
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....
.......
.......
.......
Dengan gerakan refleks nya yang cepat, tangan Adel berhasil menghalau tangan wanita itu. Adel menatap wanita itu dengan tajam dan dengan sangat mengerikan.
"Jangan gunakan kekerasan! Karena aku bisa juga kejam seperti yang kau lakukan!" Adel menghempaskan tangan wanita itu dengan kasar.
Batin Adel kacau, namun ia tak ingin menunjukkan nya di depan wanita itu. Siapapun boleh melihat nya rapuh dan terpuruk tapi tidak dengan wanita ini. Wanita yang akan menjadi perusak rumah tangga nya. Mungkin juga bukan wanita ini, tapi dirinya atau mungkin William lah yang telah menghancurkan kepercayaan dalam hubungan mereka.
"Aku Liana Dunn, Aku bisa berbuat semau ku dan sesuka ku termasuk membuat Sky tetap ada disisi ku! Dan menjadi Ayah dari anak ku"
Adel langsung memasang wajah menghina terhadap Liana dan segera bangun membereskan diri nya.
"Aku tidak tahu siapa kau tapi seandainya memang benar apa yang kau katakan, Biar Sky sendiri yang berbicara padaku dan mengatakan semua nya ini, Aku juga bukan wanita yang akan menahan satu laki - laki disisi ku, Karena itu sangat menyedihkan!" Ucap Adel.
Liana merasa tersindir dengan sendirinya. Kata - kata menyedihkan itu seolah tertuju kepada nya. Membuat Sky tetap berada disisi nya, ia rela melakukan segala hal termasuk menahan nya dengan paksa.
Setelah beberapa saat Adel berjalan tubuh nya lemas, Adel terduduk di tengah - tengah jalan. Tanpa memperhatikan lalu lintas maupun orang yang lalu lalang di hadapan nya. Adel terus menahan diri untuk tegar sejak tadi, ia tak ingin terlihat lemah meski sedetikpun di hadapan wanita itu.
"Bagaimana....Apa yang harus ku lakukan? Bagaimana nasib ku dan Justin, Apa benar semua yang di katakan Liana itu benar?"
Tanpa sadar air mata nya jatuh, meski Adel telah berjanji untuk tidak menangis karena William lagi, namun rasa nya terlalu menyakitkan dan terlalu berat untuk ia tahan. Adel cukup menahan perasaan nya dengan baik sepuluh menit yang lalu di dalam cafe itu.
"Adel, Kau kah itu?"
Suara yang tak asing lagi bagi Adel, Adel pun segera menoleh ke arah suara itu.
"Leon?"
Leon segera membantu Adel berdiri dan memegang tubuh Adel yang lemas dan tak mampu berdiri dengan tegap.
"Apa yang kau lakukan disini?! Hari semakin gelap, dan sepertinya hujan akan turun sebentar lagi, Ayo pulang! akan ku antar"
Adel hanya mengangguk. Leon melihat ada yang aneh dari raut wajah Adel namun Leon memilih untuk tidak menanyakan nya, karena Adel pasti akan menceritakan nya jika ia ingin begitu. Tangan Adel masih terlihat gemetar dan pikiran nya masih belum kembali dengan benar.
__ADS_1
"Ada apa dengan mu hah? Memasang sabuk pengaman saja tidak bisa? seperti bukan dirimu saja"
"Yah, hari ini sangat melelahkan" Jawab Adel.
Sepanjang jalan, Adel hanya bisa melamun dan memikirkan kemungkinan yang akan terjadi. Suasana di dalam mobil terasa sangat sunyi. Leon terus memperhatikan raut wajah Adel, tapi yang Leon tau pasti adalah diam nya lebih baik ketimbang menanyakan nya sekarang.
Mobil Leon memasuki rumah keluarga Silver...
"Segera istirahat lah! Kata nya kau sangat lelah"
"Terimakasih Leon.....Hmmm besok bisakah kau membantuku membereskan barang?" Tanya Adel dengan sopan.
"Bisa, tapi barang apa sampai butuh aku segala?"
"Kumohon jangan tanya dulu mengapa, yang pasti aku mau memindahkan barang ku dan Justin dari rumah keluarga Franois"
Leon telah menduga, ada sesuatu yang telah terjadi namun Leon tetap memilih diam dan mengatakan...."Baik lah sampai jumpa besok"
.
.
.
Kali ini Adel telah benar - benar pindah dari kediaman Franois. Awal nya keluarga nya bertanya - tanya namun Adel mengatakan bahwa kediaman Franois terlalu jauh untuk ia bolak - balik kerja. Pelayan dan para petugas di kediaman Franois seketika terkejut saat Adel mengatakan akan pindah dari rumah itu. Karena otomatis rumah itu telah kehilangan pemilik mereka.
Ini adalah yang terbaik yang bisa ku lakukan, Aku tidak akan menunggu nya lagi di rumah itu, Aku juga tidak akan membuat diriku menyedihkan dengan bersaing dengan Liana.
Adel juga telah sedikit demi sedikit berhenti menghubungi William bahkan saat William menghubungi nya, Adel memilih untuk tidak menjawab. Dan setelah itu ada beberapa surat tanpa nama pengirim di kirimkan ke rumah keluarga Franois, karena Adel sudah pindah, beberapa surat itu dikirim oleh kepala pelayan ke rumah keluarga silver untuk Adel. Namun Adel memilih untuk tidak mau perduli ataupun membaca surat itu.
Suatu Malam.....
Adel hendak bergegas pulang, pekerjaan nya selesai lebih lama dari biasanya. Adel pun berjalan ke parkiran, saat mau mendekati mobil nya tiba - tiba seseorang menarik tangan nya dan memaksa nya masuk ke sebuah mobil.
"Siapa ini?!!" Bentak Adel
"Ini Aku"
Adel langsung tahu bahwa itu William.
__ADS_1
"Ada apa? Aku mau pulang! Justin menunggu ku" Jawab Adel dengan kesal.
"Kau tidak merindukan ku?" Tanya William.
Rindu hanya pantas untuk orang yang memang pantas dirindukan, dan kau sama sekali tidak pantas ku rindukan, setelah semua kesabaran ku, tapi kau tidak pernah memberikan penjelasan apapun padaku...
Adel memasang wajah masam dan marah serta Adel tidak menatap William sama sekali. Ketimbang itu William merasa bahwa Adel sudah muak dengan keberadaan dirinya.
"Adel...Aku sangat merindukan mu, kudengar kau pindah dari rumah kita?" Bisik William.
.
.
.
.
.
.
Adel masih tidak mau menjawab. Ini adalah sikap yang William berikan kepada nya ketika Adel ingin menerima penjelasan atas semua yang terjadi.
"Adel ku mohon bicara lah, Aku tidak tahu apapun jika kau diam saja"
"Kau kan juga selalu seperti ini, kenapa aku tidak boleh?!"
"Apa maksudnya? Apa kau marah padaku? Apa ada hal yang membuat mu kesal?"
Banyak!! Yang membuat ku kesal sangat banyak dan semua itu karena kau!!
"Adel, kenapa kau pindah? Rumah itu rumah kita, kenapa kau memilih pindah dari sana?"
"Bagaimana bisa aku tinggal di rumah yang pemiliknya tidak ada disana? Aku lebih nyaman kembali ke Silver House, Kedepannya mungkin aku juga harus mengganti nama Justin dengan nama keluarga ku"
"Apa?! Kenapa tiba - tiba?!"
__ADS_1
"Apa kau pura - pura bodoh?! Kau sudah hilang selama beberapa tahun, dan hasil penyelidikan akan ditutup beberapa bulan lagi, Yang pasti nya kau akan dinyatakan meninggal oleh pihak penyidik. Aku tidak mau tinggal disana sebagai nyonya rumah, dan juga anak ku lebih baik memiliki nama Wijaya ketimbang nama mu"
-bersambung-