
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "ISTRI YANG TERABAIKAN" dan "PERTEMUAN"....
.............
.......
.......
.......
Hanya ******* keras yang keluar dari bibir Leon. Dia terus merasa buruk melihat Air mata Adel yang keluar. Terlebih melihat nya menangis seperti itu, Leon ingin memeluk nya, Mencium nya dalam dekapan milik nya.
Seandainya.... seandainya saja kamu bukan istri orang....Saat ini aku pasti akan memeluk mu...Kamu Istri orang dan seorang ibu, Aku kira kamu akan bercerai dengan nya maka nya aku mencoba mendekati mu, tapi siapa sangka kamu ternyata mencintai nya dan tak ingin kehilangan ku.....Aku harus bagaimana?
"Aku harus bagaimana Leon? Aku hanya bisa meminta maaf di hadapan mu tanpa tahu malu seperti ini"
"Apa orang itu tahu?"
Adel langsung paham akan hal itu, kemudian Adel menggeleng dengan pelan.
"Kami belum bisa banyak bicara, karena dia sudah harus pergi"
"Pergi?! Kemana lagi orang itu pergi?!"
"Kepergian nya selama ini ternyata ulah Lianna dari keluarga Tan, bukan karena dia berselingkuh, anak itu bukan milik Will, tapi selama ini Lianna mengancam Will"
Adel menceritakan perlahan dan dengan lengkap semua yang ia tahu. Leon mendengar kan dengan seksama. Leon sulit mempercayai hal itu tapi ia tahu bahwa Adel tak berbohong kepada nya.
Setelah Adel selesai bercerita, Kini Adel kembali menanyakan hal yang sama kepada Leon.
__ADS_1
"Aku harus bagaimana?"
Namun belum sempat Leon menjawab. Pelayan pun menyajikan hidangan mereka. Setelah pelayan pamit undur diri, Leon kembali fokus kepada Adel.
"Disini bukan aku yang berhak untuk memilih Adel, tapi dirimu....Kau tahu....Aku tidak menginginkan cinta seperti ini"
Adel semakin merasa bersalah dan hati nya semakin sakit. Adel tak tahu sejak kapan ada nya rasa ini terhadap Leon, yang ia tahu hanya ....rasa enggan milik nya untuk jauh dari Leon.
"Mungkin kamu tidak ingat, tapi....sejak perkelahian kita di kafetaria waktu kita kecil, Aku selalu mengagumi mu, Aku selalu jatuh cinta padamu sampai sekarang"
Mata Adel terbelalak karena terkejut, Leon tak pernah sekalipun mengatakan hal ini kepada nya. Ia mengira bahwa Leon mencintai nya karena mereka terbiasa berteman.
"Kamu yang saat ini menegurku dengan tegas, membuat pikiran ku terbuka dan belajar bagaimana menghargai orang lain. Sejak itu kita selalu berteman, dan Aku semakin jatuh cinta karena dirimu, kamu yang kuat dan penuh keyakinan tapi hari ini tidak, Kamu membuat ku sangat kecewa"
"Leon please jangan...."
"Aku pernah membayangkan bahwa suatu saat kamu akan mencintai ku, kamu akan membalas cinta ku, tak masalah jika kamu adalah janda ataupun seorang janda yang memiliki anak, Aku tidak keberatan asal kan itu dirimu, tapi....Aku tidak bisa menerima nya jika kamu memilih ku karena bimbang memilih antara Will dan Aku!!"
Adel merasakan nya, Cinta dan rasa kesal yang Leon rasakan saat ini. Adel tak mengerti kenapa hati nya bisa bercabang seperti itu, namun ini sungguh membuat nya dilema. Leon yang selalu mengorbankan segala nya bahkan sampai nyawanya itu, Adel tak bisa melepaskan Leon karena ia telah jatuh cinta pada Leon.
"Bisakah beri aku waktu sedikit lagi? Aku juga harus mengatakan semua nya pada Will, Aku tak ingin jadi orang yang bermain api di belakang suami ku, Aku sungguh tak tahu mana yang harus ku pilih...."
"Kalau begitu lepaskan aku" Ucap Leon dengan yakin.
"Apa?!"
"Jika kamu tidak bisa memilih maka aku minta kamu lepaskan aku saat ini juga, Aku tak berhak menahan seorang wanita yang berstatus masih istri orang serta memiliki anak"
"Leon....Apa kamu bisa melupakan ku? Apa kamu bisa...?"
__ADS_1
"Aku harus bisa Adel !! Meski aku harus merasakan ribuan sakit, tapi aku harus bisa! Ini yang terbaik!! Kamu juga harus bisa akan hal itu"
"Bagaimana kamu akan melupakan ku? Bagaimana kamu akan bertahan?"
"Aku sudah mencintai mu sejak bertahun-tahun lama nya. Hal yang mudah untuk menghapus mu dari benak ku, Tapi Aku berjanji akan selalu memberikan bantuan ku kepada mu"
Adel tak ingin melepaskan Leon. Leon yang hadir dikala semua rasa sedih dan bimbang nya mengisi separuh hati milik nya. Ia tak bisa begitu saja melepaskan rasa ini yang tumbuh begitu saja.
"Apa kamu sudah bertekad dengan keputusan mu?" Tanya Adel.
"Adel....Jika menurutkan hati, Aku ingin saat ini memeluk mu dan mencium mu saat ini disini juga, Tapi....Kamu bukan milik ku! Jika aku menuruti hati ku juga saat kamu masih dalam rasa bimbang ingin bercerai saat itu aku ingin membawa mu pergi sejauh mungkin, bahkan saat aku tahu kamu sudah menikah Aku ingin mematahkan cincin yang berada di jari mu!! Sebesar itu perasaan ku padamu....Tapi.....lagi - lagi kamu masih memilih nya"
"Tapi aku juga ingin memilih mu, Aku sudah berjanji padamu akan berada di sisi mu"
"Aku akan lupakan janji mu itu, Kamu hanya mencintai ku dengan rasa implusif sesaat saja, Kamu yang kehilangan cinta nya dan rasa terkhianati itu, kamu menantikan rasa cinta itu dari Will namun Will tak bisa memberikan nya, Kamu hanya mendapatkan rasa nyaman itu dari ku!!"
"Leon...tidak begitu....Aku sungguh..."
"Adel !! Jangan buat aku semakin merasa menyedih kan karena Aku saat ini lebih merasa sakit ketimbang dirimu, Aku harus mengakhiri semua ini karena kamu tak mampu membuat keputusan"
Dengan rasa sedih dan kecewa Adel mengeluarkan sebuah kartu ucapan dan meletakkan nya di meja.
"Aku tidak berharap mendengar semua hal ini dari kamu sekarang" Ucap Adel.
Dengan cepat Adel menggerakkan kursi roda nya dan berjalan keluar dari cafe. Air mata nya masih terasa panas dan menetes dengan rasa panas itu. Adel hanya berfikir apakah bimbang itu hal yang wajar? Kenapa rasa bimbang itu harus datang?
Seumur hidupnya hanya Will yang ia cintai, bahkan Leon yang selalu hadir di sisi nya tak pernah membuat nya jatuh cinta, tapi hati ketika Leon menemani nya dan merawat nya dikala ia putus asa mencari William saat itu lah Adel mulai merasakan sesuatu di dada nya. Ia merasakan getaran cinta nya kepada Leon. Bahkan saat ia mengalami ledakan saat itu, Adel memikirkan keselamatan Leon dan bagaimana keadaan Leon saat itu.
-bersambung-
__ADS_1