berbunyi.


"Aku makan dulu deh, makan dengan cepat, kak Will maaf ya, perut Adel lapar banget, Adel janji bakal makan dengan cepat"


Adel pun berlari ke kafetaria dengan kecepatan yang luar biasa. Di kafetaria Adel melihat banyak sekali pilihan makanan, dan pilihan menu nya jatuh ke Steak daging dengan kari. Adel menghabiskan makanan nya dengan sangat cepat. Adel tak lupa juga membeli Snack serta minuman lain nya untuk menemani nya menunggu operasi selesai.


Saat berjalan kembali ke area rumah sakit, dari belakang nya terdengar suara gaduh.


"Awas!! Permisi!! Kosongkan jalan nya!!"


Pihak Tim SAR serta pihak keamanan yang tergabung dengan pemadam kebakaran melewati Adel. Adel segera menepi ke arah dinding rumah sakit. Adel melihat bahwa ada hal yang terlihat sangat gawat dihadapan nya. Adel pun bertanya pada suster yang juga saat itu sedang menepi ke dinding bersama Adel.


"Maaf suster, ada apa ini? Kenapa heboh sekali ya?" Tanya Adel.

__ADS_1


"Anda tidak tahu? Baru saja terjadi ledakan besar di bangsal H-12"


"H-12?"


"Ya, semuanya sedang menuju ke sana, ledakan tadi begitu besar dan api berkobar sangat besar" Ucap suster itu.


Rumah sakit itu memang sangat besar, setiap bangsal memiliki gedung yang berbeda, pantas saja tadi Adel mendengar seperti bunyi keras, yang menggelegar telinga, namun Adel tak menyangka jika itu bunyi dari ledakan.


"H-12" Adel memeriksa kembali kertas pemeriksaan William barusan, Ruang operasi William berada di bangsal itu.


"Tidak!! Kak Will !!" Saat Adel hendak berlari ke arah bangsal itu segera dihentikan oleh suster.


"Jangan!! Anda tidak boleh kesana!! Anda hanya akan menambah korban jiwa, biarkan pihak berwajib yang menangani nya"


"Tapi suami saya disana!!"


Bungkusan Snack yang Adel bawa segera terjatuh dari tangan Adel. Jari - hari Adel bergetar hebat, Adel meraih ponsel nya dan segera menelfon paman John.


"Halo? Paman? Paman tolong...kak Will....hiks...kak Will...."


"Adel ada apa? Ada apa dengan William?"


Air mata Adel bercucuran jatuh tanpa henti.


.


.


.



.


.


.


"Kak Will sedang dalam ruang operasi, dan ada ledakan dalam rumah sakit, ada di gedung tempat kak Will operasi"


"Apa? Lalu bagaimana keadaan William?"


"Tidak tahu, kak Will masih disana, paman Adel mohon segera kesini, Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan kak Will...."


-bersambung-

__ADS_1


__ADS_2