
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote hadiah, dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa untuk memberikan dukungan nya pada novel author yang lain dengan judul "Istri Yang Terabaikan". Terimakasih....
...*...
...*...
...*...
"Tidak bisa!!" Teriak Produser itu dengan keras.
William dan Adel tahu bahwa hal ini tidak akan semudah yang ia kira untuk membatalkan kontrak. William sudah menyusun banyak cara dengan ide dan taktik yang ia punya.
"Jangan begitu dong!! Kamu mengundurkan diri, Justin juga!! Bagaimana jadinya acara show saya kalau begitu?!!"
"Apa?!! Justin mengundurkan diri? Kenapa?" Tanya Adel.
"Justin ternyata ikut acara olimpiade untuk artis dan penyanyi itu, dia akan mengikuti perlombaan renang dan atletik, jadi waktu nya habis hanya untuk latihan" Jelas di produser.
"Lalu anda ingin kami bagaimana? Apa Justin sudah pasti membatalkan kontrak?"
"Iya!! Dia bahkan telah membayar ganti rugi nya sejak kemarin, Oh!! Oh iya!! Kamu ikut juga acara Olimpiade itu juga kan?"
"Iya? Saya ikut lomba atletik, boxing wanita dan panahan, Kenapa?" Adel bingung dengan reaksi produser yang tiba - tiba.
"Saya punya ide!! Bagaimana jika kamu dan Pacar kamu, Tuan Franois ini ikut acara show ini bersama? Jadi saya juga bisa meliput acara kalian sehari - hari dan latihan Adel dalam mempersiapkan Olimpiade itu"
"Ide yang bagus, tapi...."
"Ayolah Adel, kalian tidak perlu ganti rugi kontrak, sebagai gantinya saya akan menggaji kalian dua kali lipat dari kontrak ini, untuk Adel dan Tuan Franois."
"Bukan dua kali lipat untuk berdua tapi masing - masing?" Tanya Adel lagi, mata nya berbinar mengetahui uang yang akan ia dapat kan.
"Tentu Saja!!"
"Saya masih bingung...." Ucap Adel.
"Tentu saja, dengan bonus untuk tampil menyanyi di stasiun televisi kami, selama seminggu penuh, karena saya dengar Adel akan merilis album baru"
"Baik deal !!" Ucap Adel langsung, ini kesempatan baginya untuk mempromosikan lagu nya.
"Adel !! Pikir - pikir dulu!! Kita aja belum melihat isi kontrak nya!!" Ucap William.
"Ahhhh!! Ayolah kak Will !! Adel mau ikut ini, bayaran nya besar dan bakal di promosikan juga lagu Adel"
Padahal aku bisa memberikan semua nya tanpa kamu harus berusaha....kenapa kamu harus ikut acara konyol seperti ini?
"Tenang saja! saya akan membuatkan kontrak nya sekarang, kalian bisa melihat isi klausa nya"
Setelah itu, mereka pun saling berdiskusi mengenai isi klausa kontrak. William memastikan tak akan ada isi dari klausa yang akan merugikan Adel kedepan nya. William tahu bahwa Adel saat ini sedang tidak berfikir jernih dengan keuntungan semata.
"Baiklah, sampai bertemu besok, ngomong - ngomong kegiatan kalian besok akan kemana? Biar kita langsung bertemu di sana"
Adel berfikir bahwa ia tidak pernah punya penyusunan dalam jadwal nya. Baginya hidup itu hanya harus dinikmati tanpa ada nya perencanaan.
"Hmm saya tidak ada jadwal sih, kalau kak Will gimana?" Tanya Adel.
__ADS_1
"Aku akan ke tempat latihan Boxing, kamu mau ikut?" Tanya William.
"Oke, pak produser, kita ketemu di tempat latihan Boxing saja, nanti kami kirim pesan dimana lokasi nya, mungkin kami akan pergi sekitar pukul sembilan"
"Baik lah, tapi apa kalian serius akan syuting dengan cara panggilan kalian? Biasanya pasangan akan punya cara khusus untuk memanggil pacar nya"
"Itu rahasia antara kami" Ucap William langsung.
"Baiklah! Baiklah, sampai jumpa besok"
.
.
.
Dalam perjalanan pulang.....
Adel berfikir keras bagaimana membuat panggilan mereka menjadi lebih spesial.
"Willy? Kak Will? William? Will-will?"
"Ueeekkk apaan sih Del? enek dengar nya"
"Iih kak Will, Adel tuh lagi serius mikirin panggilan spesial kita!!"
"Kayak biasa aja lah, ngapain diubah - ubah"
"Kak Will maunya di panggil apa?"
"Oke, lalu kak Will akan panggil aku gimana?"
Wajah Adel terlihat serius sekali dengan menunggu jawaban dari William. William ingin tertawa karena sangking lucu nya wajah yang bulat itu.
"Adel atau Sweety?"
"Kenapa Sweety?" Tanya Adel.
"Kan papa kamu sering manggil kamu dengan begitu, lebih enak aja kan?"
Akhirnya mereka pun setuju dengan panggilan spesial itu tanpa hambatan dan kesepakatan bersama.
.
.
.
Esok nya.....
Saat membuka pintu rumah nya, William hampir pingsan dengan kedatangan Adel yang tiba - tiba.
"Surprise!!!"
"Kok kamu yang jemput aku? Ini baru mau ku jemput"
__ADS_1
"Lebih enak aja kalau Adel yang jemput"
"Oke, Adel udah sarapan?" Tanya William.
"Eungg!!" Adel memasang wajah cemberut nya.
"Kenapa?" Saat melihat ekspresi Adel, William baru ingat bahwa Adel meminta nya latihan mengenai panggilan spesial itu pagi ini.
"Oh!! Oke My Sweety, kamu sudah sarapan?"
Orang ini curang sekali, pagi - pagi bisa diabet nih gara - gara pesona nya, bukan nya aku yang membuat dia luluh, malah aku dulu yang luluh, ini nggak boleh terjadi !!!
"Sudah, Darling.....Ayo kita pergi"
Deg.....deg....deg....Pyuuuungggg....Hati William seakan di remas ketika melihat kecantikan Adel pagi - pagi.
Akhirnya keduanya mulai pergi, William menyetir mobil Adel dengan handal. William memperhatikan pakaian Adel....
"Sweety? Kamu akan boxing pakai baju begitu?" Tanya William.
"Tentu saja tidak!! Ini pakaian kasual ku yang biasa, Tenang saja darling!! Aku bawa kok baju untuk boxing, tuh di dalam tas" Adel menunjukkan tas berukuran sedang yang ada di kursi penumpang.
Sesampainya di tempat latihan Boxing, semua Kru acara sudah sampai beserta produser dan staf - staf lain.
"Selamat pagi semua nya" Sapa Adel dengan ramah.
Semuanya terus berbisik betapa cocok kedua nya ketika berdampingan.
"Baiklah, hari ini kita hanya akan syuting mengenai perkenalan kalian jadi kalian hanya perlu beraktivitas seperti biasa, di akhir syuting baru akan ada interview masing - masing, acara ini akan tayang bulan depan, jadi syuting nya akan dilakukan dalam sebulan ini" Jelas produser kepada Adel dan William.
"Baik" Jawan keduanya.
Adel pun mengganti baju nya untuk bersiap latihan Boxing. Cukup lama bagi William untuk menunggu Adel berganti pakaian, setelah Adel keluar......
"What?!!!"
.
.
.
.
.
.
William begitu marah kepada Adel karena pakaian Adel yang seperti itu. Baju yang sangat terbuka mengganggu mata William. William tak ingin yang lain melihat penampilan Adel yang seperti itu. Tak masalah jika hanya dirinya tapi William tak ingin ketika ada orang lain yang melihat Adel.
Ketika melihat staf dan kru lain yang memperhatikan tubuh lekuk Adel, dengan segala ketidaksukaan nya, William memandangi mereka dengan mata nya yang tajam dan menyala penuh peringatan.
*Menjauh dari Adel !! Kalian hanya mengotori Adel dengan tatapan busuk kalian !! Beraninya kalian memandang tubuh Adel yang suci !!
__ADS_1
-bersambung*-