
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN", dan "PERTEMUAN" serta "AKHIRNYA ISTRI KU PERGI"...
.............
.......
.......
Adelaide nama yang diberikan mama nya atas saran dari sang papa. Nama itu begitu indah dan memiliki arti yang sangat bagus. Sang Papa akan memanggil nama "Adelaide" secara lengkap jika ingin berbicara dengan serius kepada Adel. Jika papa nya memanggil seperti itu arti nya, Adel harus siap mendengarkan dengan serius percakapan mereka.
"Papa mau menceritakan nya? Sungguh? Papa tidak akan berbohong?" Tanya Adel lagi.
"Tidak sayang! Mama mu sulit menceritakan semua nya karena mama mu pernah merasakan sakit yang luar biasa, trauma dan banyak penghinaan itu tapi semua ia lakukan agar kamu bisa bahagia, tapi papa akan menceritakan nya karena papa yakin kamu bisa memahami nya dengan bijak posisi mama kamu dan semua yang terjadi"
Dengan pelan dan sabar Ben pun menceritakan semua yang ia ketahui. Rahasia kelahiran Adel, Masa lalu sang Mama dan Daddy nya. Hubungan Daddy nya dan Ibu William. Keluarga yang seharusnya di miliki Adel. Adel mendengar semua cerita lengkapnya bahkan lebih lengkap dari yang William ceritakan.
Kepala Adel berdenyut dengan keras, mimpi yang ia alami itu bukan mimpi melain kan ingatan nya waktu ia kecil yang selalu ia lupakan. Adel bisa mengerti beberapa hal namun ada beberapa dari tindakan sang Daddy yang menurut nya sangat menjijikan. Bahkan sangat kejam. Adel ingin marah tapi itu semua masa lalu dan kenyataan nya sang Daddy sangat baik terhadap nya saat ini.
"Adel...Apa ada lagi yang ingin kamu tanya kan?" Tanya Ben.
Ben berusaha mengerti dan perhatian terhadap Adel. Karena pasti sulit bagi Adel untuk mengetahui semua ini secara mendadak.
"Jika mama sesakit itu dulu, kenapa sekarang mama mau menerima adel dan kak Will? bahkan mama tidak memukul atau memarahi ibu kak Will yang berkali - kali minta uang ke rumah kita selama kak Will pergi"
"Adel bukan kah jawab nya kamu sudah tahu? Mama mu sangat sayang terhadap mu maka nya mama kamu membuang sakit hati dan luka yang ia punya agar kamu bahagia, Maka nya mama kamu marah sekali saat kamu menikah tanpa kabar karena hal ini, Mama mu tidak ingin kamu berhubungan dengan Ibu William, setiap melihat Ibu William hati mama mu sangat sakit apalagi melihat kamu yang di rendah kan oleh ibu William"
__ADS_1
"Maaf Pa...." Ucap William yang tiba - tiba merasa bersalah.
"Jangan merasa bersalah Will, meski ibu mu sudah tidak bisa tertolong lagi, Jika kamu merasa bersalah....cintai Adel lebih besar dari rasa bersalah mu itu"
Adel memikirkan banyak hal, jika melihat semua kebenaran itu rasanya ia telah banyak melukai hati mama dan papa nya. Bahkan semua sikap egois dan seenaknya yang ia perbuat mama nya selalu memaafkan dan selalu menyayangi nya. Ia tak pernah tahu ternyata untuk dirinya yang sekarang ini telah banyak yang mama dan papa nya korban kan demi kebahagiaan nya sekarang.
"Tapi Adel tidak habis pikir kenapa mama menahan nya?? Seharusnya mama cerita ke Adel!! Adel bukan anak kecil yang harus mama lindungi terus..."
"Maaf kan lah mama mu Adel, Mama itu....bukan orang yang akan menceritakan kesusahan nya sendiri....dia wanita yang seperti itu.... sesekali ajak lah mama mu biacara selayaknya teman nya, berbagi dan curhat lah dengan mama mu, Mama mu juga berat ketika meninggalkan tanah air nya demi melindungi kamu, bahkan disini tidak banyak yang ia kenal, tapi kamu kan tidak....jadi jangan terlalu membenci mama mu karena hal ini"
Adel pun mengangguk pelan....
"Soal hubungan kalian bagaimana? Papa lihat ada jarak juga di antara kalian?"
"Tidak Pa, Kami tidak ada masalah....Adel hanya fokus sendiri dengan pikiran Adel...ini semua terlalu mendadak"
"Papa paham, tapi Adelaide cinta itu bukan hal yang bisa runtuh karena hal seperti ini....jika kamu memang tulus dan mencintai William kamu harus bisa menerima masa lalu nya dan semua kesalahannya, karen kamu tahu kan bahwa semua ini bukan kemauan nya?"
Adel dan William pun bertatapan cukup lama dan Ben yang paham situasi pun langsung bangun dari duduk nya.
"Papa akan kembali, kalian bicara lah dan dingin kan kepala masing - masing, papa akan tunggu di rumah dengan secangkir teh hangat" Ben pun segera pergi meninggalkan Adel dan William.
William yang duduk di sebelah Adel pun mulai menggenggam tangan Adel dengan pelan.
"Tangan kamu dingin sekali, mau ke rumah Papa sekalian minum teh hangat dan bertemu Mama?"
__ADS_1
"Seberapa besar cinta kak Will padaku sampai harus menahan rasa sakit itu? Bukan kah ini cukup tragis? Mencintai anak dari keluarga yang Ibu kak Will hancur kan? Sudah berapa lama kak Will menahan semua itu?"
William tidak menyangka bahwa Adel akan menanyakan perasaan nya terlebih dahulu ketimbang rasa sakit hati Adel sendiri.
"Sakit hati ku tidak seberapa Adel, Hati ku sakit jika kamu sakit, hati ku sedih jika kamu sedih, hati ku terluka jika kamu terluka.... sebesar itu lah cinta ku"
"Kalau begitu jangan pernah merasa sakit lagi dengan semua ini, karena aku memahami nya, William! Ini bukan salah kamu dan Aku bisa menerima semua itu!!" Adel tersenyum dengan sangat manis.
Senyuman itu sama persis seperti yang William lihat saat pertama kali mereka bertemu. Senyuman yang membuat hati dingin nya menjadi hangat. Sehangat musim semi.
"Apa kamu sungguh - sungguh? Adel apa kamu sungguh bisa menerima ku meski semua yang telah terjadi?"
"Tentu saja, tapi kak Will Aku tidak bisa membiarkan sikap Ibu Kak Will kemarin, ini tidak ada hubungannya dengan masa lalu karena aku sadar dengan ucapan papa tadi....semua itu masa lalu, apa yang bisa ku perbuat atas masa lalu, toh aku tidak merasa semua itu buruk, tapi sikap ibu kak Will terhadap ku selama ini dan kemarin aku tidak bisa membiarkan nya"
"Kamu benar Adel....Jadi apa yang akan kamu lakukan?"
"Bisakah kak Will percaya kan semua pada ku? Kita perlu menemui Ibu kak Will"
"Hah untuk apa?!" Tanya William.
"Aku harus memastikan sendiri bahwa Ibu kak Will tidak akan menyentuh Justin ke depan nya, Aku lelah dan cukup kesal dengan semua tingkah Ibu kak Will"
Pandangan mata Adel berubah....
-bersambung-
__ADS_1