CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 64 - BERISIK


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....


.............


.......


.......


.......


...Setelah berhasil menyuruh Koki Rumah untuk diam, perdebatan soal hidangan makanan pun terus berlanjut. Tak ada yang mau mengalah sama sekali. Namun dari arah pintu dapur terdengar suara gelas yang jatuh....


Semua orang yang berada di dapur pun menoleh termasuk para pelayan yang sibuk menyiapkan bahan makanan.


"Apa kalian tahu suara dari dapur ini sampai hingga ke lantai dua?"


Rupa nya Collin datang, dan bisa dilihat bahwa gelas yang pecah itu adalah perbuatan nya. Collin sengaja menjatuhkan gelas itu ke lantai agar semua orang diam.


"Ma! Mama menyuruh ku untuk menidurkan adik - adik ku yang banyak itu, kakak juga menyuruh Aku dan si kembar menjaga anak mu, Tante - Tante disini juga menitipkan anak kalian ke kami, tapi apa kalian tahu susah payah nya kami menidurkan anak - anak yang banyak itu?!!"


Nissa dan para istri - istri yang ribut itu pun terdiam. Nissa merasa lucu di situasi saat ini karena ia merasakan bahwa Collin sangat mirip sekali dengan Ben ketika marah. Collin sangat susah di bujuk ketika marah bahkan aura nya yang mematikan itu terpancar di sorot mata nya ketika ia benar - benar marah.


"Maaf Collin, Kakak sudah menyusahkan mu" Ucap Adel langsung meminta maaf.


"Tentu saja kakak harus meminta maaf, anak mu bangun lagi gara - gara keributan ini, Aku harus menidurkan nya lagi, Kakak kira waktu ku hanya untuk menjaga anak - anak itu? Aku harus memantau perusahaan juga selama papa pergi, biarpun ada pelayan memangnya anak - anak itu mau tidur dengan pelayan? Mereka akan mencari ku atau Edmund kalau mereka ingin apa - apa!!"


Nissa dan Adel pun merasakan sekali beban yang Collin miliki. Adel tak pernah mendapat kan pendidikan sebagai calon penerus karena memang tak bisa, tapi beda dengan Collin. Siang malam nya habis untuk belajar banyak hal demi ia layak menjadi penerus keluarga. Bukan hanya belajar akademis, namun Collin juga belajar untuk mengontrol tubuh dan membangun stamina yang kuat agar tak mudah tumbang oleh ancaman lawan.


"Mama mengerti, Kalau begitu bagaimana solusi yang kamu punya untuk masalah ini?" Tanya Nissa dengan lembut.


Collin pun mendesah keras karena lelah.


"Mama hal sepele pun harus Aku yang bertindak"


"Maaf....Hahaha....Mama nggak bisa apapun kalau Collin nggak ada, maka nya Collin nggak boleh jauh dari mama"

__ADS_1


Akhirnya Collin pun tersenyum dengan bujukan dari mama nya itu.


"Pertama orang yang terluka tidak boleh pilih - pilih makanan. Kedua kita boleh menyuruh Koki membuat masakan tapi tidak boleh sampai menyusahkan pekerja karena mereka juga manusia" Ujar Collin.


"Terimakasih Tuan Muda" Teriak Para pelayan dan Koki sambil terharu.


"Anak mu akan jadi pemimpin yang baik seperti papa nya" Ucap Lyra.


"Tentu saja, karena dia anak kami" Jawab Nissa bangga.


"Jadi, Hidangkan makanan yang mudah di cerna seperti soup tulang, Jus Buah dan Sayur, Vitamin dan Marley" Ujar Collin sambil memeriksa bahan di dapur.


"Marley?" Tanya mereka heran, bahkan Adel pun tidak tahu ada hidangan itu.


"Marley itu adalah resep buatan Nenek Isabell, Kata papa itu resep makanan yang tercampur dari rempah - rempah khas tanaman obat yang bisa menyembuhkan luka dengan cepat, Aku menemukan resep nya di ruang baca, dan menurut ku pembuatan nya tidak rumit dan bahan - bahan juga bisa di temukan di kebun belakang"


"Baik Tuan Muda, kami akan mempersiapkan semua nya"


"Kalau begitu ku serahkan semua nya kepada kepala koki ya"


"Sekedar Informasi jaman sekarang sudah nggak jaman membuat makanan di rumah dengan hidangan yang banyak itu, lebih baik pesan langsung saja dari luar karena banyak hidangan yang kalian mau, jika tidak keberatan aku akan memesan kan semua nya"


Collin pun tersenyum dan pergi. Para Koki dan pelayan pun bersorak dengan gembira. Tuan muda mereka begitu bijaksana. Collin tidak membuat para pelayan dan Koki kehilangan tugas mereka dan yang pasti hidangan yang banyak itu tetap akan ada dengan memesan dari luar tanpa harus membuat koki rumah pusing kepala.


.


.


.


Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Semua nya resah menanti kepulangan semua orang. Namun dari gerbang rumah belum ada tanda - tanda para lelaki mereka akan sampai.


Anak - anak yang lelah menunggu mulai merasa lapar.


"Mommy Adik - adik yang lain sudah lapar, Kapan kita bisa makan?" Tanya Charlotte dengan penasaran.

__ADS_1


"Sabar ya sayang, kalau Daddy kamu dan yang lain sudah pulang baru kita bisa makan, tidak sopan makan dahulu sebelum tuan rumah makan, dan lagian mereka pasti akan menunggu keluarga mereka pulang kan?"


"Baik mama"


Collin yang melihat banyak anak - anak yang kelaparan pun segera mengambil garpu dan pisau makan nya.


"Collin! Itu tidak sopan! Bukan kah kamu sudah di ajar kan tata Krama?!" Ucap Nissa dengan tegas.


"Hari ini pengecualian ma, Lihat yang lain sudah kelaparan, lagian hidangan kita juga masih banyak kok, tadi kan Collin pesan nya juga banyak"


"Tapi...."


"Ma kita makan dulu aja ya, Justin sudah sangat kelaparan sekali, dia berusaha mengambil Cake buah di hadapan nya dari tadi"


"Akhirnya Nissa pun mengalah dan membiarkan hidangan itu disantap terlebih dahulu"


Drap.....drap...drap....


"Tuan besar sudah pulang" Teriak penjaga gerbang dengan keras.


"Apa?!!!"


Luar biasa, Collin Melihat para - para istri itu menjatuhkan semua yang di genggam nya dan berlari menuju ke depan gerbang. Sesuai dugaan Collin yang paling cepat adalah Tante Lyra yang berhasil melewati sofa dengan lompatan indah nya hingga berlari paling depan.


para anak - anak yang membuka mulut nya merasakan angin kosong karena makanan belum menyentuh mulut mereka dan ibu - ibu mereka langsung berlari sambil menjatuhkan sendok yang berisi makanan untuk anak - anak nya.


"Kakak tidak ikut menyambut suami?" Tanya Collin sambil memakan steak nya dengan fokus.


"Kak Will juga akan masuk ke dalam buat apa heboh berlari? Lagian kaki ku tidak bisa berlari dengan kursi roda ini"


"Mama keterlaluan juga ya Lihat saja si bungsu, jadi kelaparan begitu"


Collin pun menyendokan makanan si bungsu ke mulut nya dan mengelap lepotan yang ada di mulut si bungsu.


"Melihat pemandangan hari ini, Aku merasa menikah itu menyeramkan" Ujar Collin dengan jujur.

__ADS_1


-bersambung-


__ADS_2