
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa untuk memberikan dukungan ke karya author yang lain dengan judul "Istri Yang Terabaikan" dan "Pertemuan"....
...*...
...*...
...*...
"Paman John, Adel mohon....segeralah kesini"
"Adel....kamu tenang dulu ya, paman akan segera menemui kamu, kamu harus tenang Adel"
Dari hadapan Adel segerombolan tim penyelamat membawa banyak korban yang berhasil mereka selamat kan, baik yang masih hidup maupun yang sudah tidak bernyawa lagi. Ketika melihat beberapa tubuh yang kaku serta berlumuran darah itu, seketika Adel hilang kesadaran nya.
Rasanya lantai yang ia pijaki tak mampu menopang tubuhnya. Pandangan nya mulai kabur dan tubuh nya mulai jatuh lemas seketika.
.
.
.
John tiba di Swiss esoknya, dan kehadiran nya kali ini ditemani oleh seseorang yang memaksakan untuk memberitahu dimana keberadaan Adel.
"Collin, jangan beritahu orang tuamu ya, biarkan masalah ini kakak mu yang mengatur nya" Pinta John.
"Paman, anda ini orang tua, seharusnya anda tahu mana yang baik dan mana yang buruk, pernikahan itu adalah hal yang suci,paman sendiri tahu hal itu, Sesuatu yang suci seperti itu harusnya mendapat restu terlebih dahulu dari orang tua kedua mempelai bukan hanya sekedar menikah di atas kertas"
Collin benar - benar sangat marah, Collin sudah menduga nya bahwa sang kakak menyusul kepergian William ke Swiss, tapi siapa yang menyangka bahwa sang kakak akan menikah di Swiss. Yang pasti Collin yakin sekali bahwa masalah ini tidak akan selesai hanya dengan Omelan mama dan papa nya.
"Kumohon mengerti lah Collin, dan berikan sedikit privasi pada hidup kakak mu, kamu tidak tahu rasanya melihat waktu yang hanya tersisa sedikit bersama orang yang kamu cintai"
"Tapi cara Kakak salah!! Bukan seperti ini, Aku selalu mendukung kakak, Apapun pilihan kakak, asal kakak bahagia....Aku pasti orang pertama yang akan mendukungnya, tapi tidak jika cara kakak seperti ini, orang tua kami akan terluka jika tahu hal ini"
Collin yang paling tahu arti ucapan mama nya waktu itu, seminggu setelah kemarahan mama nya, Collin segera mencaritahu masa lalu mama nya. Cukup sulit mengetahui masa lalu yang hanya disimpan rapat beberapa orang, tapi Collin bisa mengerti kenapa mama nya bereaksi seperti itu.
Karena mama pernah terluka oleh mama nya William, dan hanya kakak yang tak tahu hal itu, membayangkan perasaan mama yang harus menjadi besan oleh orang yang sudah mengacaukan hidupnya dan membuat hidup nya menderita itu terlalu menjijikkan, Kakak tidak salah....tapi bukan berarti kakak benar dengan menikah secara diam - diam seperti ini.
"Jadi, dimana kakak sekarang?" Tanya Collin.
"Entahlah, handphone nya tidak aktif, dia bilang sedang berada di depan bangsal H-12"
__ADS_1
Mereka segera menuju ke arah bangsal H-12. Benar saja, di depan bangsal H-12 sudah hancur dan banyak korban yang masih menunggu pihak medis untuk segera menolong mereka.
"Suster, Apa anda melihat wanita ini?" Tanya John sambil memperlihatkan foto Adel.
"Oh Adelaide si penyanyi dari Prancis itu? Ya! Saya melihat nya, dia berada di ruang perawatan bilik ke empat di bangsal 5, Sejak kemarin dia pingsan, sampai sekarang belum bangun juga"
"Apa?!!"
Collin segera berlari dengan kecepatan penuh menuju ke bangsal 5, dimana Adel berada.
"Hei, Collin jangan laju - laju! Paman sudah tua, tidak bisa lari laju - laju" Ucap John sambil mengejar Collin dengan langkah pelan.
"......." Collin tidak bisa mendengar apapun lagi selain bangsal 5 yang terus terngiang di telinga nya.
"Ya ampun bocah itu, mirip siapa sih?!! Stamina nya kuat amat! Kalau dipikir-pikir Collin pasti mirip Ben dong, iya mirip Ben, bahkan tidak mau dengar ucapan orang nya pun mirip Ben"
John hanya bisa berlari menggerakkan tangan nya lebih cepat meski kaki nya masih melambat.
.
.
.
"Suster, dimana Adelaide berada?" Tanya Collin di meja resepsionis bangsal 5.
"Waaah tampan nya...hmmm maksud nya disebelah sana" Suster itu menunjuk dengan tangan kanan nya ke arah ruangan Adel.
"Terimakasih"
"Waah tinggi, ganteng dan berkelas, berapa ya umur nya?" Para suster langsung terpesona kepada Collin dalam sekali lihat.
Brakkkkk......Collin dengan terburu-buru segera memasuki ruangan itu.
"Kakak?"
Dilihatnya Adel terbaring lemas, tak berdaya, seolah ia tidur dengan nyenyak.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Collin mencari dokter dan meminta nya untuk memeriksa sang kakak. Dokter pun datang dan memeriksa keadaan Adel.
"Pasien sedang dalam keadaan syok, ada beberapa kasus dimana pasien lama sadar setelah pingsan, biasanya karena ia hamil atau tekanan batin yang begitu dalam, untuk saat ini kita hanya bisa menunggu nya sadar baru mengecek kondisi nya lebih lanjut"
"Baik dokter, terimakasih"
Collin menggenggam tangan Adel dengan pelan. Diraihnya tangan itu, dan dirasakan nya denyut nadi di tangan nya, kakak nya masih ada dan terasa hangat.
"Kakak, Ayolah bangun, jangan buat Collin khawatir begini, Collin akan bantu kakak untuk jelaskan ke mama dan papa tapi kakak harus bangun ya"
Kak, meski aku tahu perbuatan mama William mungkin akan meninggalkan bekas luka yang besar di hati mama, tapi Aku yakin dengan pilihan kakak, begitu juga dengan papa, mengetahui apa yang telah mama William dan Daddy kakak lakukan kepada mama dan kakak, sulit bagi ku menerima itu, tapi karena kakak adalah kakak ku, aku yakin bahwa kakak tidak memilih jalan ini tanpa alasan, Aku akan membela mu, karena itu segera lah sadar dan cerita kan semuanya padaku.
Brakkakk.......Pintu kamar dibuka lagi dengan keras.
"Paman John!!"
"Bagaimana keadaan Adel?"
"Masih pingsan dan belum sadar, ini sudah sehari ia belum sadar, kata dokter kita harus menunggu lebih lama agar dia bangun"
"Haaaaahhhh kenapa bisa begini sih?!!! Ledakan ini juga.....kenapa harus begini disaat aku pergi dari Will"
"Paman ada apa?" Tanya Collin.
John tiba - tiba mencengkram bahu Collin dengan kuat dan menatap tajam ke arah Collin.
"Ledakan ini bukan kecelakaan, tapi disengaja, paman yakin sekali itu! Tidak banyak yang tahu bahwa Will ke Swiss dan akan menjalani operasi, Bagaimana bisa ledakan itu pas mengenai di ruang operasi Will, ini terlalu disengaja!!"
"Lalu di mana William?"
"Mereka masih berusaha menemukan di puing - puing, Yang pasti di dalam ruang operasi Will ada sekitar sepuluh orang dari pihak medis dan William, Lima diantaranya sudah berhasil di temukan, lima lagi belum serta William"
__ADS_1
"Tenang saja, William akan kita temukan, bersabarlah paman"
-bersambung-