
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....
.......
.......
.......
Adel bisa merasakan bahwa William begitu tertekan dan tak mampu mengatakan semua nya kepada Adel.
"Syukurlah....Kamu selamat....Kak Will" Tanpa sadar Air mata Adel menetes begitu saja.
Air mata itu bukan air mata karena amarah, bukan juga karena kesedihan tapi sungguh air mata karena bersyukur bahwa orang yang ia cintai masih hidup. Setelah lama nya penantian dan pencarian nya, Akhirnya ia menemukan William. Langit menuntun nya menemukan William, orang yang telah lama ia tunggu.
Mereka begitu lama berpelukan, saling melepas rasa rindu dan merasakan suhu tubuh masing - masing. Adel kemudian teringat, apakah pertemuan mereka saat di restoran itu hanyalah kebetulan saja atau memang....
"Kak Will, bisakah aku bertanya....kenapa kamu ada di dekat restoran saat itu?"
"Restoran?...Ah!" William tidak melanjutkan ucapan nya dan terdiam.
"Kak Will ?"
"Aku selalu mengikuti perkembangan mu dan Justin, yang pasti saat itu aku hanya ingin melihat mu saja makanya aku mengikuti mu"
Kenapa dia selalu tidak banyak bicara? Memang nya jika dia bicara begitu aku bisa langsung paham inti yang ia bicarakan?
"Apa kamu masih tidak bisa mengatakan semua nya?"
"Maaf tidak bisa"
Tapi ketika melihat wajah kecewa Adel, William segera mengatakan....
"Tunggu lah sebentar lagi, Aku akan kembali padamu, ku mohon tunggu sebentar lagi....Aku bersumpah akan kembali padamu dan Justin. Aku akan membahagiakan kamu selama nya"
Adel hanya bisa mengangguk, semalaman Adel berada di rumah William. Adel sudah mengabari orang tua nya bahwa ia tidak bisa pulang dengan alasan pekerjaan. Untuk saat ini lebih baik Adel menyimpan semua yang ia ketahui.
Sepanjang malam kedua nya hanya duduk di sofa sambil berpelukan. Tak banyak yang mereka bicarakan, mereka lebih banyak diam namun saling merasakan kehadiran masing - masing.
.
.
.
Esok pagi.....
Setelah sarapan bersama Adel, William memperhatikan kembali ke arah luar rumah dengan teropong.
"Apa setiap hari kamu selalu sarapan seperti ini?" Tanya Adel.
"Ya, itu lebih praktis dan aku tidak perlu masak"
Adel hanya melihat makanan kaleng, instan dan roti. Pagi ini perut Adel serasa mual harus makan tuna kaleng bersama mayonaise dan roti.
__ADS_1
"Aku akan membawakan kamu sarapan besok pagi" Ucap Adel kemudian.
"Jangan!!" Jawab William dengan cepat.
"Kenapa?"
"Pokok nya kamu jangan kesini lagi, Aku yang akan menemui dan menghubungi kamu, tapi tidak kamu yang kesini"
William sudah mengatakan dengan tegas dan dengan raut wajah serius nya. Adel mau tidak mau harus menuruti nya.
Jika aku ingin hubungan rumah tangga ku lancar dan membuat William percaya padaku, Untuk sekarang aku harus mengikuti saja kemauan nya.
Setelah itu, William mengantarkan Adel dengan sembunyi-sembunyi melalui jalan kecil seperti jalan rahasia hingga menuju ke pusat kota dengan aman. Ketika melihat mereka sudah berada di pusat kota yang ramai, William yang merasa bahwa mereka sudah aman segera melepaskan genggaman tangan nya dari Adel.
"Pulanglah Aku akan segera menghubungi mu" Ucap William.
"Janji ya?"
"Iya"
Sesaat Adel merasa bahwa William yang dulu ia kenal kembali kepada nya, suara lembutnya yang begitu perhatian itu membuat Adel berdebar.
Adel pun segera melewati jalur pejalan kaki dan menuju ke seberang jalan. Saat lampu kembali menyala di perempatan lampu merah, Adel pun berbalik hanya ingin memastikan bahwa William ada disana.
Benar! William ada disana, masih memandangi Adel dengan senyum nya. William terus mengarahkan tangan nya agar Adel segera pergi namun Adel tak kunjung pergi dan malah menatap William dengan senyum yang manis.
Adel kemudian memberanikan diri berteriak dan mengatakan....
"Sky!!! Aku mencintaimu! Cepat lah kembali padaku!!!" Teriak Adel.
"Hati - hati!!! Kamu bisa jatuh" Pekik William.
.
.
.
1 Bulan Kemudian....
"Kakak kamu nggak mau makan?" Tanya Nissa kepada Collin.
"Ma, kalau kakak lapar dia bisa cari makan sendiri, anak mama itu sudah besar sudah jadi seorang ibu jangan perlakukan dia seperti anak kecil"
"Habis Kakak kamu aneh banget sejak sebulan ini, Bahkan dia semakin menanjak Justin"
"Bukan nya bagus ya? memanjakan anak sendiri? Nggak kayak mama garang banget sama anak nya"
"Collin Silver!! Mama tarik ya telinga kamu!!" Tegur Nissa.
"Ughhh!!" Collin kemudian berdiri dari duduk nya dan berteriak. "Adelaide Wijaya!!! Mau makan atau tidak?!! Kalau tidak akan ku habiskan!!"
Pukkk....Nissa menepuk sedikit bahu Collin.
__ADS_1
"Jangan teriak - teriak! Justin masih tidur"
"Mama!!"
Kadang Collin yang sudah besar pun bisa bermanja dengan mama nya.
Adel memang mendengar teriakan Collin namun ia memilih untuk tidak menghiraukan nya dan melewatkan jam makan nya. Adel terus memandangi Handphone nya sambil menemani Justin yang tertidur di hadapan nya.
"Kapan dia akan menghubungi ku? Padahal sudah sebulan....Haaah"
Sudah sebulan berlalu tapi tak kunjung ada kabar yang Adel terima dari William. Jangan kan pesan atau telfon bahkan surat pun tak ia terima dari William. Karena lelah, Adel pun berhenti berharap dan mulai berhenti melihat Handphone nya.
Beberapa hari kemudian....
Adel melihat panggilan tak terjawab dari handphone nya sebanyak tiga kali dari nomor yang tak dikenal. Adel memang selalu mengubah hape nya ke mode silent jika di rumah, karena takut Justin akan bangun jikalau ada yang menelfon nya tiba - tiba.
"Nomor siapa nih?"
Karena merasa bukan nomor yang ia kenal, Adel mengabaikan nomor itu. Kadang memang banyak orang yang menelfon nya hanya untuk mengajak artis nya bekerja sama, dan semua nomor itu bukan nomor yang ia kenal sehingga mereka pasti akan menghubungi Adel kembali jika itu hal penting.
Saat Adel meletakkan handphone nya, seketika handphone nya berbunyi dan itu panggilan dari nomor yang tadi menelfon nya.
"Halo?" Adel mengangkat telfon dengan santai dan kemudian duduk di sofa.
"......."
"Halo siapa ini?"
"......" Tak ada jawaban sama sekali.
"Jika tidak mau bicara akan ku matikan ya telfon nya"
"Ini Aku....Apa kabar?"
.
.
.
.
.
.
Karena kesal sudah lama tidak dihubungi, Adel pun ingin sedikit bermain - main.
"Siapa sih? Aku mana tau siapa kamu kalau nggak kasih tau siapa, Aneh banget"
"Adel ini Aku..."
__ADS_1
"Ya kamu itu siapa? Cuma Aku doang mana tahu lah! Aku siapa??"
-bersambung-