CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU
EPISODE 57 - BERSIAP


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....


.............


.......


.......


Luka besar yang terlihat oleh Dr. Freed segera ia tunjukkan kepada Leon melalui kaca kecil yang ia punya. Kaca berbentuk persegi yang sering ia gunakan untuk diperlihatkan kepada pasien nya itu pun kini ia berikan pada Leon karena saat ini Leon adalah pasien nya.


"Lihat lah !!"


Leon pun memperhatikan luka nya, awal nya ia diam dan tak lama kemudian Leon tertunduk sedih. Freed dan Leon telah lama kenal, terutama dalam masa kuliah dulu. Namun Leon yang ia kenal tidak pernah menunjukkan rasa perduli nya kepada seorang wanita kecuali seorang wanita yang sejak dulu selalu Leon ceritakan kepada nya. Pemilik hati dari seorang Leon.


"Dia sudah menikah apa kau tahu itu?" Tanya Dr. Freed.


Cukup lama baginya untuk menjawab semua itu.


"Aku tahu, aku tahu hal itu dengan pasti."


Dr. Freed yang kali ini terdiam, ia melihat data pasien dan menemukan status wanita itu sudah menikah. Ia tak tahu bahwa Leon pun tahu hal itu.


"Lalu kenapa? Mengapa kau masih mencintainya? dia milik orang lain, jangan merebut nya dari orang yang dia cintai"


Ada tawa sedih dari nada yang Leon untarkan dari bibirnya.


"Andai saja aku bisa merebut Adel dari nya, tapi nyata nya hati Adel selalu jadi milik nya. Mau bagaimana pun Adel menyangkal seluruh hati dan tubuh nya akan kembali lagi pada orang itu"


"Kau harus move on dengan cepat sebelum terjatuh lebih dalam, dia bukan milik mu Kau tahu itu kan?"


"Aku tahu"


.


.

__ADS_1


.


.


Adel merasakan sejak tadi ia diperhatikan oleh orang lain. Saat ini tidak ada yang menjaga Adel karena harus mengambil keperluan mereka sekaligus mereka harus berpamitan kepada suami mereka yang kata nya sedang ada misi penting. Jadi lah Adel sendirian di rumah sakit, kata nya besok pagi Collin akan datang merawat Adel bersama Justin.


Karena merasa tidak nyaman, Adel meraba pisau buah yang ada di samping tempat tidur nya dalam kegelapan. Dengan pelan Adel langsung menyalakan lampu dan menarik bayangan yang mendekati nya itu.


"Siapa kau?!!"


Pisau itu langsung mengarah tepat di hadapan orang itu dan saat itu lah lampu langsung bekerja dengan terang.


"Will ?!!" Adel terkejut begitu pula dengan William.


Adel langsung menurunkan pisau itu dan memalingkan wajah nya. Dirinya adalah pembohong besar jika mengatakan tidak ada rasa sama sekali setiap melihat wajah William. William adalah segala - gala nya dalam hidup nya. Bintang hati nya, Tujuan hidup nya tapi kini....


"Oh salah kau bukan William tapi Sky kan?" Nada sindiran yang Adel lontarkan membuat hati William sakit.


"No! Kau bebas memanggil ku apa, jika aku William bagimu maka itu lah aku" William merasa bersalah dan tak punya nyali untuk memaksakan rasa Adel.


"Apa sakit sekali luka nya? Apa ada yang bisa kulakukan untuk mengurangi rasa sakit mu?"


Semua nya akan kulakukan Adel, jika semua nya bisa membuat mu lebih baik.


Adel tidak menjawab dan memilih menggeleng. Rasanya tak banyak yang bisa mereka ucapkan pada saat ini.


"Adel dengar, Aku akan pergi jauh dan cukup lama, kali ini sungguh....jika...."


Adel segera menoleh dan memperhatikan keseriusan di wajah William. Dulu begini dan sekarang begini. Kenapa William selalu pergi meninggalkan nya dan kenapa William selalu tidak punya rasa bersaing untuk memenangkan hati nya sejak dulu? Kenapa hanya ia saja yang bodoh mengejar cinta nya.


"Apa kau pernah memikirkan anak kita? Bagaimana dia hidup selama ini, bagaimana dia akan hidup kedepannya, Apa kau pernah memikirkan nya?" Tanya Adel.


"Adel aku...."


"Tidak pernah kan! Dan sekarang kau akan pergi kembali dan bilang akan pergi jauh dan lama, lalu apa? Kau suruh aku berhenti menunggu mu dan kejadian yang sama akan terulang lagi? Kau kira Aku bodoh?!!"

__ADS_1


"Aku hanya rasa jika ada kemungkinan terburuk......Dan aku"


"Kenapa kau selalu berfikir negatif? Bukankah kau harusnya berfikir untuk kembali dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga dan anak mu? Jika mungkin Aku yang orang lain kau tidak ingin mempertahankan nya tidak masalah tapi bagaimana dengan Justin? Oh atau karena sekarang kau ingin bersama wanita mu dan anak yang ada dalam perut nya itu? Kau mencari alasan saja benar kan?"


Rasa tajam yang menusuk hati Adel, mengingat William dan perempuan itu pernah....dan bahkan kini memiliki anak.


"Tidak! Apapun kesalahan ku padamu hanya satu yang akan ku jaga yaitu cinta ku pada mu, Aku tidak melakukan hal yang salah"


"Kau membuat anak dengan wanita itu tidak salah? Pria seperti apa dirimu?!" Teriak Adel dengan kesal.


"Dia bukan anak ku! Aku tidak pernah melakukan nya dengan wanita manapun selain kamu! Aku hanya milik mu saja Adel! Ku mohon percaya lah"


"Apa?! Bukan anak mu? Lalu kenapa Lianna mengaku itu anak mu?"


"Cerita nya panjang...."


Lagi - lagi begitu......Pikir Adel dalam benak nya. Ia benar - benar membenci sifat William yang selalu merahasiakan segala nya dari dirinya.


"Apa kau tahu Aku sangat membenci mu?" Tanya Adel tiba - tiba.


William sudah menduga hal itu dan tertunduk dengan rasa sedih dan hancur.


"Kau selalu bersikap kau korban tanpa memikirkan Aku dan Justin sama sakit nya seperti dirimu! Aku dan Justin harus bertahan tanpa mu, Kenapa kau tidak bisa lihat kami menunggu mu dan kami butuh dirimu?! Sebenarnya Dimata mu apa yang kau lihat? Kau datang tiba - tiba dan saat itu juga kau suruh Aku menjauh, Apa kau sungguh ingin aku pergi dari mu dan melupakan mu? Kau ingin aku kehilangan nyawa ku tanpa tahu kebenarannya sama sekali? Aku hampir kehilangan nyawa ku apa kau tahu?!!"


"Adel....Aku...."


"Baiklah jika kau ingin melupakan semua nya, Aku akan berusaha" Ucap Adel dengan berat.


Namun disaat Adel bertekad akan melepaskan semua nya, William tiba - tiba memeluk nya.


"Aku sangat mencintaimu dan masih sangat mencintai mu, Aku tak ingin kamu dan Justin menjauh. Aku ingin kita bisa bersama saat kita kecil dulu....Aku selalu bersikap bodoh dan menganggap banyak hal yang harus ku lindungi....Aku ingin jadi pria sekaligus suami yang sempurna untuk mu tapi aku selalu gagal"


Adel berbalik dan melepaskan pelukan itu, lalu dilihat nya wajah William yang banjir dengan air mata.


-bersambung-

__ADS_1


__ADS_2