
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....
.............
.......
.......
.......
Seminggu telah berlalu sejak kejadian racun itu. Semua nya terlihat menjadi lebih baik, baik tubuh, perasaan maupun suasana di kediaman Silver menjadi lebih baik dari sebelumnya.
"Pa, Ma apa boleh jika saya dan Adel kembali ke rumah saya, saya rasa lebih baik kami tinggal di rumah saya bersama Justin juga, apalagi kami ingin mengubah rumah yang sudah lama tidak kami tempati itu menjadi lebih segar" Ujar William.
Nissa dan Ben yang mendengar ucapan dari William itu pun saling berpandangan cukup dalam.
"Kenapa kamu harus meminta izin jika Adel sudah setuju? Pergilah rumah mu itu sudah cukup lama tidak di tempati kan" Jawab Ben dengan senyum nya.
"Kalian mengizinkan nya?" Tanya William tak percaya.
"Tentu saja, kami menghormati keputusan kalian" Ucap Nissa.
"Lalu di mana Adel? Dia tidak ikut sarapan?"
"Adel masih tidur ma, kami harus saling bergantian menjaga Justin, seperti nya Justin demam sejak tadi malam"
"Apa demam nya tinggi? sudah diberi obat?"
"Sudah, sekarang Justin sedang tidur bersama Adel, jika Adel bangun nanti biar saya yang menyuapi nya makanan"
Nissa pun mengangguk dengan cepat. Nissa bahagia hubungan keduanya bisa kembali seperti semula. Namun ada satu hal yang Nissa belum sampai kan ke William mengenai Ibu nya.
"Will apa kamu sudah bertemu ibu mu?"
"Apa kenapa dengan orang itu?!" Wajah William berubah masam mendengar kata ibu dari mulut Nissa.
"Apa Adel tidak cerita bahwa selama kamu tidak ada Ibu mu selalu mengganggu Adel dan Justin? Dia bahkan memeras Adel dan meminta warisan mu bahkan meminta uang dari Adel"
"Tidak, Adel sama sekali tidak bicara apapun mengenai orang itu"
William yakin sebelum ia menikahi Adel ia sudah membuat ibu nya tetap di pulau tanpa ada biaya sepeserpun disana. William kira dengan cara itu cukup untuk menghalau ibu nya kembali dan mengacau kan hidup nya.
__ADS_1
"Will, kamu tahu kan apa yang terjadi dulu, perbuatan ibu mu? Mama tidak menyalahkan kamu atas hal itu tapi seperti yang kamu tahu, Adel tidak tahu masalah itu, mama harap kita bisa membicarakan nya baik - baik sebelum Adel tahu dari Ibu mu, Ibu mu bukan orang yang akan menceritakan kebenaran"
"Tapi untuk sekarang masih belum bisa ma, Adel masih belum sembuh benar, kita tunggu sedikit lagi sampai Adel benar - benar stabil...Lalu apa maksud nya Ibu saya meminta harta dan warisan dari Adel?"
Nissa pun menghela nafas dengan berat dan Ben segera menggenggam tangan Nissa untuk menenangkan nya.
"Dia meminta warisan dari harta mu, dia tidak mengakui Adel dan Justin sebagai penerima warisan. John berhasil mengamankan warisan mu dari Ros, tapi...."
"Tapi?"
"Tapi Adel yang menjual harta nya dan memberikan semua ke Ibu kamu" Ucap Ben.
William pun terlihat sangat marah mendengar hal itu.
Adel telah menjual semua aset nya dari hasil rekaman lagu milik nya. Kemudian uang itu ia berikan kepada Ros yang selalu meminta warisan di hadapan nya.
"Kenapa Adel memberikan nya?"
"Adel menganggap Ros sebagai ibu mertua nya, kami sudah mengatakan tidak perlu tapi Adel sangat keras kepala dan melakukan itu semua, Bukan hanya itu kata - kata kejam nya dan menghina Adel dan Justin sangat sering dikeluarkan nya. Itu juga lah kenapa Adel tidak betah di rumah kalian"
"Haaahh.....maaf kan saya ma, pa....saya sudah berjanji akan membahagiakan Adel tapi malah begini jadi nya"
"Kak Will?" Suara Adel yang masih baru bangun itu perlahan keluar dari kamar tidur.
Semenjak kecelakaan kamar Adel dipindahkan ke bawah dan sekarang Adel pun sudah bisa berjalan meski masih menggunakan tongkat untuk membantu nya berjalan.
"Ya?" Tanya William dengan nada tidak nyaman.
"Kak Will, Aku lapar sekali....bisa ambilkan aku makan dan minum?"
"Justin?"
"Dia masih tidur"
"Baiklah tunggu di sini"
William pun segera ke dapur untuk mencari makanan dan minum agar Adel bisa makan.
"Mama dan Papa sudah makan?"
"Sudah....ehm Adel William sudah tahu kamu menjual aset kamu demi Ros" Ucap Nissa.
__ADS_1
"Apa?! Kenapa mama dan papa seenaknya bicara ke kak Will, haaahh kak Will pasti akan merasa nggak nyaman dengan ku!"
"Kalian bicara kan saja berdua, papa dan mama mau ke taman"
Nissa dan Ben pun pergi meninggalkan Adel.
"Ini dia Croissant butter dan Milk Tea" William menyodorkan makanan di hadapan Adel lengkap dengan buah Apel.
"Hanya ini?"
"Ku kira kamu mau makanan yang ringan saja"
"Aku kepingin makan nasi Padang dan rendang buatan Bentley. Bentley sangat pandai sekali masak"
"Akan ku bilang untuk menyiapkan nasi Padang dan rendang"
"Jadi kak Will sudah mendengar dari mama dan papa?"
William pun terpaku sesaat karena ia tak menyangka bahwa Adel akan menyerang nya langsung seperti ini. Namun melihat Adel yang menunggu jawaban dari nya, William pun mengangguk dengan cepat.
"Apa kak Will kecewa dengan ku?"
"Aku kecewa pada diri ku sendiri, aku merasa tidak berguna, Aku mewariskan harta ku pada mu agar kamu dan Justin bisa hidup bahagia, tapi apa ini?! Kenapa kamu tidak bisa memperjuangkan hak mu sendiri?!"
"Tapi dia Ibu mu, bagaimana bisa aku"
"Dia bukan ibu ku! jadi kamu tidak perlu repot - repot menganggap nya sebagai ibu ku"
Ada nada yang berbeda dari William, seolah William mengatakan tak akan melanjutkan percakapan mereka dan Adel tak berhak tau apapun hanya perlu mengikuti semua nya sesuai yang William katakan.
"Kak Will sudah makan?" Tanya Adel mengalihkan pembicaraan.
"Sudah bersama mama dan papa"
"Baiklah kalau begitu, Justin demam nya sudah mulai turun, kita sangat bekerja keras menjaga nya tadi malam"
"Apa Justin memang lemah sejak ia kecil? Ku lihat Justin memiliki banyak obat di lemari"
"Iya, sejak kecil tubuh Justin sangat lemah, mungkin karena tubuh ku juga yang lemah sejak kecil, Justin pun juga begitu"
-bersambung-
__ADS_1