
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....
.......
.......
.......
"Adel belajar menggunakan pistol?"
"Iya! Demi dirimu! Tapi sepertinya kakak ku tidak mendapatkan cinta selayaknya yang ia berikan kepada mu"
William menatap Collin dengan tajam. Ia tahu bahwa perkataan Collin benar adanya, namun perkataan itu terlalu menyayat hatinya dan memberikan luka yang cukup dalam untuk ia terima.
"Seandainya kau tahu, Adel selalu ku cintai lebih daripada nyawa ku sendiri. Tapi aku yang sekarang telah gagal melindungi nya, Aku tak pantas meminta nya untuk tetap berada disisi ku"
"Katakan lah apa yang telah terjadi, Aku akan berusaha mencari jalan keluar untuk mu, jika kau menyayangi kakak ku dan anak mu, Ayo kita cari jalan keluar nya bersama"
Cukup lama William merespon ucapan Collin. Tampak William berfikir dengan sangat hati - hati akan apa yang ia ucapkan dan Akhirnya....
"Besok temui Aku di Villa lama, Aku akan datang kesana, Akan ku ceritakan semuanya. Kalau bisa Aku perlu kau membawa Paman Edison dan Tante Lyra juga"
"Baik, ku harap aku tidak akan mendengar kekecewaan besok"
William dengan cepat mencium putra nya dan pergi dengan tergesa - gesa. Villa lama, dimana mereka selalu menghabiskan musim panas mereka sejak kecil. Collin tahu tempat itu dan ia tahu betapa tidak terlupakan nya villa tersebut.
"Justin....Ku harap Papa mu tidak akan mengecewakan mama mu lagi, Jujur aku sudah lelah dengan semua drama ini"
.
.
__ADS_1
.
.
William melangkahkan kaki nya pada sebuah tempat yang penuh dengan warna hitam pekat. Bau asap rokok, dan bau dari peluru tercium hampir di seluruh ruangan. Semua orang yang ada disana menatap William dengan tatapan yang aneh. William memasang wajah dingin nya berusaha melawan tatapan yang ia dapatkan.
"Sky! Berani sekali kau menginjak kan kaki mu disini? Setelah semua pengkhianatan dari mu...."
William membalas ucapan orang tersebut dengan tatapan yang mengerikan dan juga pistol yang menempel di kepala orang itu.
"Minggir! Aku tidak ada urusan dengan mu!"
Orang itu dengan cepat membiarkan William lewat. Ucapan William begitu ditakuti di tempat tersebut. Semua orang mengenal William dengan nama Sky.
"Nona! Sky telah kembali" Ucap yang lain nya kepada seorang wanita.
"Benarkah?! Dimana Sky?"
"Nona! Hati - hati anda sedang hamil !!"
William menatap wanita itu dengan tatapan marah yang luar biasa. Lebih tepat nya tatapan ingin membunuh kepada seorang wanita....
"Apa yang kau lakukan pada Adel ?" Nada dingin dari ucapan William membuat semua nya bergidik ngeri.
"Apa? Apa maksudmu? Jadi kau kembali hanya ingin menanyakan omong kosong ini?!!"
"Liana Tan!! Aku tanya untuk yang terakhir kali nya!! Apa yang kau lakukan pada Adel ?!!" Bentak William.
"Sky! Tega sekali kau membentak ku, padahal aku sedang hamil"
William begitu muak.....ia lelah....satu - satu nya penenang hati nya adalah Adel, namun ia harus mengurus hal memuak kan ini lebih cepat meski pun Persiapan yang ia punya belum lah cukup untuk menghancurkan keluarga Tan.
__ADS_1
"Aku tau semua kecelakaan hari ini adalah ulah mu! Aku tau pasti hal itu! Berani sekali kau melangkah lebih jauh..."
"Hanya karena bom itu saja kau memarahi ku? Lalu bagaimana rasanya ya bila aku mengiris leher wanita itu? Apa yang akan kau lakukan pada ku?"
"Kau berani?" William mengancam Liana kembali dengan pistol yang ia miliki.
Karena kalah jumlah, yang bisa William lakukan adalah tetap bertahan tanpa menarik pelatuk pistol yang ia punya.
"Sudahlah Sky, Tidak ada gunanya kau melawan ku! John masih jadi tahanan ku! Aku memberimu nama Sky karena aku ingin kau disisi ku"
Liana tersenyum licik ke arah William. William belum pernah merasakan jijik ketika melihat senyuman orang lain, baru kali ini William merasakan jijik ketika melihat orang tersenyum kepada nya.
William ingin segera berlari ke tempat di mana Adel berada. Ia ingin memeluk Adel dan merasakan kehangatan tubuh Adel, merasakan ia bernafas. Tapi disisi lain, John disini....masih disandera dengan kejam.
Paman nya tersayang.....satu - satu nya keluarga yang menyayangi nya layaknya anak sendiri. Paman John nya yang berusaha menyelamatkan dirinya malah harus ditahan dengan kejam di tempat ini. Satu - satu hal yang membuat ia harus bertahan dari semua ini adalah panah John nya. Demi menyelamatkan paman John nya.
"Aku akan membalas mu! Lihat saja! Aku pasti akan membalas semua ini!"
William merasa sangat buntu, ketika ia bergerak lebih jauh, paman John nya akan kehilangan darah lagi. Namun ia butuh kekuatan untuk lepas dari lingkaran api ini. Demi kembali ke sisi kekasih hati nya. Wanita yang ia cintai, Anak yang ia sayangi.
"Kau tidak akan bisa menang melawan ku! Keluarga ku sangat besar dan punya banyak kekuatan yang kalah jauh dari keluarga mu, Bahkan jika kau dibantu keluarga besar dari Silver itu tetap akan percuma, karena akan ada banyak korban, kau tahu aku selalu menggunakan cara yang curang untuk mendapatkan apa yang ku mau"
"Lalu lepaskan paman ku! Aku akan tetap disini sesuai apa yang kau mau! lepaskan paman ku dan jangan ganggu wanita ku lagi"
"Oh tentu saja itu tidak mungkin, aku tidak akan bisa mengikat mu lagi jika John ku bebaskan, dan wanita mu itu tidak lebih baik dari ku! Padahal hidup mu sudah enak! Kau hanya perlu disisi ku kenapa kau menolak dan bersikeras kembali pada wanita busuk itu?!!!"
Karena Aku mencintai Nya....Nafas ku dan juga hidup ku...Aku bisa hidup jika bersama dia, Dia yang membuat aku melupakan semua dosa ku. Aku telah menyebabkan berpisah nya keluarga Adel, Tapi Adel dengan tatapan lugu nya malah mendekati ku terus tanpa henti dan selalu jujur akan perasaannya tanpa ada kemunafikan. Dengan keluguan nya Adel menarik ku untuk jatuh cinta padanya.....
"Kau tidak akan mengerti karena hidup mu tidak pernah memiliki Cinta! Orang seperti mu hanya tau Untung dan Rugi dan menindas orang lain sesuka hati mu! Kau sangat Munafik"
"Sky! Nama yang ku berikan padamu itu artinya kau harus melupakan masa lalu mu sepenuhnya! Karena kau bisa hidup hingga sekarang semua karena diriku! Seandainya pada saat kecelakaan itu Aku tidak menolong mu dari reruntuhan itu, Kau kira kau masih bisa melihat wanita itu sampai sekarang?!"
__ADS_1
-bersambung-