CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 20 - KEBENARAN


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa untuk memberikan dukungan nya kepada karya author yang lain nya dengan judul "Istri Yang Terabaikan" Dan "Pertemuan"....


...*...


...*...


...*...


Beberapa hari kemudian.....


Hari ini adalah hari kepergian William, Adel mendengar bahwa William akan pergi ke Swiss dengan alasan William akan menikahi seorang wanita yang dulu menjadi alasan William menolak nya.


Adel sudah mengunci semua kotak nya yang berisi barang - barang kenangan nya bersama William. Adel tak tahu sudah berapa lama mereka saling kenal, bahkan tak bisa ia hitung lagi, bagi Adel selama William memiliki pacar, tak akan masalah, tapi ini William akan menikah.


Adel merasa bahwa ini adalah saat baginya untuk move on dan melupakan cinta pertama milik nya.


"Inilah mengapa orang selalu mengatakan bahwa cinta pertama tak akan pernah bisa berhasil, ku rasa hal itu benar adanya" Ucap Adel sambil bersedih.


Tiba - tiba pintu kamar Adel dibuka dengan sangat keras.


"Hei!! Ketuk dulu kalau mau masuk!!" Teriak Adel.


"Maaf" Ucap si kembar.


"Kalian ini, jadi ada apa sampai si kembar datang ke kamar kakak?" Tanya Adel.


Adel akhirnya tak bisa marah dengan adik - adik nya itu.


"Kakak, bisakah kami meminta sesuatu pada kakak?" Tanya Edgar dengan manja.


"Iya kak! Satu hal saja, kakak kan jarang ada di rumah, jadi satu permintaan saja" Edmund juga mengikuti cara Edgar berbicara.


"Baiklah adik - adik kakak yang manja, kalian mau apa? Tapi tidak boleh hal yang dilarang mama dan papa ya!"


"Bisakah kakak membuatkan kami brownies? Kami suka sekali brownies bikinan kakak, brownies bikinan kakak rasanya sama seperti yang papa bikin" Jawab Edmund.


Adel tahu bahwa adik - adik nya sangat suka sekali dengan brownies dan makanan manis lainnya. Tapi Adel tidak menyangka bahwa rasa kue bikinan nya akan sama dengan yang papa nya bikin. Di rumah ini, yang pandai memasak dan diakui oleh semua orang di rumah hanya papa dan Adel. Adel punya banyak waktu untuk belajar memasak dari papa nya.


Collin juga pandai memasak, tapi Collin mengatakan ia terlalu malas memasak, selama masih ada yang bisa memasak di rumah. Collin tak mau membuang tenaga nya untuk memasak selagi ada orang yang punya tugas itu.


"Apa papa tidak ada di rumah?" Tanya Adel.

__ADS_1


"Papa dan mama pergi keluar, bersama adik - adik yang lain" Jawab si kembar.


"Lalu kalian tidak ikut? Collin? dimana Collin?"


"Tidak bisa, sore ini kami harus kembali ke asrama, liburan kami bakal berakhir, Collin sibuk melihat saham di kamar nya, menyebalkan!!" Ucap Edgar menggerutu.


"Kalian lapar ya? Baiklah kakak akan buatkan brownies untuk kalian, tapi kalian tidak boleh mengatakan hal seperti tadi kepada Abang kalian, kalian tidak tahu betapa berat nya tekanan yang ada pada Abang kalian" ucap Adel kepada adik - adik nya.


Si kembar pun memasang wajah tak mengerti. Adel tahu hal itu, betapa berat tekanan yang collin rasakan. Demi keegoisan nya, karena Adel tak ingin ikut dalam persaingan bisnis terutama dalam hal saham atau sejenisnya, Collin memiliki beban yang sangat besar.


Collin di didik lebih keras dibandingkan yang lain nya, semua menaruh harapan kepada Collin. Kadang Adel saja merasa sesak saat melihat jadwal Collin yang padat. Bahkan ketika Adel ingin ke Inggris, Papa dan mama nya sangat berat untuk melepaskan Adel demi pilihan karir nya ke musik.


Nissa dan Ben beranggapan bahwa bermusik bukan lah sesuatu yang patut untuk dijadikan pekerjaan. Namun saat itu hanya satu orang yang berani membela nya, yaitu Collin. Di umur nya yang masih muda, Collin membela nya dan mengatakan bahwa kak Adel seharusnya memilih mimpi nya karena untuk urusan perusahaan Collin akan melakukan nya sebagai anak pertama yang memiliki keturunan sah.


Collin mengatakan bahwa ia tahu mimpi Adel, karena itulah meski semua orang di dunia ini memusuhi Collin dan mengatakan Collin sangat menyebalkan, Adel tahu pasti bahwa Collin bukan orang seperti itu.


"Abang kalian itu punya tanggung jawab yang berat untuk perusahaan sebab itu, ia harus belajar dengan serius dan tak boleh membuang - buang tenaga nya" Ucap Adel kepada adik - adik nya.


Beberapa menit kemudian.....


"Ini dia brownies coklat kesukaan kalian" Ucap Adel sambil menyediakan brownies itu.


"Yeaayy!! Akhirnya kita bisa makan brownies sebelum pulang ke asrama" Ucap Edgar.


"Sayang, mama nggak pandai buat kue, saat Valentine kemarin, aku akan muntah memakan cake itu" Ucap Edgar sambil bergidik ngeri.


"Kalian ini !!" Adel menegur kedua adik nya.


"Kenapa kakak memotong kue itu? Kakak mau memakan nya di kamar?" Tanya Edmund.


"Ini untuk Abang kalian, Collin juga pasti kelaparan, dia kan sibuk, sudah seharusnya kita membawakan ini untuk nya"


Adel pun membawa brownies itu ke kamar Collin.


Tok....tok...tok


"Hey!! Aku sudah bilang jangan ganggu aku!!" Teriak Collin, Collin mengira itu adalah si kembar.


"Kakak yang menggangu mu!! kenapa? Mau marah?" Adel memasang wajah menantang lalu memberikan sepiring brownies kepada Collin.


"Aku nggak lapar"

__ADS_1


"Collin makan lah! sesibuk apapun kamu, harus tetap makan!!"


"Baik lah" Collin memakan brownies itu dengan lahap. "Enak, makasih kak"


"Apa yang kamu lakukan sih sejak tadi?" Tanya Adel.


"Aku menyelamatkan saham kak Will, saham nya hampir di rebut oleh fraksi lain dari geng nya"


"Kok ngurusin urusan orang, ku kira kamu ngurusin perusahaan kita"


"Ini juga urusan perusahaan kita, jika saham William jatuh ke sekutu lain, perusahaan kita juga pasti gawat, sebagian saham kita juga dimiliki oleh keluarga William, apalagi sekarang dia hanya punya waktu satu bulan sebelum dia operasi"


"Apa operasi???" Tanya Adel dengan panik.


"Iya, operasi, William akan operasi ke Swiss"


"Operasi bukan menikah?!!"


"Iya"


Adel dengan cepat berlari mengambil mobil nya dan melaju menuju ke Franois Castel. Adel melaju dengan kecepatan tinggi, air mata nya membuat pandangan nya kabur. Sesampainya di rumah William, Adel melihat semua orang sudah mempersiapkan barang William ke mobil.


Adel menerobos masuk, meski sudah di cegah oleh pengawal. Dengan air mata nya Adel berlari ke arah William.


"Tega nya kau membohongi ku!! Kau bukan menikah tapi akan operasi!! Bagaimana bisa kau Setega ini padaku!!!" Ucap Adel sambil menangis.


.


.


.



.


.


.


William tak kuasa menahan hati nya lagi dan menarik Adel ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Adel !!"


-bersambung-


__ADS_2